Jum. Des 6th, 2019

Sakit Di Lambung Belum Tentu Sakit Maag

Ketika perut terasa nyeri atau mual, gangguan lambung sering dianggap sebagai penyebabnya. Padahal ada berbagai gangguan lain yang dapat menyebabkannya, termasuk fatty liver atau perlemakan hati.

Sebagai organ terbesar kedua pada tubuh, hati berfungsi memroses apa pun yang dikonsumsi dan menyaring segala sesuatu yang dapat membahayakan tubuh. Terbentuknya fatty liver (steatosis) dapat mengganggu fungsi tersebut. Fatty liver terjadi ketika hati sudah tertutup lemak lebih dari 5% dari berat total hati.

Lemak merupakan sumber energi bagi tubuh Anda. Tapi terlalu banyak lemak dapat menyebabkan lebih dari sekadar kenaikan berat badan. Hal ini dapat menyebabkan perlemakan hati.

Mengenali Perbedaannya

Menurut situs kesehatan Alodokter, fatty liver dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu pada pengonsumsi alkohol (alcoholic fatty liver), non-alkohol (nonalcoholic fatty liver/NAFL), dan yang terjadi selama kehamilan.

Ketika perlemakan hati sudah berjalan beberapa waktu, ada kemungkinan penderitanya mengalami rasa sakit di perut bagian kanan atas, kelelahan, dan penurunan berat badan. Ada pula gejala lain seperti mual, linglung, ataupun sulit berkonsentrasi. Kulit bagian leher ataupun ketiak tampak kehitaman.

Sekilas, gejala fatty liver bisa saja disalahartikan dengan gangguan lambung.  Misalnya, peradangan pada dinding lambung atau gastritis. Gejalanya hampir serupa yaitu mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Namun, rasa nyeri gastritis biasanya pada perut bagian atas. Jika sudah parah, bisa diiringi muntah darah atau tinja berwarna merah.

Selain itu, infeksi perut atau gastroenteritis juga memiliki gejala yang mirip. Yaitu mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan. Hanya saja, penyakit ini umumnya diriingi demam, sakit kepala, atau sakit otot.

Apa itu perlemakan hati nonalkoholik (non-alcoholic fatty liver)?

Hati adalah organ di bagian kanan atas perut Anda. Peran hati termasuk menghilangkan racun dari tubuh Anda, memproduksi protein, dan menghasilkan empedu yang diperlukan untuk pencernaan. Berat hati normal adalah 1,44 sampai 1,66 kg.

Biasanya, tidak apa untuk memiliki lemak di hati, tapi terlalu banyak lemak di hati disebut perlemakan hati. Ada dua jenis perlemakan hati: perlemakan hati nonalkoholik/nonalcoholic fatty liver (NAFLD) dan perlemakan hati alkoholik/alcoholic liver disease (ALD).

Perlemakan hati nonalkohol (NAFLD) adalah ketika lemak menumpuk di hati mencapai lebih dari 5-10% berat hati bahkan ketika Anda tidak minum alkohol. Ini adalah penyakit yang umum, dan dalam kasus yang ringan mungkin tidak menyebabkan tanda atau gejala atau komplikasi sama sekali. Namun, dalam kasus yang lebih berat, dapat menyebabkan peradangan dan melukai jaringan.

BACA JUGA  Susu Whey Protein Bukan Hanya Untuk Membesarkan Otot

Perlemakan hati nonalkoholik biasanya merupakan kondisi kronis. Perlemakan hati nonalkohol lebih umum saat ini di mana kasus obesitas dan kelebihan berat badan sekarang lebih umum di dunia.

Apa penyebab dari perlemakan hati nonalkoholik?

Tidak ada penyebab yang jelas untuk perlemakan hati nonalkoholik. Beberapa dokter berpendapat penyebabnya adalah:

  • Viral hepatitis: Beberapa studi menunjukkan bahwa terlalu banyak virus atau bakteri di usus kecil Anda dan perubahan lain dalam usus mungkin berhubungan dengan penyakit hati berlemak nonalkohol.
  • Resistensi insulin: Resistensi insulin mengacu pada keadaan di mana tubuh tidak merespon secara memadai terhadap insulin.
  • Obat dan racun: Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kondisi medis telah dikaitkan dengan NASH, termasuk amiodaron (nama merek: Corderone, Pacerone), tamoxifen (nama merek: Nolvadex, Tamone), maleat perhexiline (nama merek: Pexhid), steroid (misalnya, prednison, hidrokortison), estrogen sintetis dan pestisida beracun.
  • Penurunan berat badan: Penurunan berat badan dengan cepat dapat berkontribusi terhadap lemak hati.
  • Diet: Pola makan buruk.
  • Kehamilan: Ini jarang terjadi, tapi lemak dapat menumpuk dalam hati Anda ketika Anda sedang hamil. Ini bisa sangat berbahaya bagi Anda dan anak Anda.

Lemak hati nonalkohol dapat terjadi dengan penyakit hati lainnya dan sering membuat kerusakan hati semakin memburuk. Kondisi yang sering dikaitkan dengan perlemakan hati nonalkoholik adalah:

  • Obesitas: Sekitar 70% dari orang-orang dengan perlemakan hati nonalkoholik adalah mereka yang obesitas.
  • Diabetes: Hingga 75% orang dengan perlemakan hati nonalkoholik memiliki diabetes tipe 2.
  • Hiperlipidemia: Sekitar 20 sampai 80% dari orang-orang dengan perlemakan hati nonalkoholik memiliki hiperlipidemia (kadar trigliserida darah tinggi dan/atau kadar kolesterol darah tinggi).

Siapa yang berisiko terkena perlemakan hati nonalkoholik?

Anda berada pada risiko tinggi perlemakan hati nonalkoholik jika Anda:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan, terutama di sekitar pinggang Anda
  • Memiliki diabetes tipe 2
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Memiliki trigliserida tinggi
  • Berusia di atas usia 50

Cara mencegah

Penurunan berat badan adalah langkah pertama yang harus diambil. Kehilangan berat badan dapat membantu mengurangi kadar enzim hati, insulin, dan dapat meningkatkan kualitas hidup. Anda tidak harus menurunkan berat badan terlalu cepat (tidak lebih dari 1,6 kg per minggu) karena kehilangan berat badan dengan cepat dapat memperburuk kerusakan hati Anda. Anda dapat meminta dokter Anda untuk rencana penurunan berat badan terbaik.

Bahkan jika Anda tidak memiliki perlemakan hati nonalkoholik, Anda masih harus menghindari alkohol. Beberapa hidangan mungkin dimasak dengan alkohol atau beberapa obat (obat batuk) memiliki alkohol di dalamnya.

BACA JUGA  Tokopedia Bersama GoApotik Permudah Masyarakat Beli Obat

Terakhir, Anda harus memiliki diet seimbang dan sehat dan olahraga teratur. Anda mungkin perlu untuk membatasi beberapa makanan yang Anda makan. Pelajari tentang nutrisi untuk menyembuhkan hati. Dan jangan lupa mengecek kesehatan Anda secara berkala.

Untuk mengecek organ hati Anda, terdapat beberapa laboratorium kesehatan di Bintaro yang dapat Anda kunjungi:

Prodia  
Ruko Kebayoran Arcade 2 Blok B3 No 33-35
Bintaro Jaya Sektor 7
(021) 2951 1799

LABORATORIUM ABC  
Ruko Kebayoran Arcade 2 Blok B1-15
Jl. Raya Boulevard, Bintaro Jaya Sektor VII
(021) 295 11 780

Laboratorium Ladira Hiba  
Jl. Kesehatan Raya No.20, RT.2/RW.6
Jakarta Selatan
(021) 9544 5669

Prima Lab Laboratorium Klnik  
Jl. Bintaro Utama 3A, Pd. Karya
(021) 735 8927

Century Laboratorium Klinik  
Jl. RC. Veteran Raya No.22, RT.4/RW.10
Jakarta Selatan
(021) 735 6282

Laboratorium Klinik Sentral  
Ruko Graha Raya Bintaro Jaya
Jl. Boulevard Graha Raya Blok G10 No.3B
(021) 5312 6168

(EGS)

 

Baca Juga