Parkir Nusa Jaya 39, Solusi Masalah Parkir Sepeda Motor Pengguna Kereta di Stasiun Pondok Ranji

Upaya pemerintah untuk menyediakan sarana transportasi umum yang aman, nyaman dan murah bagi masyarakat dengan meningkatkan sarana transportasi publik seperti kereta perlu diacungi jempol. Jika kita naik kereta commuter line di berbagai wilayah satelit Jakarta, kita akan melihat perbaikan yang sangat signifikan terhadap sarana transportasi masal ini. Frekuensi kedatanagn kereta commuter line yang semakin tinggi membuat calon penumpang tidak harus menunggu terlalu lama, ketepatan waktu kedatangan dan keberangkatan, harga tiket yang murah dan kenyaman yang diperoleh penumpang merupakan sebagian dari peningkatan kualitas yang bisa kita lihat. Tidak mengherankan kereta commuter line menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang bermukim di berbagai wilayah pinggiran Jakarta untuk menuju tempat aktivitasnya sehari-hari di berbagai wilayah Jakarta.

Sayangnya tingginya minat masyarakat ini untuk menggunakan kereta commuter line ini tidak sepenuhnya dibarengi ketersediaan berbagai sarana pendukungnya, sebut saja area parkir kendaraan.

Hal ini terlihat setiap hari di salah satu stasiun kereta di wilayah Bintaro, yaitu Stasiun Pondok Ranji. Setiap hari kita akan melihat pemandangan ratusan sepeda parkir yang memenuhi area kantong parkir baik di area Stasiun Pondok Ranji maupun di area-area sekitarnya.

Banyaknya pengguna kereta commuter line yang menggunakan sepeda motor membutuhkan sarana parkir yang memadai. Saat jam sibuk di pagi hari atau sore hari kesemrawutan akan makin terasa saat kereta datang silih berganti, banyaknya sepeda motor ini memicu kemacetan parah yang sering terjadi di jalan-jalan sekitar Pondok Ranji.

Bagi pemilik sepeda motor, terbatasnya area parkir di Stasiun Pondok Ranji menimbulkan masalah tersendiri. Mereka harus datang lebih pagi untuk mendapatkan area parkir bagi sepeda motornya, jika tidak, ia harus rela sepeda motornya dipaksakan untuk memenuhi tempat parkir yang telah penuh sesak, belum lagi lokasi parkir yang sempit cukup sulit diakses saat kondisi lalu lintas yang sangat padat sementara ia sendiri harus terburu-buru mengejar kereta yang akan segera berangkat. Bisa terbayangkan betapa stress-nya pengendara sepeda motor yang menggunakan kereta. Situasi seperti ini harus dihadapi setiap hari baik saat berangkat maupun pulang.

Melihat kenyataan ini, Dipl. Agr. Ir. Janardono Tanuhito, M.Agr. Sc, seorang warga Pondok Ranji yang setiap hari melihat kesemrawutan parkiranStasiun Pondok Ranji tergerak untuk mendayagunakan rumah yang dimilikinya di Jl. Nusa Jaya No. 39 sebagai area parkir alternatif sepeda motor bagi pengguna commuter line. Pak Doni, panggilan akrabnya berkisah kepada Info Bintaro, ia pun mengalami dampak dari macetnya kawasan Pondok Ranji. Ia yang memiliki rumah di lokasi yang tidak melewati Stasiun Pondok Ranji pun kerap mengalami kemacetan yang luar biasa, sehingga ia memilih melewati jalan lain agar terhindar dari kemacetan. Hal inilah yang mendorongnya membuka layanan penitipan sepeda motor yang baru berjalan kurang lebih 1 bulan.

Baginya, memberikan sebagian dari halaman rumahnya akan memberikan solusi bagi pengguna sepeda motor dan bisa membantu mengurangi kemacetan di jalan sekitar Stasiun Pondok Ranji. Pengendara tidak perlu memasuki area stasiun untuk memarkirkan sepeda motornya. Pemilik sepeda motor pun akan terbebas dari stress dengan parkiran yang telah penuh sesak.

parkir_nusa_jaya_39_info_bintaro

Menurut Pak Doni, mantan petinggi dari sebuah bank pemerintah serta bank daerah ini, dengan membayar biaya yang sangat murah, Rp. 5 ribu untuk memarkirkan sepeda motornya dari pukul 05.00-21.00, pemilik sepeda motor akan merasa aman, karena sepeda motornya tidak akan dipaksakan untuk memenuhi area parkir yang telah penuh sesak, sepeda motor pun akan ditutupi dengan cover pelindung sehingga sepeda motor akan terhindar dari panas dan hujan. Pada siang hari, gerbang dari rumahnya akan dikunci sehingga sepeda motor akan terhindar dari resiko kehilangan baik sepeda motor maupun berbagai aksesoris di sepeda motornya. Pada saat pemilik sepeda motor akan mengambil sepeda motornya, ia akan mendapatkan air mineral.

Selain berbagai hal yang disediakan oleh Parkir Nusa Jaya 39, sistem yang diterapkan pun sangat fleksibel. Sebagai contoh, bila pemilik sepeda motor tidak bisa mengambil sepeda motornya karena suatu sebab, misalnya ada acara kantor, sehingga sepeda motor harus menginap, pemilik sepeda motor cukup membayar sejumlah hari kelebihannya dikalikan biaya penitipan, Rp. 5 ribu per hari. Pemilik cukup mengirmkan pesan whatsapp kepadanya, pemilik sepeda motor pun akan merasa tenang.

Parkir Nusa Jaya 39 juga menerima penitipan sepeda motor yang ditinggal pemiliknya mudik ke kampung halamannya. Perhitungan biayanya pun sama dengan perhiungan standar yang digunakan.

Ke depannya, Pak Doni berencana untuk menambahkan berbagai layanan yang akan membuat pemilik sepeda motor merasa makin nyaman.

Dengan hadirnya tempat penitipan sepeda motor alternatif seperti ini dapat mengurangi beban kantong-kantong parkir di Stasiun Pondok Ranji yang sudah overload dengan jumlah sepeda motor yang makin bertambah dari hari ke hari. Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi dapat menghubungi 0812 8669 0906 (Telp/WA) atau add pin BBM : 7FAFIED5.

 

(ES)

Leave a Comment