Sab. Okt 19th, 2019

Penampilan Duel Otak Siswa Student Memory Course Di Gramedia Emerald

Kemampuan mengingat seseorang merupakan hal yang sangat penting, namun kemampuan mengingat ini seringkali terabaikan. Padahal kemampuan mengingat sesorang merupakan salah satu kunci untuk menyerap berbagai pengetahuan mau pun bersosialisasi dalam kehidupannya. Contoh-contoh yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari yang menunjukkan betapa kurangnya kita melatih daya ingat seperti kita mencari-cari kacamata yang sedang kita gunakan, atau kita lupa dengan nama seseorang yang baru kita kenal, atau kita merasa mengenal wajah seseorang, namun kita lupa dengan nama orang tersebut. Hal ini diperparah dengan ketergantungan kita pada teknologi, misalnya smartphone. Sehingga segala hal kita simpan dalam smartphone dan kita merasa kita tidak dapat berbuat apa-apa tanpa adanya smartphone tersebut.

Kemampuan mengingat dapat dilatih, namun dengan tidak adanya suatu metode yang sistematis, kemampuan mengingat kita tidak banyak berkembang. Membiarkan kemampuan mengingat tidak berkembang akan mengakibatkan seseorang menjadi lebih cepat mengalami pikun.

Untuk menunjukkan kemampuan mengingat yang dilatih secara sistematis dapat meningkat secara signifikan, Gramedia Academy mengadakan seminar Student Memory Course di Gramedia Emerald Bintaro, pada hari Minggu, 22 Mei 2016, pukul 13.00-15.00 (baca juga : Meningkatkan Kemampuan Mengingat Anak Dengan Student Memory Course). Seminar yang menghadirkan World Grandmaster of Memory yang dimiliki Indonesia, yaitu Yudi Lesmana sebagai pembicara ini, memiliki agenda utama untuk mendemonstrasikan kemampuan siswa-siswa dari Student Memory Course yang telah mengikuti Student Memory Course selama beberapa waktu.

student_memory_course_emerald_1

Yudi Lesmana yang juga pemegang berbagai medali emas di berbagai kejuaraan memorizing tingkat dunia, disamping salah satu dari 16 orang pemegang gelar Asia Memory Master, memaparkan kemampuan mengingat dapat dilatih dengan beberapa metode, salah satunya adalah Metode Rantaian. Yudi mengambil contoh, dalam kasus mengingat wajah dan nama, langkah-langkah yang dilakukan dengan menggunakan Metode Rantaian adalah:

  1. Pastikan mendengar nama yang disebutkan dengan jelas.
  2. Gunakan nama orang yang baru dikenal pada awal percakapan dengan menyebutkannya.
  3. Hubungkan nama tersebut dengan kemiripan dengan seseorang yang sudah dikenal lebih dulu, misalnya tokoh-tokoh terkenal.
  4. Hubungkan juga dengan aktivitas rutin atau suatu pekerjaan.
BACA JUGA  Training Kepemimpinan Bagi Rektor dan Dekan PTS Indonesia Melalui Pendanaan Jerman

Yudi mendemonstrasikan cara melatih ingatan dengan Metode Rantaian dengan menunjukkan gambar tokoh-tokoh terkenal yang diacak. Peserta seminar diajak untuk mengingat nama-nama yang sudah diacak dari tokoh-tokoh tersebut dengan menggunakan Metode Rantaian. Demonstrasi cara melatih ingatan wajah kemudian disambung dengan demonstrasi mengingat susunan angka sebanyak 24 angka yang disusun secara acak.

student_memory_course_emerald_3

Selain kemampuan mengingat wajah dan angka,Yudi juga memberikan contoh lain dalam mengingat kata. Yudi menyampaikan, berdasarkan riset umumnya orang hanya dapat mengingat 7 ± 2 kata dari 15 kata yang diberikan. Dengan menggunakan Metode Rantaian, kita harus memvisualisasikan setiap kata menjadi gambar dalam pikiran kita, kemudian kita merangkaikan gambar yang satu dengan gambar berikutnya dan kaitkan dengan suatu tokoh. Sebagai contohnya, Yudi meminta salah seorang peserta seminar yang merupakan orang tua untuk maju dan mengingat 15 kata acak yang dituliskan di flipchart. Ternyata apa yang disampaikan oleh Yudi terbukti, ibu tersebut hanya dapat mengingat secara benar maksimum 9 kata yang dikategorikan sangat baik.

student_memory_course_emerald_5

Sebagai pembanding, Yudi mengajak beberapa siswanya untuk mendemonstrasikan kemampuan mengingat yang telah dilatih melalui program Student Memory Course dengan menggunakan 20 kata acak. Siswa pertama, Najwa, dapat mengingat 16 kata secara benar dengan urutan kata pertama sampai dengan yang terakhir. Sedangkan siswa kedua, Rayan, dapat mengingat dengan keakuratan 100% dari kata yang terakhir sampai pertama, dengan menggunakan metode lainnya, yaitu Metode Lokasi. Disamping kedua siswa ini, Yudi mengajak 2 siswa lain untuk mendemonstrasikan kemampuannya. Kedua siswa ini, Flory dan Ziza, walaupun baru mengikuti kursus selama 7x pertemuan ternyata dapat mengingat 20 kata secara benar dengan keakuratan berkisar 80-90%.

Pada akhir dari seminar ini disampaikan pemberian sertifikat kepada 2 siswa yng telah menyelesaikan 1 level kursusnya untuk naik ke level berikutnya, yaitu Rayan dan Najwa.

student_memory_course_emerald_4

Pada pukul 15.00 seminar pun berakhir. Bagi Anda yang belum berkesempatan untuk mengikuti seminar ini, Anda dapat mengikuti seminar berikutnya yang akan berlangsung pada hari Minggu, 29 Mei 2016, pukul 13.00-15.00 di Gramedia Plaza Bintaro. Seminar ini akan menampilkan sharing dari peserta Student Memory Course dari Gramedia Academy. Seminar ini merupakan seminar gratis.

BACA JUGA  Xiaomi Pastikan Produksi Lancar Jelang Momentum Lebaran

 

(ES)

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan