Royal Enfield, Sang Penakluk Himalaya

Pada ajang pameran otomotif GIIAS Expo 2016 (baca juga : Berniat Membeli Mobil/Motor? Datang Yuk ke GIIAS 2016) ada produk-produk yang lain dari yang lain. Umumnya produk-produk otomotif yang dipamerkan pada suatu pameran otomotif merupakan produk-produk dengan disain yang modern dan futuristik, namun jika kita menengok ke booth yang satu ini kita justru akan menemukan produk-produk dengan disain yang old-fashion, walaupun produk-produk yang dipajang semua merupakan barang baru. Produk yang dimaksud ini adalah sepeda motor yang mengusung brand Royal Enfield.

royal_enfield_info_bintaro

Bila kita melihat penampilan dari sepeda motor bermerek Royal Enfield ini serupa dengan disain sepeda motor yang diproduksi puluhan tahun yang lalu yang banyak beredar di Indonesia. Kita mungkin membandingkan sepeda motor ini dengan sepeda motor keluaran tahun terakhir dari berbagai brand yang terlihat sporty, garang dan kokoh dibandingkan dengan sepeda motor Royal Enfield sebagai sepeda motor yang lambat dan ringkih. Tapi siapa yang menyangka, sepeda motor Royal Enfield sudah teruji ketangguhannya di medan pertempuran di Perang Dunia I dan II maupun menaklukan kerasnya alam di wilayah pegunungan Himalaya, dimana hampir semua produk-produk otomotif baik mobil maupun sepeda motor dipastikan akan bertumbangan satu per satu.

Puncak-puncak pegunungan Himalaya terkenal dengan kondisi alamnya yang sangat ekstrim. Dengan ketinggiannya menyebabkan kadar oksigen sangat tipis yang justru sangat vital untuk menghasilkan pembakaran bagi kendaraan. Ketidaksempurnaan suplai oksigen akan menyebabkan pembakaran di mesin menjadi terganggu. Belum lagi kondisi lintasan yang berbatu tajam dengan tanjakan dan turunan yang curam menjadi faktor tersendiri yang akan berpengaruh terhadap konstruksi kendaraan. Di sinilah sepeda motor Royal Enfield, walaupun tidak menampilkan disain yang ‘wah’ ternyata mampu menunjukan kualitas dan kekuatannya.

royal_enfield_info_bintaro_1

Pada awalnya, Royal Enfield merupakan sebuah brand yang dimiliki oleh Enfield Cycle Company, sebuah perusahaan manufaktur asal Inggris. Berdiri pada tahun 1893, Enfield Cycle Company memproduksi sepeda motor, sepeda, mesin pemotong rumput dan mesin-mesin keperluan pabrik. Namun, sebenarnya Enfield Cycle Company lebihRoyal-Enfield-Logo dikenal sebagai pabrik pembuat senjata. Warisan ini terbawa saat memproduksi sepeda motor Royal Enfield, dimana logonya yang bergambar meriam dengan tagline Made Like a Gun. Sepeda motor Royal Enfield sendiri mulai diproduksi pada tahun 1901.

Pada tahun 1955, Enfield Cycle Company berpartner dengan sebuah perusahaan India, Madras Motors mendirikan sebuah perusahaan joint venture, Enfield of India yang membangun pabrik perakitan di Chennai. Sedikit demi sedikit pabrik perakitan di India ini memproduksi semua komponen dari sepeda motor Royal Enfield. Kerjasama kedua perusahaan ini berakhir pada tahun 1967, dengan ditutupnya Enfield Cycle Company. Sejak itu semua produksi dan pemasaran sepeda motor Royal Enfield dilakukan oleh Madras Motors sampai dengan saat ini.

Sepeda motor Royal Enfield telah melewati perjalanan panjang di berbagai belahan dunia, seperti Perang Dunia I dan II, dengan digunakan oleh angkatan bersenjata Inggris di berbagai medan pertempuran penting di daratan Eropa. Salah satu modelnya yang menjadi legenda di Perang Dunia II adalah Flying Flea, yang didisain ramping dan ringan. Sepeda-sepeda motor Flying Flea ini diterjunkan dengan parasut dari pesawat ke arena pertempuran yang penuh dengan ranjau untuk digunakan oleh pasukan Inggris dalam menghadapi tentara Nazi Jerman.

Setelah Enfield Cycle Company tutup dan produksinya diteruskan oleh Madras Motors, tradisi sebagai sepeda motor yang banyak digunakan oleh militer berlanjut dengan digunakannya Royal Enfield sebagai sepeda motor angkatan bersenjata India. Tidak hanya digunakan oleh militer, sepeda motor Royal Enfiled cukup banyak digemari masyarakat sipil tidak hanya di India, namun juga di daratan Eropa yang kembali dilanda demam nostalgia sepeda motor klasik pada akhir 1970-an. Penggemar-penggemar motor klasik yang terpesona dengan kisah-kisah heroik Royal Enfield pada Perang Dunia I dan II kerap menguji ketangguhan motor ini. Salah satu perjalanan fenomenal yang dilakukan sekelompok penggemar Royal Enfield adalah melakukan perjalanan dari New Delhi ke Khardung La di Pegunungan Himalaya, menempuh perjalanan sejauh 10.695 km dan mencapai ketinggian 5.682 meter di atas permukaan laut selama 40 hari.

Sepeda motor Royal Enfield memiliki 5 varian model : Classic, Rumbler, Bullet, Continental GT dan Himalayan. Mesin yang digunakan merupakan mesin 1 silinder 4 langkah dengan pengapian menggunakan 2 busi. Ada dua pilihan mesin dengan displacement 500 cc dan 350 cc. Hampir semua model-model ini merupakan model klasik, kecuali Himalayan yang merupakan varian off-road dengan disain modern. Berbagai pilihan warna tersedia.

royal_enfield_info_bintaro_2

Sepeda motor Royal Enfield di Indonesia, diageni oleh PT. Distributor Motor Indonesia (DMI). Menurut keterangan pihak DMI, walaupun pemasaran dari sepeda motor Royal Enfield ini baru dimulai dari Januari 2016, namun populasinya sudah mencapai sekitar 300 unit. Mayoritas pembelinya berasal dari wilayah Jabodetabek, bahkan ada juga pembelinya berasal dari Solo. PT. Distributor Motor Indonesia menjamin ketersediaan suku cadang dan perbaikan dengan memiliki fasilitas warehouse dan workshop di kantornya di wilayah Pejaten. Dengan kisaran harga dari mulai 6o jt-an sampai 172 jt-an (off the road), Anda bisa memilih fasilitas pembiayaan menggunakan Adira Finance atau Mandiri Tunas Finance.

Royal Enfield menawarkan pengalaman bersepeda motor yang berbeda. Saatnya Anda merasakan sepeda motor yang telah teruji ketangguhannya dengan citra klasik. Hubungi PT. Distributor Motor Indonesia untuk test drive dan informasi lebih lanjut.

PT. Distributor Motor Indonesia
Jl. Pejaten Barat No. 5
Jakarta 12510
Telp. : 021 – 7179 5082/83/84
Website : www.royalenfield.com/id

 

 

(ES)

Leave a Comment