Sekarang Bisa Menikmati Kopi Minahasa di Bintaro

Sebagai bangsa Indonesia kita patut bersyukur bahwa bangsa ini diberikan keindahan alam dan kesuburan tanah sehingga beragam tumbuhan subur di tanah air kita termasuk kopi.

Beragam kopi nusantara telah menjadi idola saat ini. Salah satu di antaranya adalah kopi Minahasa. Tepatnya disebut Kopi Koya Minahasa. Ini merupakan jenis kopi Arabika yang tumbuh di bukit Masarang, kopi ini dikembangkan petani asal Koya Uluna, Minahasa. Biji kopi ini memiliki ciri khas yakni asam, seperti rasa lemonade dan brown sugar. Istimewanya ciri khas ini tak dimiliki biji kopi lain. Potensi Sulut sebagai penghasil biji kopi berkualitas cukup besar. Bahkan dalam sejarah tercatat kopi Minahasa pernah dikirim ke Cina.

Baca Juga:

Anda Penggemar Kopi Gayo? Wajib Datang ke Weko Coffee di Bintaro
Nikmatnya Secangkir Kopi Kintamani Bali Manual Brew dari Cozyfield, Bintaro

Secara geografis, letak ketinggian kebon kopi di Sulawesi Utara berada di ketinggian yang sama dengan kebon kopi di Sulawesi Selatan di mana sejumlah daerah seperti Enrekang, Toraja, Mamasa dan Sinjai menjadi penghasil biji kopi berkualitas.

Bagi orang Manado, tradisi ngopi disajikan pada siang hari pada gelas besar

Mau tau lebih dekat tentang kopi Koya Minahasa? Simak video berikut ini

https://www.youtube.com/watch?v=0TzpYGyDUak

Nah, bila Anda ingin mencicipi kopi khas Minahasa ini, bisa mampir ke Buzz Dee Coffee yang ada di Jalan Maleo Bintaro Sektor 9.  Café ini baru dibuka pertengahan Februari lalu. Dimiliki oleh pasangan suami istri Bastian dan Ade. Terletak disebelah Rumah Makan Manado Kasuang yang juga dimiliki oleh mereka.

Nama Buzz Dee merupakan gabungan nama Bastian yang dipanggil Buzz dan Dee yang merupakan singkatan dari nama Ade. Keduanya mengagumi lebah yang rajin bekerja dan memiliki sifat yang baik. Maka keduanya sepakat memilih lebah sebagai icon dari café ini.

Baca Juga: Wajib Cicip di Kasuang, Rumah Makan Manado yang Sudah Berumur 18 Tahun

Aneka Kopi

Tak hanya kopi minahasa, café tersebut juga menyediakan kopi flores, toraja, gayo, dan mandailing. Harganya cukup ekonomis berkisar dari Rp. 15.000 hingga Rp.24.000,- Tapi harga yang ekonomis bukan berarti berkualitas rendah lho. Contohnya dalam pembuatan kopi espresso.

Seperti kita ketahui bersama, espresso adalah minuman yang dihasilkan dengan mengekstraksi biji kopi yang sudah digiling dengan menyemburkan air panas di bawah tekanan tinggi.

Espresso berasal dari Bahasa Italia yang berarti express atau “cepat” karena dibuat untuk disajikan dengan segera kepada pelanggan.Di dalam espresso terdapat lebih dari enam ratus komponen zat kimia termasuk di antaranya gula, kafeina, protein, emulsi dari minyak kopi, koloid, dan partikel kopi dalam suspensi dengan gelembunggas kecil.

Pada setiap espresso terdapat suatu komponen yang disebut crema yang merupakan busa keemasan yang terdiri dari minyak, protein, gula yang mengambang di permukaan.Secara teknis, espresso diperoleh ketika 45 ml air disemburkan melewati 7 hingga 9 gr kopi bubuk pada temperatur 90 °C dengan tekanan 9 atmosfer.

Hal istimewa yang Anda jumpai di Buzz Dee Café, gramasi/kuantitas kopi bubuk yang digunakan lebih banyak dibanding café lain. “Dengan demikian rasa yang dihasilkan lebih mantap. Hal ini sangat kami perhatikan karena kami mementingkan kualitas penyajian kepada para pengunjung Buzz Dee Coffee,” ujar Bastian.

Jenis kopi yang disajikan di Buzz Dee Coffee pun beragam dari manual brew, ekspresso, americano, cappucino, coffe latte, mochaccino serta beragam flavour seperti caramel, hazelnut, vanila dan choco cookies.

Info Bintaro sempat mencicipi 2 jenis kopi di sana, yaitu Americano dan kopi Minahasa. Sebagai informasi, walaupun namanya kopi Americano, namun kopi ini jauh sekali dari kopi-kopi berbau Amerika. Kopi Americano ini merupakan kopi hasil perpaduan biji kopi dari Gayo dan Kintamani Bali.

Supaya bisa merasakan rasa asli kopi yang termasuk favorit disini, kami memesan Kopi Americano yang disajikan dengan teknik manual brew. Saat baru disajikan cita rasanya mirip kopi tubruk, namun perlahan-lahan dengan menurunnya temperatur air rasanya menjadi asam manis yang cukup ringan walaupun diminum tanpa gula. Kopi ini cocok bagi kamu yang belum terbiasa dengan kopi yang terasa ‘berat’,cocok sebagai teman ngopi dengan sahabat atau pacar.

Sementara bagi kamu yang kepingin mencicipi kopi yang sedikit lebih berat, kopi Minahasa bisa dijadikan alternatif. Kopi Minahasa di Buzz Dee Coffee memiliki ciri rasa kopinya agak pahit namun dengan aroma yang cukup kuat. Saat kamu meminumnya akan terasa aroma kopi yang kuat masih tersisa di langit-langit mulut dan hidung.

Jangan kuatir, kalau kamu tidak suka minum kopi, café ini mencoba memenuhi berbagai selera pengunjungnya dengan pilihan minuman yang lain. Kamu bisa memesan minuman coklat, matcha latte atau minuman teh di sana, seperti English Breakfast, Earl Grey, maupun Peppermint. Pokoknya lengkap…

Snack

Untuk menemani minum kopi,  pengunjung café dapat memesan aneka snack khas Manado yakni  klapertaart, kukis,  panada, lalampa, bobengka,  cucur, koyabu seharga Rp. 7.500/potong. Anda dapat pula memesan snack yang lebih berat seperti singkong goreng roa dan pisang goreng roa seharga Rp. 15.000/porsi. Murah bukan?

Tak hanya itu, kabar gembira buat Anda yang menggemari makanan sehat, café ini menyediakan 2 jenis salad yaitu tuna roasted salad atau chicken roasted salad. Uniknya, bahan salad tersebut diambil dari kebon hidroponik sendiri. Mau tahu kisah kebon hidroponiknya? Silahkan menanti liputan kami selanjutnya.

Info lebih lanjut:

BuzzDee Coffee

Jl Maleo JA 2 No.4 Bintaro Jaya sektor 9. Seberang McD Sektor 9

Jam buka

Saturday 8AM–9PM
Sunday 7:30AM–9PM
Monday 8:30AM–9PM
Tuesday 8:30AM–9PM
Wednesday 8:30AM–9PM
Thursday 8:30AM–9PM
Friday 8:30AM–9PM

Telepon(021) 745-0923

Instagram: https://www.instagram.com/buzzdeecoffee/

(EGS)