Pemasaran Digital Dukung UKM Indonesia Tingkatkan Ekspor

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) berkomitmen mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) untuk meningkatkan ekspor di era Revolusi Industri 4.0. Salah satunya dengan menggelar seminar bertema ‘Digital Marketing in Fostering Indonesian SMEs’ Export Business’ yang berlangsung Rabu (25/4), di Tangerang, Banten.

Pelaksanaan seminar ini merupakan hasil kerja sama Ditjen PEN dan Korea International Trade Association (KITA) yang merupakan implementasi dari Joint Statement on Trade and Business Cooperation kedua belah pihak yang ditandatangani pada 4 April 2017 di Jakarta.

“Pemasaran digital perlu disosialisasikan secara luas kepada para pelaku usaha, khususnya UKM, sehingga dapat dipahami dan dimanfaatkan secara efektif sebagai upaya menunjang perluasan akses produk Indonesia ke pasar global,” ungkap Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan saat membuka seminar yang diikuti lebih dari 40 pelaku usaha dari berbagai sektor.

Di era revolusi industri keempat ini, lanjut Marolop, segala hal dapat dikendalikan dari segala tempat melalui jaringan internet. “Sistem ekonomi dunia saat ini tidak hanya menggeser model pemasaran bisnis yang konvensional menjadi digital, tetapi juga mengubah perilaku konsumen menjadi gemar berbelanja daring. Namun, hal ini bisa menjadi peluang jika para pelaku usaha mampu menghadapi perubahan ini,” tambahnya.

Internet dan niaga elektronik berkembang cukup pesat di Indonesia. Potensi transaksi yang bisa dicapai melalui sistem elektronik juga sangat besar mengingat sebanyak 132,7 juta orang dari total 256 juta jiwa populasi Indonesia adalah pengguna internet. Hal ini tentunya membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk lebih agresif dalam menggunakan sarana digital guna memasarkan produknya dan menjaring potensi konsumen lebih besar, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor Indonesia.

Hadir sebagai narasumber yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Agus Sugiono, Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kemendag I Gusti Ketut Astawa, Direktur E-Business Kominfo Azhar Hasyim, Assistant Chief Representative KITA Steve Hong, dan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Mohamad Rosihan.

Dalam paparannya, Steve Hong menyampaikan, sebagai upaya mengantisipasi perkembangan pemasaran digital yang bergerak cepat, KITA telah membangun platform e-business service yaitu tradekorea.com sejak tahun 2008. Platform ini menyediakan fasilitas pemasaran dan buyer–seller matching services berbasis elektronik bagi para pelaku usaha baik dari Korea maupun Indonesia. Sekitar 450.000 pelaku usaha dari berbagai sektor telah bergabung dalam situs ini.

(EGA)