Sen. Des 9th, 2019

Resolusi 2018: Turun Berat Badan dengan Diet Keto?

Diet keto merupakan diet yang membatasi konsumsi karbohidrat secara ketat, dengan tujuan membuat tubuh jatuh dalam keadaan ketosis. Dalam keadaan normal, ketosis terjadi saat seseorang tidak mengonsumsi karbo atau mengonsumsi sedikit sekali karbohidrat. Kekurangan karbohidrat membuat kadar glukosa turun dalam tubuh, sehingga tubuh mulai memecah lemak untuk dijadikan sebagai sumber energi. Hal ini membuat hasil pemecahan lemak yang disebut keton menumpuk dalam tubuh. Simak ya penjelasannya di https://www.youtube.com/watch?v=ycrLy9En8M4

Ketosis sebenarnya merupakan bentuk ringan dari ketoasidosis. Ketoasidosis biasanya menyerang penderita diabetes tipe 1, dan merupakan penyebab kematian utama pada penderita diabetes di bawah usia 24 tahun. Namun, terlepas dari fakta ini, beberapa ahli mengatakan bahwa keadaan ketosis tidaklah berbahaya. Beberapa penelitian bahkan mengatakan bahwa diet ketogenik dapat dikatakan aman bagi penderita obesitas atau orang yang kelebihan berat badan.

Menurut ahli nutrisi asal New York, Maya Feller, diet keto memang bisa membantu menurunkan berat badan. “Benar, diet ini bisa menurunkan berat badan,” kata Feller kepada ABC News, dikutip Senin (8/1/2018).

Bedanya, diet keto dirancang untuk membuat tubuh masuk dalam keadaan yang disebut ketosis. Yakni sebuah kondisi ketika asupan karbohidrat sangat rendah, sehingga membakar lemak agar tubuh bisa berenergi.

Untuk bisa mencapai ketosis, diet keto meminta orang yang mengikutinya untuk fokus mengonsumsi makanan tinggi lemak dan protein tapi rendah karbohidrat. Asupan karbohidrat pengikut diet keto hanya sekitar 10 persen dari asupan makanan mereka sehari-hari. Jumlah karbohidrat itu setara dengan satu potong roti per hari seperti disampaikan Feller.

Manfaat diet ketogenik

Diet keto pertama kali diperkenalkan oleh dr. Gianfranco Cappello, seorang profesor dari Universitas Sapienza di Italia. Dalam penelitiannya, sebanyak lebih dari 19.000 peserta diet keto mengalami penurunan berat badan yang cepat dengan efek samping yang minimal. Selain itu, kebanyakan peserta juga tidak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan setelah satu tahun.

Menurut laporan penelitiannya, rata-rata peserta mengalami penurunan berat sebesar 10,2 kg setelah 2.5 siklus diet ketogenik. Capello menyimpulkan bahwa metode diet ini merupakan cara yang baik untuk menurunkan berat badan pada penderita obesitas dengan efek samping seperti kelelahan yang minimal.

Kekurangan Diet Keto

Lisa Cimperman, seorang ahli nutrisi dari Cleveland, kurang setuju terhadap diet jenis ini. Beliau menjelaskan bahwa berat yang berkurang saat seseorang menjalani diet ketogenik adalah berat air dalam tubuh. Saat tubuh masuk ke dalam keadaan ketosis, seseorang akan segera kehilangan massa otot dan menjadi sangat kelelahan. Simak ya faktor negatif lain dari diet keto di https://www.youtube.com/watch?v=LAanOxVPFdk

BACA JUGA  Resolusi 2018: Harus Bisa Memasak Beef Steak Lebih Enak!

Singkatnya, pada fase ini, seseorang akan masuk ke dalam fase kelaparan. Dan saat seseorang berada pada fase kelaparan, maka orang tersebut cenderung akan lebih sulit kehilangan berat badan

Masih banyak pertanyaan mengenai komposisi tubuh apakah berat badan yang berkurang itu benar-benar lemak yang hilang atau otot yang hilang. Simak di https://www.youtube.com/watch?v=18_9fh2Hm5U

Ahli nutrisi lain pun mengatakan bahwa diet ini harus dikontrol ketat oleh tenaga medis dan hanya boleh dilakukan dalam waktu yang singkat. Menurutnya, metode ini hanya boleh dilakukan pada kasus yang ekstrem dan lebih banyak memberi kerugian daripada keuntungan apabila diterapkan pada populasi kebanyakan. Diet ketogenik dapat merusak otot, termasuk otot jantung. Ia berpendapat bahwa masih banyak metode diet lain yang lebih menguntungkan.

Resiko Stroke

Asupan karbohidrat yang rendah, tubuh akan mencari sumber energi dari lemak hati. Dalam diet keto tidak ada glukosa sebagai insulin sehingga tubuh memakan lemak sebagai cadangan. Sayangnya lemak yang dipecah ini akan mengalir ke darah dan berefek buruk pada pembuluh darah. Risiko ini dapat meningkat jika ada anggota keluarga yang juga memiliki riwayat jantung koroner dan stroke. Belum lagi jika sumber lemak yang dikonsumi pelaku diet keto berasal dari golongan lemak tak sehat.

Kita patut sadar bahwa penurunan berat badan tidak semata-mata lewat diet namun juga melakukan olah raga teratur.

Catering Diet Keto

Saat ini sudah ada beberapa catering yang dapat membantu Anda yang mau menjalankan diet keto:

  1. Catering MioBio Cooking, WA-0812-8716-0684 (jam 9.00-10.00). Instagram: @miobio_cooking.
  2. Diet Keto Frozen, WA: 62 897-8408-874, LINE: paketdietfrozen, Instagram: @dietketofrozen. Harga cateringnya sebagai berikut: Rp. 650.000 untuk 6 hari (2 kali sehari). Atau Rp. 1.200.000 untuk 12 hari (2 kali sehari)

Martabak Keto

Bagi Anda yang suka martabak india alias martabak telor dan sedang menjalani diet keto, sekarang ada kabar gembira. Di Bintaro ada MARTABAK DAGING KETO yang  dibuat khusus tidak menggunakan tepung terigu, atau pun bahan berbasis gula. Acar pun tidak memakai gula. Namun lezatnya tidak kalah dengan martabak telor pada umumnya.

BACA JUGA  Secangkir Kopi Bagi Tanah Air dari Baracik Coffee
Martabak Daging dari Mie Aceh Benerr Meriaah

Martabak ini bisa untuk makan di tempat, atau pun pesan online melalui #gofood atau #grabfood dari Mie Aceh Benerr Meriaah yang ada di Culture Kitchen. Selamat mencoba !!

Info lebih lanjut:
Mie Aceh Benerr Meriaah
Culture Kitchen Bintaro Sektor 9
Jalan Bintaro Utama 9 Blok HB1 No.19
Buka setiap hari Selasa – Minggu pukul 10.00 – 21.00 (Senin tutup)
Instagram: @mieaceh_benerrmeriaah

(EGS)

 

Baca Juga