Rab. Mei 22nd, 2019

Pameran Batik Kreasi Mahasiswa UMN

Batik merupakan kekayaan budaya nusantara yang harus dilestarikan. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni & Desain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang memiliki mata kuliah Batik menggelar hasil karya para mahasiswa kelas Batik di kampus UMN beberapa waktu yang lalu. Untuk menghasilkan batik-batik yang indah ini bukanlah hal yang mudah. Para mahasiswa memulainya dari selembar kain putih yang diwarnai dan dipola sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah batik kontemporer yang bisa menarik hati. Berikut adalah beberapa batik-batik indah yang ditampilkan di gelaran ini.

Lobby utama UMN disulap layaknya gallery batik dari berbagai daerah dengan keunikan motifnya. Sebagian besar kreasi batik dipajang pada frame kayu, namun sebagian dikenakan pada manekin-manekin atau didisplay pada meja.
Batik Motif Sidomulyo karya Maria Fransiska. Menurut catatan di Keraton Surakarta, batik Sidomulyo sudah ada sejak jaman Mataram Kartosuro abad XVII. Batik sidomulyo secara struktur merupakan pola dasar geometrik yang membentuk bidang-bidang persegi. Masing-masing bidang diisi dengan motif, misalnya motif pohon hayat, motif kupu-kupu, motif bangunan, dan motif garuda. Motif selingan berupa garis geometrik yang dipadu dengan motif lung-lungan secara variatif.
Batik Motif Sekar Jagad karya Rizky Putra Y. Motif batik asal Jogja dan Solo yang dibuat dengan teknik celup ini menggambarkan indahnya keberagaman. Dengan latar putih, maknanya adalah peta dunia. “Kar” dalam Bahasa Belanda berarti peta dan “Jagad” dalam Bahasa Jawa berarti dunia, sehingga motif ini juga melambangkan keragaman baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.
Batik Motif Shaho karya Aldi Jatmiko Rio M. Motif Shaho yang berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur, merupakan singkatan dari nama anggota keluarga yang terdiri dari Supraptono, Haryati, Ardi, Hendri dan Oki. Keluarga ini mulai menggeluti batik sejak tahun 1993, setelah sebelumnya mereka mengikuti pelatihan yang digelar Pemkot Balikpapan. Ciri khas Motif Shaho ini adalah ukiran khas Kalimantan, seperti motif melengkung, spiral, lingkaran, dan patung manusia.
Batik Motif Minang Jeparaan karya Natasya Meredith L. Keunikan motif ini adalah warnanya yang dominan indigo dan menggabungkan teknik pembuatan batik Minang dengan motif ukiran Jepara. Batik yang dibuat dengan teknik celup ini menggunakan proses pewarnaan dengan mencelupkan pada larutan air tanah liat dari Sumatera Barat (batik Minang sering disebut juga batik tanah liek atau batik tanah liat).
Batik Motif Tradisional Bali karya Laras Zita Tedjokusumo. Batik tradisional Bali memiliki ciri khas menggunakan gambar tumbuh-tumbuhan dan hewan, seperti burung, kura-kura, naga, rusa, dll dengan warna-warna yang cerah, seperti kuning, oranye, biru mudan dan biru tua.
BACA JUGA  Bermain Sambil Belajar, Mengembangkan Kemampuan Anak Secara Kreatif di Rumah Mandar
 

Baca Juga