Sen. Feb 24th, 2020

Sejarah Pasukan Kostrad

Komando Strategis Angkatan Darat atau biasa disingkat Kostrad adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Kostrad memiliki jumlah pasukan yang dirahasiakan dan selalu siap untuk beroperasi atas perintah Panglima TNI kapan saja. Saat ini Kostrad terdiri dari dua Divisi:

  • Divisi Infanteri 1/Kostrad berada di Cilodong, Depok
  • Divisi Infanteri 2/Kostrad berada di Singosari, Malang

Kostrad adalah satuan tempur dasar milik Angkatan Darat Indonesia, jika Kopassus adalah pasukan khusus, maka Kostrad ialah pasukan dasar tempur milik TNI-AD. Markas Kostrad berada di Jl. Merdeka Timur No.03 Jakarta Pusat.

Sejak diproklamasikannya Negara Republik Indonesia tgl 17 Agustus 1945, maka rongrongan demi rongrongan baik dari dalam maupun dari luar negeri silih berganti berusaha untuk menghancurkan NKRI yang ditandai dengan terjadinya beberapa peristiwa  di tanah air, yaitu rongrongan  yang berusaha menggantikan idiologi Pancasila dan UUD 45 seperti:

  • Penghianatan PKI Muso di Madiun thn 1948
  • Pemberontakan DI/TII Karto Suwiryo di Jawa Barat 1948
  • Pemberontakan APRA Westerling 1950
  • Pemberontakan Andi Azis di Makasar 1950
  • Pemberontakan Ibnu Hajar di Kalimantan1950
  • Pemberontakan RMS di Maluku 1950
  • Pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatra Barat dan Sulawesi 1958.

Semua usaha rongrongan tersebut tidak mendapat Ridho dari Tuhan Yang Maha Esa , sehingga semuanya dapat ditumpas sampai habis.

Berdasarkan Struktur Orgas (Tap -05 tgl 5 Agustus 1958) di Tanah air  telah dibentuk Kodam hampir di setiap provinsi, namun saat itu masih bersifat teritorial dengan kemampuan terbatas, terdiri   dari    Kodam,   Korem, Brigade dan Batalyon.

Menjelang akhir tahun 1960 pimpinan AD menganggap perlu membentuk satuan militer yang bersifat mobil berkemampuan Linud yang siap tempur   menjalankan    tugas   di seluruh  tanah   air,  maka dibentuklah Cadangan Umum AD, dimana gagasan dan ide ini keluar dari Kasad Jenderal A.H Nasution pada tahun 1960, dan sebagai realisasi dari gagasan ini, maka keluarlah skep Kasad No. KPTS.1067/12/1960 tgl. 27 Desember 1960. Gagasan itu mempunyai latar belakang yang sangat mendesak, terutama karena keterkaitannya dengan masalah Irian Barat yang pada waktu itu masih menjadi sengketa dengan Belanda.

Untuk merealisasikan  Skep Kasad tersebut, maka selanjutnya dibentuklah kelompok kerja yang diketuai oleh Deputi I Kasad Brigjen TNI Soeharto yang beranggotakan antara lain :

  • Kolonel Ahmad   Wiranata  Kusuma dari  Pamen   Deputi I  Kasad.
  • Letkol Inf Slamet  Sudibyo  / Kpt  Suryo  Jatmiko  dari  Pama  SUAD   yang ditugaskan   menyusun   Orgas   Personel  CADUAD.
  • Letkol Inf  Muwardi  dari  Kodam  VII / Diponegoro yang ditugaskan   menyusun   Orgas  Ter.CADUAD.
  • Letkol Inf  Amir  Mahmud   dari   Kodam  VI   Siliwangi   yang     ditugaskan  menyusun  Orgas Lat dan Ops.
  • Letkol Inf Soegoro dari Pamen SUAD yang   ditugaskan    menyusun Orgas  Log.
  • Mayor Inf  Joko   Basuki  dari  Pamen  SUAD  yang  ditugaskan   menyusun     Orgas Intelejen.
BACA JUGA  Dukung Budaya Literasi, Sinar Mas Land Bantu Sarana Perpustakaan SD dan MI di Sekitar BSD City

Pada awal tahun 1961 tepatnya 6 Maret 1961 (ditetapkan sebagai hari lahirnya KOSTRAD) telah diresmikan Cadangan Umum Angkatan Darat  ( CADUAD) dimana Mayjen TNI Soeharto ditunjuk menjadi Panglima KORRA I CADUAD, sedangkan kepala stafnya dijabat oleh Brigjen TNI Ahmad Wiranata Kusuma. Untuk pengisian personel KORRA I CADUAD diambil dari Kodam-Kodam, dari pendidikan dasar masing-masing kecabangan. Sehingga akhirnya KORRA I / CADUAD mempunyai kekuatan I Divisi Inf dengan memiliki pasukan inti 1 Brigade Para, satuan Banpur dan satuan Banmin.

Pada tanggal 19 Desember 1961 bertepatan dengan pelantikan para taruna AKMIL di Jogjakarta, Presiden Sukarno mencetuskan TRIKORA yang berisi :

  1. Gagalkan pembentukan negara papua  di Irian Barat.
  2. Kibarkan bendera merah putih di Irian Barat
  3. Bersiap-siap untuk mengadakan mobilisasi   umum.

Dalam usianya yang masih muda KORRA I CADUAN diberi kepercayaan untuk melaksanakan tugas operasi TRIKORA untuk membebaskan  Irian Barat  dari tangan penjajah Belanda.

Menindak lanjuti tugas penting ini, maka pada awal 1962 dibentuklah Komando Mandala di wilayah timur Indonesia dengan markas besarnya di Ujung Pandang.dengan Panglima Mandalanya yaitu Brigjen TNI Soeharto, dengan tugas tambahan sebagai DEPUTI I KASAD untuk wilayah timur. Dalam operasi ini melibatkan AD, AL, AU Sukarelawan dan masa rakyat dengan sandi  “OPERASI   JAYAWIJAYA”.

Misi dari Operasi Jayawijaya ini untuk membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda dengan mengadakan perang terbuka jika perundingan perdamaian dengan Belanda di New York mengalami kegagalan.

Dalam rangka menyiapkan perang terbuka, maka pada tanggal 19 Desember 1961 terlebih dahulu dilakukan infiltrasi di daerah Fak-fak, Misoi, Wagiu, Serui, sorong, Kaimani. Akhirnya pertengahan Agustus 1962 dilakukanlah serbuan umum melawan   penjajah    Belanda   dengan   sasaran   wilayah   Biak,  Jayapura.  KORRA 1 / CADUAD sendiri menurunkan 1 Divisi, hal ini menyebabkan gentarnya pihak Belanda dengan keputusan menyerah tanpa syarat. Penyerahan Irian Barat ini dengan ditandainya berkibarnya bendera merah putih pada tanggal 1 Maret 1963.

Setelah Irian Barat berhasil masuk wilayah NKRI, maka Operasi  kemudian dilanjutkan dengan Operasi “WISNU MURTI’ yaitu Operasi lanjutan  sebagai langkah konsolidasi yang bersifat Binter dan Operasi Linud yang sifatnya tempur.

Berdasarkan pengalaman dari Komando Mandala ini, maka Mayjen TNI Soeharto membuat telaahan staf yang intinya perlunya dibentuk pasukan cadangan strategis. Akhirnya gagasan ini disetujui, maka berdasarkan Skep Kasad   No : KPTS 178/2/1963 tgl 19 Feb.1963 diputuskan bahwa KORRA I CADUAD resmi menjadi KOSTRAD. Dengan tugas pokoknya untuk melaksanakan operasi militer baik secara berdiri sendiri maupun bagian dalam suatu operasi gabungan dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Repiblik Indonesia.

BACA JUGA  Sinkronkan Industri dan Pendidikan, Japfa Dirikan Teaching Farm di Universitas Syiah Kuala, Aceh

Kelahiran KOSTRAD identik dengan mitos lahirnya Gatotkaca dalam cerita pewayangan,  pada awal lahirnya Kostrad sudah diberi kepercayaan melaksanakan tugas Operasi dengan sukses di Irian Barat ini merupakan suatu gemblengan pengalaman seperti gemblengan Gatotkaca yang digodog dalam kawah Candradimuka yang akhirnya keluar menjadi ksatria yang gagah berani, memiliki otot kawat tulang besi , pilih tanding disegani lawan maupun kawan.

Sumber: Wikipedia dan https://kostrad.mil.id/sejarah/

 

 

Baca Juga