Jum. Nov 15th, 2019

SAC, Solusi Layanan Konsultasi Berbasis Data, Teknologi dan Seni untuk Dunia Marketing Komunikasi Indonesia

Pertumbuhan dan perkembangan dunia komunikasi, industri kreatif dan dunia digital di Indonesia terasa sangat signifikan dan menghasilkan dampak positif di semua sektor. Peranan teknologi dalam semua aspek kehidupan turut mengubah tata cara marketing komunikasi. Hal tersebut yang melandasi perkembangan pada Semut Api Colony dan Klix Digital, salah satu digital advertising agency lokal yang pertama di Indonesia, yang kini bertransformasi dan memperkenalkan nama baru menjadi SAC singkatan dari Science, Art & Communications, solusi layanan konsultasi marketing komunikasi berbasis data, teknologi dan seni.

Dimulai dengan transisi dan bisnis proses realignment sejak Desember 2016, akhirnya pada Oktober 2018, Semut Api Colony dan Klix Digital resmi bergabung dibawah nama SAC. Dengan menggabungkan layanan digital, konvensional, data, teknologi dan Public Relations; SAC kini lebih lengkap dalam menjawab tantangan dunia digital dan komunikasi Indonesia yang lebih tepat sasaran dan efisien.

Kreativitas tanpa batas yang didukung oleh inovasi teknologi yang relevan menjadi satu ciri khas dari dua ikon besar di dunia digital advertising Indonesia tersebut, hingga menghadirkan beragam penghargaan. Penghargaan tersebut di antaranya The Best Digital Campaign dari Bubu Awards V.06, Pinasthika Agency of The Year 2010, Gold Winner of Pinasthika Creativestival XV 2014 dan  banyak lagi.

Antonny Liem, Chief Executive Officer dari SAC mengatakan bahwa tingginya tantangan dan kompleksitas di dunia komunikasi di Indonesia membutuhkan sebuah transformasi yang signifikan.  “Tranformasi dunia digital dan komunikasi di Indonesia perkembangannya sudah sangat pesat. Sebab itu, kami sebagai enabler dari para klien, juga perlu memperkaya diri dengan ilmu baru dan layanan yang relevan. Hal ini bukan hanya untuk menjawab tantangan masa depan dengan lebih baik, tapi juga untuk berkontribusi menciptakan ekosistem dunia komunikasi dan digital di Indonesia dengan menjalankan keyakinan kami pada penggabungan science, seni dan komunikasi yang menggerakkan emosi manusia,” ujar Antonny menjelaskan.

BACA JUGA  AirAsia Beroperasi di Lokasi Baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Mulai 6 Juni 2018

Menurut Rayandityo Muktiaki, Chief Operating Officer dari SAC, terkait dengan transformasi, bukan hanya proses kerja kami, layanan baru dan nama saja, namun juga dari sisi logo terjadi perubahan yang signifikan. “Kami melakukan transformasi secara menyeluruh, termasuk logo. Untuk logo lama dengan ikon semut merah yang memang sudah sangat lama melekat, kami ganti dengan huruf S yang digambarkan seperti pengait – sebuah analogi pengait branduntuk menarik atensi konsumer – karena kami memahami bahwa yang kami lakukan adalah menjembatani kebutuhan konsumer dengan apa yang dimiliki oleh brand“, jelas Rayan.

“Kami tetap mempertahankan beberapa hal yang bagi kami masih sangat relevan dan positif untuk dipertahankan yaitu kreativitas tanpa batas, inovasi dan pemahaman mendalam pada user experience (UX) yang tampak pada lambang piramida. Warna merah pun tetap kami gunakan sebagai lambang dari semangat kami yang tinggi, pemikiran positif dan keberanian. Kita yakin, perubahan positif ini diterima oleh karyawan kami dengan suka cita, begitu juga dengan brand atau client yang akan dan sudah menggunakan layanan kami selama ini,” lanjut Rayan.

Untuk memperkuat strategi bisnis, SAC juga menggandeng perusahaan afiliasinya,  MediaXAsia (MXA), sebuah digital media agency untuk perencanaan, pembelian dan strategi kampanye online. Diharapkan kolaborasi ini akan menghadirkan sebuah kombinasi solid yang menyeluruh dalam memperkuat pelayanan SAC seterusnya di dunia industri marketing Indonesia.

(EGA)

 

Baca Juga