Refleksi Diri: Cinta Seperti Apa Yang Kita Miliki?

 

Tanggal 14 Februari lalu dikenal sebagai hari Valentine atau hari kasih sayang. Apakah kita iri melihat mesranya orang lain merayakan hari Valentine? Membandingkan dengan diri kita dan pasangan kita. Apakah kita berpikir bahwa hubungan kita tak sebahagia orang lain?

Di era sosmed seperti sekarang ini sering kita menemukan pasangan baru yang mengumbar kemesraan di akun sosmed mereka. Di sisi lain ada pula pasangan yang belum lama menjalin hubungan tampak kerap terlihat cekcok. Ironi lain, ada seseorang yang selalu memuja pujaan hati yang nyatanya tidak pernah ia dapatkan. Namun juga ada pasangan yang menikah lebih dari 50 tahun, tetap hidup bersama hingga maut memisahkan. Menanggapi hal ini, terkadang kita bertanya-tanya. Mengapa hubungan percintaan itu beragam?

Menurut Santrock (2011), terdapat empat tipe hubungan percintaan yaitu romantic love, affectionate love, consummate love dan infatuation. Romantic love adalah jenis yang mempunyai komponen seksualitas dan perasaan tergila-gila pada pasangan yang kuat. Tipe percintaan romantic love biasanya dirasakan di masa awal hubungan.

Ketika mengalami tipe ini, seseorang seringkali merasakan campuran emosi seperti kemarahan, hasrat, kesenangan, dan kecemburuan dalam satu waktu. Pasangan baru umumnya memperlihatkan cinta dan kebahagiaan melalui berbagai hal seperti mengunggah foto-foto kebersamaan di media sosial, mengenakan pakaian couple, hingga berjalan kemanapun dengan bergandengan tangan.

Tipe hubungan percintaan berikut adalah affectionate love, di mana cinta bukan gairah semata. Affectionate love adalah tipe yang muncul ketika kita ingin dekat dengan seseorang dan mempunyai perasaan kasih sayang mendalam pada orang tersebut. Di awal, hubungan mungkin ditandai dengan romantic love, namun seiring cinta bertumbuh, gairah berubah menjadi kasih sayang.

Tipe hubungan seperti ini biasa kita lihat pada pasangan yang telah lama menikah, di mana pasangan saling memberi kasih sayang namun tidak lagi memperlihatkan tingginya gairah seperti pada masa-masa awal menjalin hubungan. Dapat disimpulkan bahwa apabila kita telah lama menjalin hubungan dan pasangan kita tidak lagi memperlihatkan gairah, bukan berarti ia tidak lagi cinta. Cinta yang ada boleh jadi telah tumbuh dewasa dan gairah pun telah berubah menjadi kasih sayang yang dalam.

Selanjutnya, terdapat tipe hubungan consummate love. Menurut Sternberg, consummate love adalah bentuk hubungan percintaan yang paling kuat. Hal ini karena consummate love mempunyai komponen gairah (ketertarikan fisik dan seksual pada satu sama lain), komponen keintiman (perasaan emosional akan kehangatan, kedekatan, dan berbagi dalam hubungan), serta komitmen (proses kognitif pada hubungan dan intensi mempertahankan hubungan walau menghadapi berbagai masalah) di dalamnya. Tipe hubungan seperti ini dapat dilihat pada pasangan yang sudah lama menikah namun tetap menunjukkan bahwa mereka tengah jatuh cinta.

Terakhir, terdapat tipe hubungan percintaan yang paling lemah yaitu fatuous love. Hal ini karena fatuous love mempunyai aspek keintiman dan komitmen yang sangat rendah. Tipe hubungan percintaan seperti ini dapat dilihat ketika seseorang menyukai orang lain namun tidak mempunyai keinginan berhubungan lebih jauh. Contoh tipe ini adalah ketika seseorang terlibat dalam perselingkuhan yang didasari oleh nafsu belaka dan rasa suka yang bersifat sementara.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat empat tipe hubungan percintaan yaitu romantic love, affectionate love, consummate love, dan fatuous love. Tiap tipe hubungan percintaan memiliki karakteristiknya masing-masing. Bercermin dari diri kita sendiri, kira-kira termasuk ke dalam tipe hubungan percintaan manakah kita?

Penulis:
Eriska Yunisha dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo
Program Studi Psikologi Fakultas Humaniora dan Bisnis Universitas Pembangunan Jaya

Referensi
Santrock, J. W. (2011). Life-span development. 13th ed. New York: McGraw Hill