Remaja dan Body Image

Ketika seseorang memasuki periode remaja, yaitu antara 11-20 tahun, maka terhitung sejak pubertas ia mulai menjalani transisi menuju kedewasaan dan menjalani tugas perkembangan mencari identitas, menjalin hubungan sosial dan memperoleh kemandirian. Proses membangun citra tubuh (body image) termasuk di dalam tugas tersebut. Hal ini karena pada tingkatan usia remaja, mereka masih memiliki pandangan yang sangat subjektif mengenai dunia, seperti belum bisa menerima dengan baik sudut pandang orang lain termasuk pandangan mengenai bentuk tubuh ideal yang seharusnya dimiliki.

Body image sendiri merupakan penilaian dan perasaan seseorang tentang bentuk dan ukuran tubuhnya sendiri berdasarkan penilaian pribadi maupun orang lain. Hal ini dipengaruhi banyak faktor, antara lain usia, jenis kelamin, media massa, teman sebaya, dan orang tua. Remaja dengan body image positif lebih mudah menerima keadaan tubuhnya dan cenderung lebih percaya diri; sebaliknya mereka yang memiliki body image negatif berpotensi terhambat menjalin hubungan dengan orang lain.

Body image positif sangat penting bagi remaja terutama remaja perempuan karena dapat memberikan perasaan nyaman terhadap tubuh sendiri dan lebih mudah diterima kelompok sosial. Mereka mempercayai bahwa penampilan yang baik atau body image positif merupakan hal yang menentukan dirinya diterima atau tidak oleh lingkungan. Pada masa ini, remaja memiliki kesadaran mengenai tubuh dan cenderung sensitif terhadap kritik orang lain. Sensitivitas terhadap kritik dari orang lain dapat membuat mereka mengembangkan perasaan negatif terhadap bentuk tubuh.

Sayangnya, remaja cenderung khawatir dengan bentuk tubuh dan berat badan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini berdampak pada usaha berlebihan untuk mengontrol berat badan yang umumnya terjadi pada remaja perempuan dibandingkan remaja laki-laki. Padahal pada masa pubertas, normal bagi remaja perempuan untuk mengalami kenaikan berat badan. Mereka tidak puas dengan penampilan dan memiliki citra tubuh negatif berpotensi mengalami gangguan pola makan (eating disorder).

Selain itu, remaja perempuan cenderung memiliki standar kecantikan mengenai penambilan dan bentuk tubuh yang ideal seperti kulit putih, hidung mancung, rambut panjang dan tubuh langsing. Media massa juga mempengaruhi citra tubuh individu di mana perempuan cenderung membandingkan diri dengan model kurus yang mereka anggap menarik.

Body image negatif lebih banyak ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Perempuan lebih peduli terhadap penampilan fisik dan memiliki pandangan tersendiri mengenai body image. Perempuan cenderung merasa tidak puas akan tubuh sendiri dan memberikan perhatian lebih pada penampilan. Hal ini berkontribusi pada fenomena hypercare yaitu upaya perawatan dan penyempurnaan penampilan tubuh secara berlebihan dengan bantuan kemajuan teknologi kosmetik dan medis.

Citra tubuh remaja terbentuk seiring pertumbuhan fisik dan kematangan mental. Orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan body image positif pada remaja. Hal ini karena selama masa perkembangannya, remaja cenderung melihat pada figur yang akan menjadi panutannya dalam melakukan segala tindakan serta figur yang dapat memberikan pandangan mengenai body image mereka. Faktor lainnya yaitu teman sebaya atau peer, di mana remaja cenderung membandingkan fisik dan penampilannya dengan teman sebayanya dan umpan balik yang diterima mempengaruhi konsep diri termasuk perasaan tentang penampilan fisik mereka sendiri.

Oleh karena itu, body image positif pada remaja dapat dikembangkan melalui orang tua dan teman sebaya – yang memiliki pandangan positif tentang tubuh mereka serta memberikan penilaian positif terhadap tubuh si remaja tersebut. Mengingat pentingnya memiliki body image positif pada remaja perempuan, orang tua dan sesama teman sebaiknya ikut berkontribusi positif mengembangkan hal ini.

Artikel ini disusun oleh:

  • Rismanino Chandra, Mahasiswi Program Studi Psikologi UPJ yang sedang menyusun skripsi tentang body imagedan kelekatan (attachment) dengan orang tua dan teman sebaya,  dengan fokus pada remaja perempuan yang menyandang penyakit Lupus yang menyebabkan gangguan fisik seperti ruam dan koreng.
  • Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo, Dosen Program Studi Psikologi UPJ

Referensi

  1. Cash, T. F., & Pruzinsky, T. (2002). Body image: A handbook of theory, research and  clinical. New York: Guilford Publications.
  2. Destiani, T. (2016). Apakah anda tahu jika body image bisa sebabkan krisis percaya diri pada anak dan remaja?. Diunduh dari http://www.ants.harianbernas.com/berita-17428-Apakah-Anda-Tahu-Jika-Body-Image-Bisa-Sebabkan-Krisis-Percaya-Diri-pada-Anak-dan-Remaja.html
  3. Honigman, R., & Castle, D. J. (2007). Living with your looks. Victoria: University of Western Australia Press.
  4. Januar, V., & Putri, D. E. (2007). Citra tubuh pada remaja menikah dan memiliki anak. Jurnal Psikologi. Depok: Universitas Gunadharma.
  5. (2008). Manipulasi dan dehumanisasi perempuan dalam iklan. Yogyakarta.
  6. Kim, J., & Lennon, S. J. (2007). Mass media and self-esteem, body image, and eating disorder tendencies. Clothing and Textiles Research Journal.
  7. McCabe, M., Ricciardelli, L., & Banfield, S. (2001). Body image, strategies to change muscles and weight, and puberty. Do they impact on positive and negative affect among boys and girls?. International Journal of Eating Disorders.
  8. Melliana, A. (2006). Menjelajah tubuh: Perempuan dan mitos kecantikan. Yogyakarta: Lkis.
  9. Papalia, E. D., Olds, W. S., & Feldman, D. R. (2004). Human development. (10th). New York: McGraw-Hill.
  10. Santrock, J. W. (2003). Adolescence. New York: McGraw-Hill.
  11. Santrock, J. W. (2007). Child development. New York: McGraw-Hill.
  12. Santrock, J. W. (2011). Life-span development. (13th Ed.). Avenue of the Americas, New York: McGraw-Hill.
  13. Thompson, J. K. (2003). Body image and eating disorder: An intergrative guide for assessment and treatment. USA: American Psychological Association.
  14. William, E. F. (2004). The body image quality of life inventory further validation with college men and women. Body Image: An International Journal of Research.