Peluncuran Trade Expo Indonesia 2020

Dihadiri oleh Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan RI (kedua dari kiri), Roslan Perkasa Roeslani, Ketua KADIN Indonesia (ketiga dari kiri).

Peluncuran pameran virtual TEI ke–35 berlangsung secara virtual pada hari Senin (21/9). Mengusung tema “Sustainable Trade in the Digital Era”, Pameran Virtual TEI ke-35 ini merupakan salah satu langkah strategis Kementerian Perdagangan untuk terus mendorong ekspor di tengah pandemi Covid–19.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Direktur Utama PT Debindo Multi Adhiswasti Budiarto Linggowijono, pimpinan asosiasi, dan instansi terkait lainnya. “Dengan penerapan pembatasan fisik yang diakibatkan pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan melakukan terobosan baru dengan menggelar ajang TEI berkonsep virtual. Tujuannya, untuk terus mendorong keberlanjutan dan peningkatan promosi produk, mengembangkan jejaring bisnis dan investasi, serta menyajikan pameran produk unggulan Indonesia, terutama di masa yang penuh tantangan ini,” kata Mendag Agus.

Mendag Agus menjelaskan, melalui sistem daring para peserta dan pengunjung pameran virtual ini akan diberikan sajian pengalaman sebagaimana lazimnya pameran TEI sebelumnya. Para pengunjung juga tetap dapat melakukan interaksi bisnis yang berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, khususnya untuk ekspor produk dan jasa. “Pameran virtual TEI ke–35 ini akan ditampilkan dalam bentuk game-play platform standar, yaitu tampilan rangkaian gambar tiga dimensi (3D) dengan fitur-fitur sebagaimana layaknya bermain gim interaktif,” ujar Mendag Agus.

Menurut Mendag Agus, pameran virtual TEI ke–35 akan menampilkan berbagai produk ekspor unggulan, produk jasa potensial, serta peluang investasi Indonesia yang terbagi dalam lima kategori, yaitu sektor jasa; produk manufaktur; furnitur dan produk kerajinan; makanan dan minuman; serta fesyen dan aksesoris. Promosi dan sosialisasi TEI ke–35 ke negara-negara mitra dilakukan Kementerian Perdagangan melalui kolaborasi dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk kantor perwakilan RI dan perwakilan perdagangan di luar negeri.

BACA JUGA  Industri Otomotif Korsel Siap Berproduksi di Indonesia

Selain itu, juga bekerja sama dengan pihak terkait lainnya seperti investor, importir, distributor, pedagang grosir (wholesaler), pedagang ecer (retailer), agen pembelian, serta perwakilan perusahaan asing dan domestik di Indonesia. Mendag menegaskan, Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) harus dapat berperan aktif sebagai agen pemasaran yang andal untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia. “Kita harus bisa meyakinkan calon buyer datang ke TEI untuk berbisnis dengan eksportir Indonesia. Apalagi pelaksanaan pameran secara virtual, memungkinkan lebih banyak buyers hadir dari berbagai negara,” jelas Mendag.

Mendag juga menjelaskan, target penyelenggaraan TEI 2020 yaitu mendatangkan buyers secara virtual sebanyak mungkin dan bertransaksi dengan para eksportir Indonesia. Target TEI 2020 juga mencakup diversifikasi pasar yang lebih luas, khususnya pasar-pasar nontradisional seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tengah. Selain itu, kami juga menargetkan jumlah eksibitor mencapai 200–300 peserta dan lebih banyak pengunjung,” ungkap Mendag.

Info lebih lanjut: www.tradeexpoindonesia.com

Instagram: https://www.instagram.com/tradexpoid/

Tags

Baca Juga

Leave a Reply