Rab. Nov 20th, 2019

Pengen Makan Duren Yang Disantap Presiden Jokowi?

Jokowi ajak ibunya dan cucunya menyantap durian di Ucok Durian, Medan. Sumber: Detik.com

Baru-baru ini presiden Jokowi mengadakan acara nguduh mantu di Medan. Salah satu agenda tidak resminya adalah menikmati durian Medan. Apa sih istimewanya durian Medan? Durian Medan itu berasal dari beberapa wilayah di Sumatera Utara yang memang kondisi alamnya banyak ditumbuhi oleh pohon durian. Sedangkan kota Medan merupakan Ibu Kota dari Provinsi Sumatera Utara. Memang sih wajar saja jika durian di wilayah Sumatera Utara dikenal dengan nama Durian Medan.

Di kota Medan salah satu kedai duren yang terkenal adalah Ucok Durian di Medan. Simak di video ini: https://www.youtube.com/watch?v=uk_oNo-hQFU&feature=youtu.be

Kata orang “Belum ke Medan kalau tidak mampir ke Ucok Durian”. Ungkapan itu muncul karena merek warung durian milik Zainal Abidin atau karib disapa Ucok sudah melegenda sekarang. Kedai Ucok memang bisa dibilang cukup berumur, sudah puluhan tahun. Meski demikian, namanya baru tenar dalam hitungan 10 tahun belakangan.

Dalam wawancara dengan Kompas.com terungkap bahwa dulu, Ucok juga merangkak dari bawah, memulai berjualan durian dari kaki lima. Jangan dilihat kondisi sekarang. Kalau dirunut sejarahnya, kata Ucok, ia sudah berhadapan dengan durian sejak 34 tahun lalu. Namun, dia baru punya usaha sendiri sejak sekitar 25 tahun lalu.

Sukses jelas tidak datang begitu saja. Laiknya bisnis lain, kata Ucok, ada jatuh bangun dalam dia berjualan durian ini. “Usaha macam ini dulu kalau mau tambah modal dengan pinjam uang dari bank pasti tidak bisa. Mana ada bank yang percaya warung durian bisa besar dan menguntungkan,” ungkap Ucok sembari tertawa.

Ucok teringat kembali saat-saat awal memulai warung duriannya. Mencari nafkah dari buah dengan kulit tebal berduri itu dilakoninya sejak ia putus sekolah. Teman-teman seusianya kala itu masih  belajar di bangku sekolah menengah pertama (SMP), Ucok sudah berjualan durian. “Pada 1980an awal, saya bantu-bantu para penjual durian di sepanjang Jalan Iskandar Muda, Medan,” kata Ucok.

Saat itu, lanjut Ucok, pedagang adalah petani yang menjual hasil panennya dan pedagang biasa yang membeli durian dari kebun-kebun milik petani di Sumatera. “Mereka tidak jualan tiap hari. Jadi kalau ada musimnya saja,” ujar dia. Di sana, tugas Ucok adalah mengangkut durian. Agar penghasilannya bertambah, ia tak hanya membantu satu orang tetapi sekaligus banyak pedagang.

“Satu hari bisa dapat Rp 2.500 sampai Rp 10.000. Saat itu, uang segitu sudah besar dan bisa ditabung. Saya pikir lumayan juga ya asyik jual durian untungnya pasti banyak, bisa lima kali lipat yang saya dapat,” tutur Ucok tentang awal kepikiran berjualan durian sendiri.

BACA JUGA  Fish and Chips Kaki Lima Ala Fish Streat Taman Jajan Bintaro

Sejak itu, kesempatan jadi kuli angkut dimanfaatkan Ucok untuk sekalian belajar. Pedagang-pedagang durian itu kerap mengajak Ucok keliling kampung untuk mencari daerah mana yang sedang musim.  Sampai akhirnya, pada 1990an, Ucok mantap buka usaha.

“Nah kenapa saya bisa jualan setiap hari sekarang seakan-akan di Medan selalu ada musim durian? Ilmunya dari sana,” imbuhnya. Dari hasil belajar saat muda itulah, Ucok tahu kalau durian Medan “punya musim” setiap Juni sampai November. Nah, di bulan lainnya, ia cari durian dari kota lain seperti Pekanbaru, Padang, dan Jambi.

Selain mencermati “musim” durian per lokasi, Ucok juga menjaga hubungan baik dengan para petani dan tengkulak durian untuk memastikan pasokan. Saat “musim” durian meleset, mereka yang membantu Ucok mencari pasokan.

Rahasia Durian Ucok laris manis

Saat ini, warung durian Ucok memasok 6.000 buah durian setiap hari. Dari jumlah itu, penjualan dia sebut bagus kalau laku 3.000-an durian per hari. Resep suksenya, durian yang dirasa pembeli tak enak bisa ditukar. Tidak ada tambahan harga. Nah bagaimana nasib durian-durian yang terlanjur dibuka tetapi tak sesuai selera pembeli? Rupanya Ucok punya cara sendiri.

Gerai Ucok Durian di Taman Jajan Bintaro

Durian yang tak sesuai selera pembeli dia pasok ke usaha rumahan pembuat aneka camilan berbahan dasar buah durian. Dengan begitu, kata Ucok, tak ada durian yang terbuang percuma. Selain itu, nilai lebih dari warung milik Ucok adalah buka 24 jam. Tak disangka,  itu jadi daya tarik tersendiri.

Kini, per hari Ucok bisa menjual minimal 1.000 buah durian. Harga yang ditawarkan variatif, mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 50.000, tergantung ukuran dan rasa.

Promo Grand Opening

Buat para penggemar Ucok Durian di Medan, ada kabar gembira nih. Baru-baru ini Ucok Durian membuka cabangnya di Bintaro dan Lebak Bulu. Dan pada tanggal 28 dan 29 Januari 2018 Anda dapat memperoleh promo grand opening yakni durian kupas (20 biji) yang harganya Rp. 110.000 menjadi Rp. 85.000. Bahkan jika Anda share ke socmed jadi 79.000 saja per boxnya. Catat jam bukanya yakni Pk. 12.00 – 23.00 WIB

Menu

Ada beragam menu tersedia di outlet Ucok Durian Bintaro. Mulai dari durian kupas, pancake durian, daging durian 1 kg, pancake durian, jus durian, sop durian, ice cream durian, durian sticky rice (ketan durian), dengan harga mulai dari Rp. 12.000.

BACA JUGA  Foyer Cafe, Tempat Nongkrong di Bintaro Bergaya Minimalis

Baca juga: https://www.infobintaro.com/21-mini-warna-rainbow-dari-pancake-duren-hasan/

Tidak hanya menu durian, outletnya di Taman Jajan Bintaro juga menyediakan Indomie rebus dengan berbagai pilihan topping, french fries dan spagetti bolognese serta mango sticky rice. Plus aneka minuman ringan dengan harga mulai Rp. 4.000,-

Info lebih lanjut:
Ucok Durian Bintaro
Taman Jajan CBD Bintaro Sektor 7 (samping Swalayan Hari-Hari). .
WA: 0821-1277-3303
Instagram: @ucokdurian.bintaro

(EGS)

 

Baca Juga