Jum. Des 6th, 2019

Pentingnya Kompetensi Wirausaha

Menghadapi persaingan ekonomi yang semakin pesat dan berkembang, dibutuhkan pelaku-pelaku ekonomi yang kuat dan mampu bersaing di tingkat regional, nasional dan global. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan pelaku ekonomi yang bisadiandalkan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Pelaku ekonomi tersebut dapat bermacam-macam. Salah satunya adalah wirausaha.

Wirausaha adalah orang yang kreatif, dinamis dan inovatif, dan mau mengambil berbagai jenis resiko dan berani menghadapi semua tantangan yang tidak dapat diprediksi dan diramalkan sebelumnya. Wirausaha sendiri memainkan peran dalam mengatasi berbagai problem pembangunan ekonomi seperti kemiskinan, tingginya jumlah pengangguran, rendahnya daya beli, sulitnya penciptaan lapangan usaha dan kerja, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Terhitung dari jumlah pengusaha kecil sampaipengusaha besar, hanya terdapat sekitar 620 ribu wirausaha di Indonesia yang menyebabkan jumlah rendahnya wirausaha Indonesia. Pada tahun 2017, jumlah wirausaha di Indonesia masih berkisar 3 persen dari jumlah penduduk. Angka tersebut masih sedikit jika dibandingkan negara lain seperti Malaysia 5 persen, Singapura 7 persen dan Jepang 11 persen.Terlebih dengan adanya sistem MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang diresmikan pada tanggal 1 Januari 2016 membawa wirausaha di Indonesia semakin sulit bersaing dengan pasar global.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan sistem perdagangan atau free trade antara negara anggota ASEAN. MEA sendiri memiliki tujuan untuk melakukan perubahan pada bagian ASEAN menjadi suatu kawasan yang makmur, stabil, dan bisa bersaing dalam perkembangan ekonomi yang berlaku adil dan dapat mengurangi kesenjangan dan kemisikinan sosial ekonomi. Pelaksanaan MEA ternyata menyebabkan kekhawatiraan pada wirausaha di Indonesia. Alasananya, mereka takut gagal dalam bersaing dengan wirausaha dari global. Jika bersaing dengan lingkup regional saja susah, bagaimana dengan bersaing dengan lingkup global?

Perusahaan-perusahaan Indonesia dalam MEA dituntut untuk mampu bersaing secara profesional pada skala dunia (global) sehingga mereka dapat survive dan bahkan berkembang. Oleh karena itu, wirausaha harus memiliki kompetensi agar mampu bersaing dengan pasar global. Kompetensi adalah kemampuan seseorang atau individu, suatu organisasi (kelembagaan), atau suatu sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.

Kompetensi merupakan suatu karakteristik dari seseorang yang memiliki keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge) dan kemampuan (abilities) untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Ketiga karakteristik diatas merupakan bagian terpenting dari kompetensi seorang wirausaha. Ketiga karakteristik tersebut tidak bisa dihilangkan dan dipisahkan satu sama lain.

BACA JUGA  Memahami Survey Menjelang Pilpres

Knowledge dalam kompetensi dapat digunakan untuk menemukan sebuah peluang usaha.Skill dalam Kompetensi meliputiTechical Skill, Conceptual Skill dan yang terpenting Human Skill. Abilities dalam kompetensi dapat digunakan untuk collect, process, apply, dan menggunakan pengetahuan yang telah wirausaha punya untuk memanfaatkan sumber daya dalam memajukan wirausaha mereka.

Dengan karakteristik tersebut, kompetensi menjadi sangat penting untuk seorang wirausaha karena kompetensi merupakan kata kunci terpenting di dunia wirausaha pada saat ini. Selain berguna untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas, kompetensi juga berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dalam hal ini peran pemerintah juga diperlukan untuk mendukung pengembangan kompetensi wirausaha di Indonesia.

Tim Penulis

Herlita (Mahasiswa) dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo (Dosen)
Program Studi Psikologi – Fakultas Humaniora dan Bisnis
Universitas Pembangunan Jaya

 Referensi

Author. (2017). Kompetensi adalah bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan. Diakses pada tanggal 10 Maret 2018 Melalui https://biz.kompas.com/read/2017/07/24/153000528/kompetensi-adalah-bagian-penting-dari-upaya-meningkatkan-kesejahteraan

Frinces, Z. H. (2010). Pentingnya Profesi Wirausaha di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Pendidikan7(1). Diakses pada tanggal 10 Maret 2018 melalui https://journal.uny.ac.id/index.php/jep/article/view/576

Hanantijo, D. (2013). Strategi sdm dalam menghadapi persaingan global. Diakses pada tanggal 12 Maret 2018 melalui stia-asmisolo.ac.id/jurnal/index.php/jmbb/article/download/10/9

Markman, G. D. (2007). Entrepreneur’s competencies. Dalam Baum, J. R, Frese, M., & Baron, R.A., The psychology of entrepreneurship (70-81). New Jersey : Lawrence Erlbaum Associates Inch.https://pdfs.semanticscholar.org/a19c/b0e26c78b7aa9e554cfda3d5ae575e0c1833.pdf

Martini, T. (2018). Kompetensi usaha mikro kecil & menengah (umkm) kota bandung dalam mengahadapi persaingan masyarakat ekonomi asean (mea). Jurnal Penelitian Pendidikan17(3), 220-235. Diakses pada tanggal 10 Maret 2018 melalui https://ejournal.upi.edu/index.php/JER/article/view/9616

Nawangpalupi, C. B., Sadiyoko, A., Setyamichelle, N., & Soedjito, F. (2016). Identifikasi karakteristik wirausaha muda UNPAR. Research Report-Engineering Science2.Diakses pada taggal 12 Maret 2018 melalui http://journal.unpar.ac.id/index.php/rekayasa/article/view/1674

Prahara, H. (2017). Ekonomi Digital Masa Depan Kewirausahaan Indonesia. Diakses pada tanggal 10 Maret 2018 melalui https://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/30/111300626/ekonomi-digital-masa-depan-kewirausahaan-indonesia

Suprayitno, A., Natsir, M., Haryono, A. (2017). peningkatan kompetensi wirausaha melalui perubahan strategi usaha untuk kinerja yang berkelanjutan. Diakses pada tanggal 10 Maret 2017 melalui https://seminar.unmer.ac.id/index.php/senasif/2017/paper/viewFile/18/25

Baca Juga

Tinggalkan Balasan