Selat Solo Lezat di Taman Jajan Bintaro

Kali ini Info Bintaro mencoba menu berbuka puasa di Warung Es Bajak yang ada di Taman Jajan Bintaro Sektor 7. Menu makanan yang dapat dipilh di antaranya Selat Solo, Galantin, Asem-Asem Daging, Rawon, Nasi Bogana, Gule, Sosis Solo, Rujak Serut. Sedangkan minuman yang tersedia aneka Wedang Jahe (Kopi, Susu, Teh, Kencur Jeruk) Jus Kedondong, Sirsak, Mangga, Jambu, Strawberry dan Teh Poci. Menu ini pun dapat dipesan untuk arisan, piknik, oleh-oleh atau menu pesta ulang tahun. Layanan pesan antar tersedia di warung ini.

Selat Solo

Tempat kuliner ini menjagokan menu Selat Solo yang bahan utamanya adalah daging has luar yang direbus dan disajikan dengan kuah encer, bersama dengan sayuran dan kentang.

Selat solo adalah sebuah hidangan khas Jawa yang memiliki pengaruh hidangan Eropa dan berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Makanan ini terdiri dari daging sapi has luar yang direbus dalam kuah encer yang terbuat dari bawang putih, cuka, kecap manis, kecap Inggris, air serta dibumbui dengan pala dan merica. Makanan ini kemudian disajikan dengan telur rebus dan sayur-sayuran seperti buncis, kentang, tomat, selada, mentimun, kol atau brokoli dan wortel, serta ditaburi keripik kentang dan ditambahkan sedikit moster atau mayones di sampingnya.

Di Taman Jajan CBD Bintaro, ada beberapa tempat yang menyajikan makanan khas Solo. Khusus di warung Selat Solo ini, menunya memang terasa manis seperti makanan dari Jawa Tengah umumnya. Walaupun memiliki nama selat solo — yang mengacu kepada “salad”, bagian utamanya berupa daging sapi (umumnya has luar) menjadikan hidangan ini tidak cocok untuk dikatakan sebagai salad, melainkan sebagai sebuah bistik yang disajikan dalam kuah manis encer khas Jawa. Beberapa orang menyebut hidangan ini sebagai sebuah percampuran antara bistik, salad dan sup. Hidangan ini juga sering disebut sebagai Bistik Jawa, walaupun hidangan tersebut mengandung lebih sedikit kuah. Rasanya pun agak sedikit asam tapi lezat.

Sejarah Menu Selat Solo

Mari kita simak sejarah dari menu unik ini. Pada masa kolonial Hindia Belanda, orang-orang Eropa membawa bahan-bahan masakan serta teknik-teknik memasak khas Eropa. Para ningrat dan kaum terdidik diperkenalkan pada makanan Eropa seperti roti, keju dan bistik yang dihargai sebagai sajian-sajian masyarakat kelas atas Hindia Belanda. Pada masa ini pula terjadi adaptasi serta percampuran hidangan Eropa dengan hidangan Jawa, salah satunya adalah penciptaan resep selat solo di Surakarta, yang merupakan ibu kota dari Kasunanan Surakarta. Hidangan ini diyakini merupakan sebuah masakan percampuran berupa bistik khas Eropa dengan selera Jawa. Pengaruh Eropa dapat dilihat dari penggunaan moster atau mayones dan kecap Inggris, sementara selera Jawa yang cenderung manis dapat dirasakan dari penggunaan kecap manis.

Asem-Asem Daging

Menu ini bukan sekedar menu sop daging yang jamak kita temui di pasaran. Potongan daging lembut, dimasak bersama wortel, buncis dan potongan cabe merah, cabe hijau besar dan tomat sayur membuat menu ini terasa segar.

Teh Poci

Suasana menjadi bertambah kental nuansa jawanya dengan hidangan minuman teh poci. Teh melati dicampur dengan gula batu yang benar-benar menjadi penutup yang manis bagi mereka yang berbuka puasa di sana.
Jangan lupa mampir ke sini ya, bila Anda ke Taman Jajan CBD, Bintaro.

Info Lebih Lanjut:

Warung Es Bajak Bintaro
Taman Jajan CBD Bintaro Sektor 7
Jam operasi: Jam 16.00-23.00 (Senin-Jumat buka siang hari)
Delivery: 0813 1485 6602
IG: EsBajakBintaro

 

(BON)

Leave a Comment