Kam. Okt 17th, 2019

Pasar Properti Nasional Tahun 2019 Akan Lebih Positif

Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia kembali menghadirkan inovasinya dengan meluncurkan Rumah.com Property Outlook 2019 di Jakarta, hari ini. Rumah.com Property Outlook 2019 menyajikan informasi properti secara komprehensif, mulai dari lokasi properti favorit konsumen, pergerakan median harga hunian baik perumahan maupun apartemen, dan sentimen masyarakat khususnya di tahun mendatang

Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah.com menyampaikan bahwa Rumah.com menyajikan lebih dari 400.000 data properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

“Dengan statistik tersebut, Rumah.com memiliki akurasi data yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia. Kami memiliki Rumah.com Property Index dan juga Rumah.com Affordability Sentiment Index yang menjelaskan pasar properti dari sisi supply dan juga demand. Melalui Rumah.com Property Outlook 2019 ini, Rumah.com bisa memberikan advokasi yang berkualitas bagi konsumen maupun stakeholder lainnya melalui informasi properti yang komprehensif, tepat dan akurat,” jelas Ike.

Menurut Rumah.com Property Outlook 2019, Kebijakan Pemerintah untuk menjaga sentimen pasar di sepanjang 2018, terutama pasca-Hari Raya dan pengaruh ekonomi global berdampak positif. Hal ini membuat pasar properti 2019 diprediksi stabil meski ada Pemilihan Presiden 2019 di semester pertama 2019.

Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat pada 2019. Permintaan pasar akan tetap stabil, permintaan untuk properti kelas menengah atas akan meningkat.

“Pemerintah meningkatkan anggaran infrastruktur sebesar 6% dari tahun sebelumnya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sejumlah kebijakan Pemerintah lainnya seperti pelonggaran Loan To Value (LTV), serta Program Sejuta Rumah membantu memudahkan masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah untuk memiliki hunian,” tambah Ike.

Suplai dan Harga Properti 

Data Rumah.com Property Price Index menunjukkan bahwa harga properti nasional pada awal 2018 bergerak turun. Ini merupakan dinamika yang hampir selalu terjadi di awal tahun. Index pada kuartal I (Q1) 2018 tercatat sebesar 104,7 atau turun 0,83% secara quarter-on-quarter (q-o-q).

Pada Q2 2018, Index kembali menyentuh angka 105,9. Ini adalah Index tertinggi sejak 2015. Index kemudian bergerak naik sebesar 2,3% pada Q3 2018 (q-o-q) menjadi 108,3.

Year-on-year (y-o-y), Rumah.com Property Price Index secara nasional pada Q3 2018 mengalami kenaikan sebesar 4%. Pada periode yang sama tahun lalu, Index tercatat mengalami penurunan sebesar 1% (y-o-y).

Rumah.com Property Supply Index menunjukkan volume suplai properti mengalami pertumbuhan sebesar 13% menjadi 165,3 pada Q3 2018 (y-o-y). Secara kuartalan, pertumbuhan tertinggi tercatat pada Q3 2018, yakni sebesar 15% dibandingkan Q2 2018. Peningkatan suplai properti tampaknya sebagai respon penjual terhadap meningkatnya harga properti

Pertumbuhan suplai properti yang sejalan dengan peningkatan harga properti mengindikasikan pasar properti mulai stabil. Pasar sudah memasuki area ‘seller’s market’. Penjual memasang harga tinggi untuk properti residensial namun memberikan banyak pilihan kepada pembeli.

BACA JUGA  DFSK Banjir SPK dan Penghargaan di Telkomsel IIMS 2019

Semakin banyaknya suplai membuat konsumen semakin mudah menentukan pilihan residensial, baik berdasarkan lokasi, harga, dan jenisnya.

Makroekonomi 

Data Bank Indonesia memperlihatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga (Q3) 2018 mencapai 5,17% (year-on-year/y-o-y). Meski lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya (5,27%), angka ini berada di atas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,14%. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga ini menjadi catatan terbaik sejak 2014 silam.

Andry Asmoro, Ekonom Bank Mandiri, menjelaskan bahwa tahun depan pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 5.1% – 5.2% karena adanya faktor harga komoditas yang masih lemah dan berpengaruh kepada kinerja ekspor.

Menurutnya perekonomian Indonesia di tahun 2019 mendatang akan dipengaruhi antara lain oleh kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat dan domestic, dampak dari trade war jika masih berlanjut, turunnya harga minyak dan komoditas, serta situasi politik yang stabil sehingga akan berpengaruh positif bagi ekonomi Indonesia. Tahun politik diperkirakan akan berdampak pada belanja politik melalui iklan kampanye yang akan sedikit membantu beberapa sektor seperti logistik, periklanan, dan makanan serta minuman.

“Tantangan terbesar yang akan dihadapi Indonesia dengan adanya perekonomian global yang diperkirakan cenderung melambat di tahun 2019 adalah masih kepada bagaimana mendorong ekspor manufaktur kita di tengah menurunnya harga komoditas. Kebijakan pemerintah dan otoritas moneter saat ini sudah baik karena responsif. Beberapa paket kebijakan perlu didukung aturan teknis dan sosialisasi kebijakan kepada pelaku bisnis agar lebih memiliki manfaat kepada peningkatan kinerja ekspor,” jelas Andry.

Tren kenaikan suku bunga acuan diprediksi masih akan berlanjut hingga 2019 mendatang, sehingga bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pun diprediksi akan naik. Tapi hal itu diyakini tak akan menghambat pertumbuhan bisnis properti.

Andry menilai, KPR masih menjadi andalan warga untuk bisa memiliki rumah. Sehingga dia yakin kenaikan suku bunga tak akan membuat bisnis properti menjadi lesu. “Tantangan ke depan adalah lebih kepada suku bunga KPR yang kemungkinan naik pada 2019. Tapi perkembangan properti diperkirakan terus naik tahun depan,” jelasnya.

Hal tersebut dapat terindikasi antara lain dari masih banyaknya promo dari perbankan terkait KPR maupun Kredit Pemilikan Apartemen. “Jadi memang KPR masih kencang untuk pembiayaan rumah sehingga juga tetap akan menarik bagi perbankan ke depannya,” ungkap Andry.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) ini diprediksi akan stabil hingga akhir 2018. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini membuat Pemerintah melalui Menteri Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan akhir tahun 2018 ditutup dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.

Pemerintah menjaga target pertumbuhan ekonomi 2019 pada angka 5,3% dengan melihat konsumsi tetap tumbuh 5,1%, sementara investasi tumbuh di sebesar 7%, ekspor sebesar 6,3%, dan menjaga impor di 7,1%. Sementara itu, prediksi pasar memperkirakan perrtumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 lebih rendah yakni di kisaran 5,1-5,2%.

GuruView – Sudut Pandang Rumah.com

Kebijakan-kebijakan Pemerintah berdampak positif pada optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%. Kondisi ekonomi diperkirakan akan stabil hingga akhir tahun jika Pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berlaku.

BACA JUGA  AMSI Menyatakan Perang Terhadap Berita Hoax dan Hate-Speech

Mengamati data Rumah.com Property Index dan data nasional, pasar properti nasional di tahun 2019 akan lebih positif, melanjutkan tren yang telah terbentuk sepanjang 2018. Hal yang perlu diantisipasi adalah Hari Raya Idul Fitri yang berdekatan dengan peristiwa politik (Pemilihan Presiden 2019).

Meski kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga properti hunian tetap terjangkau sedikit menurun, namun mayoritas merasa optimistis dengan iklim properti Indonesia saat ini. Meski demikian, berbelitnya proses pengurusan KPR bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional.

Kebijakan Pemerintah yang melonggarkan Loan To Value (LTV) atau uang muka membuka kesempatan bagi para pencari properti untuk membeli rumah dengan uang muka yang serendah-rendahnya.

Ike menjelaskan bahwa secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2019 mendatang tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik. Pasar properti akan terus merangkak naik dan menuju pemulihan, ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investai.

“Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia akan senantiasa terus berinovasi menghadirkan inovasi, solusi dan panduan bagi pencari properti, agen, dan pengembang serta stakeholder properti di Indonesia. Rumah.com juga memiliki komitmen membantu para pencari properti dalam menentukan keputusan pembelian properti melalui informasi data yang tepat dan akurat,” pungkas Ike.

(EGA)

 

Baca Juga