Ming. Des 8th, 2019

Resolusi Tahun Baru. Bagaimana Mencapai dan Mempertahankannya???

Kita baru saja memasuki tahun 2019. Banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang untuk menyambut pergantian tahun. Salah satu yang cukup populer yaitu membuat resolusi. Pada dasarnya menetapkan resolusi di awal tahun bukanlah sesuatu hal yang baru.

Sejarah membuat daftar resolusi ini berawal dari orang Babilonia ribuan tahun yang lalu.Jenis resolusi bisa beragam rupa. Resolusi juga bisa dilakukan oleh berbagai kalangan dari kelompok usia dan budaya yang berbeda. Namun umumnya resolusi dibuat untuk satu tujuan, yaitu membuat perubahan, perbaikan, pengembangan atau improvement bagi diri sendiri.

Pertanyaan yang kemudian muncul setelah satu resolusi kita tetapkan yaitu, bagaimana kita mencapainya? Sejauh apa komitmen kita untuk terus mewujudkannnya? Di ranah psikologi, resolusi erat kaitannnya dengan konsep perubahan tingkah laku (behavior change), tentu saja perubahan tingkah laku ke arah yang lebih positif.

Baca Juga: Evaluasi Diri dengan Segenap Hati

Menurut penelitian The Bronfenbrenner Center for Translational Research (BCTR) Cornell University, dari total 200 orang yang diteliti, hanya 19% saja yang berhasil dan mempertahankan resolusinya selama 2 tahun, sedangkan 81% sisanya gagal. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa orang-orang yang sukses telah menggunakan berbagai strategi perubahan tingkah laku untukuntukmencapai dan mempertahankan resolusinya selama 2 tahun.

Berikut ini strategi dan tips yang dapat Anda gunakan untuk mewujudkan dan mempertahankan resolusi-resolusi Anda di tahun mendatang:

  1. Menetapkan resolusi yang SMART

Resolusi dapat dianggap sebagai goal/tujuan yang hendak kita capai dalam periode mendatang.Untuk mencapai sebuah goal secara efektif, maka kita perlu menetapkan goal dengan kriteria-kriteria yang SMART (Specifif, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-bound).

  • Specific

Resolusi hendaknya dibuat sespesifik mungkin agar dapat dipahami dengan jelas dan mempermudah kita untuk membuat rencana menjalankannya.

Baca Juga: Resolusi 2018: Turun Berat Badan dengan Diet Keto?

  • Measurable

Resolusi sebaiknya bisa diukur atau dinilai tingkat keberhasilannya. Oleh karena itu perlu mengoperasionalkan resolusi sehingga kita dapat memantau sejauhmana ketercapaiannya.

Baca Juga: Metode Diet 16:8

  • Achievable

Resolusi dibuat lebih realistis namun cukup menantang bagi kita. Resolusi yang terlalu tinggi dan ambisius justru akan mempersulit kita untuk mencapainya.

Baca juga: Resolusi 2018: Diet Ketat Miliki Resiko Eating Disorder

  • Relevant

Resolusi yang kita canangkan seyogyanya mempunyai keterkaitan dan signifikansi dengan kepentingan dan diri kita. Hindari membuat resolusi yang tidak mempunyai makna atau tidak memberi dampak pada diri kita.

BACA JUGA  Trik Meningkatkan Hasil Belajar Sesuai Gaya Belajar

Baca juga:

Waspadai Diet Ketat dan Batu Empedu
Kurang Gizi Karena Diet Mayo?

Resolusi yang masuk akal adalah sebuah resolusi yang dapat dicapai dalam tenggat waktu tertentu. Oleh karena itu dalam membuat resolusi kita juga perlu menetapkan target waktu untuk meraih dan mempertahankan resolusi.

  1. Resolusi dipecah atau dibuat bertahap dan lebih terinci

Strategi ini akan membuat resolusi menjadi lebih ringan untuk dilaksanakan dan memberi kesempatan kepada diri kita untuk  beradaptasi pada setiap tahapnya. Selain itu, cara ini juga akan mempermudah kita dalam memantau keberhasilan resolusi.

  1. Mengkontrol Situasi

Salah satu cara agar kita dapat konsisten melaksanakan dan mempertahankan resolusi dalam jangka waktu lama yakni dengan meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan situasi agar sesuai dengan resolusi yang kita tetapkan. Termasuk menghindari situasi yang membuat kita tergoda melakukan sesuatu yang menggagalkan resolusi kita.

Bila dalam resolusi, kita menetapkan akan lebih hemat uang, maka tindakan kita mengurangi jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau menghindari browsingonline shop yang menawarkan diskonakan membantu kita mempertahankan resolusi.

  1. Menetapkan Indikator keberhasilan

Dengan adanya indikator pencapaian, kita dapat memantau secara periodik sejauh apa usaha-usaha kita dalam mensukseskan dan mempertahankan resolusi. Indikator keberhasilan ini sebaiknya dibuat secara terukur, spesifik dan dampaknya langsung dapat kita rasakan.

  1. Mencatat dan merayakan keberhasilan

Memberikan self-reward atau hadiah kepada diri sendiri juga hal yang patut kita lakukan, setelah kita berusaha keras dan berjuang mencapai resolusi. Hadiah bisa berbentuk apa saja dan tidak perlu sesuatu yang berharga mahal. Yang penting adalah bagaimana mencatat dan merayakan keberhasilan ini dapat mempertahankan dan meningkatkan motivasi kita untuk terus memperjuangkan resolusi di hari-hari berikutnya.

Menetapkan resolusi di tahun baru untuk mengubah dan memperbaiki diri adalah sesuatu yang bagus dan positif, namun tidak gampang dilaksanakan atau diwujudkan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda mencoba strategi-strategi di atas agar resolusi tahun baru Anda tercapai.

Selamat mencoba!

Penulis:
Supriyanto, S.Psi. M.Si
Staf Pengajar Prodi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya Bintaro

Referensi:

BACA JUGA  Belajar dari Dongeng atau Cerita Rakyat Indonesia

Johnson, D. & Johnson, F. (2009). Joining Together: Group Theory and Group Skills 10 Ed. Pearson.Kimberley Key. Attainable New Year’s Resolutions. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/counseling-keys/201512/attainable-new-years-resolutions

The Bronfenbrenner Center for Translational Research. How Keep Your New Years Resolutions. Diakses dari: https://www.psychologytoday.com/us/blog/evidence-based-living/201712/how-keep-your-new-years-resolutions

Baca Juga