Nilai-Nilai Seorang Entrepreneur

Wirausaha atau biasa disebut dengan entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk melihat dan mengevaluasi peluang bisnis, memperoleh sumber daya yang diperlukan untuk mengambil keunggulan dan berinisiatif mengambil tindakan yang tepat untuk menjamin sukses. Ada pula yang mendefinisikan bahwa seorang entrepreneur adalah orang yang mampu mengalihkan sumber-sumber daya dari daerah-daerah yang menghasilkan hasil rendah atau hasil yang sedang menyusut ke bidang-bidang yang memberikan hasil tinggi atau meningkat.

Nilai-Nilai Seorang Entrepreneur

Rasa percaya diri (confidence)

Kepercayaan atau rasa percaya diri sangat penting dalam dunia kewirausahaan. Kepercayaan memberikan kekuatan psikologis pada seseorang terutama seorang entrepreneur itu sendiri. Selain memberikan kekuatan, kepercayaan juga membantu seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah dengan adanya pembelajaran melalui pengalaman dan model yang ada.

Pengalaman (experience) dan pengetahuan (knowledge)

Seorang entrepreneur harus memiliki pengalaman yang melimpah dan pengetahuan yang luas akan kewirausahaan. Pengalaman dan pengetahuan sangatlah mempengaruhi seseorang pada sangat mengambil keputusan, penyelesaian masalah, dan mencari peluang yang akan berkaitan dengan usaha yang sedang dikerjakan. Contohnya perusahaan Tokopedia. Pendirinya William Tanuwijaya berhasil mendirikan Tokopedia berbekal  pengalaman dan pengetahuan yang dia peroleh pada saat kuliah dan bekerja sebagai penjaga warnet.

Sebagai generasi muda, kita juga dapat menjadi enterpreneur sukses.  Simak video “How to be a successful teenage entrepreneur” di https://www.youtube.com/watch?v=whDfcpw8dVk

Keterampilan (skill)

Beberapa orang beranggapan bahwa keterampilan dan kemampuan sama, akan tetapi dua hal tersebut sebenarnya berbeda. Keterampilan (skill) adalah kemampuan yang diperoleh atau dikembangkan melalui pelatihan dan praktik. Sedangkan kemampuan adalah kemampuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman. Seorang entrepreneur harus memiliki skill karena entrepreneur yang memiliki skill yang bagus dan lain daripada yang lain. Ini akan menjadi nilai tambah dibanding orang yang tidak memilikinya. Biasanya skill yang dimiliki berasal dari pelatihan-pelatihan seperti pelatihan manajemen, pelatihan menjadi seorang entrepreneur, dll.

Memiliki Motivasi

Motivasi menjadi harapan seseorang bahwa usahanya akan mengarah pada kinerja yang diharapkan. Instrumen kinerja ini dalam mencapai hasil tertentu dan keinginan hasil ini bagi individu, yang dikenal sebagai valensi. Ketika seseorang telah memiliki motivasi, maka tujuan atau harapan yang ingin dicapai akan lebih mudah berjalan dengan lancar.

Berani mengambil risiko

Risiko adalah peristiwa atau kejadian-kejadian yang potensi untuk terjadi yang mungkin dapat menimbulkan kerugian pada suatu perusahaan. Sedangkan resiko usaha adalah kemungkinan seorang pengusaha atau suatu perusahaan menderita kerugian, mendapat bahaya yang mengancam eksistensi sebuah usaha.

Berdasarkan pengertian tersebut banyak entrepreneur yang enggan untuk mengambil risiko dengan beranggapan usaha yang dibangun akan hancur. Namun, seorang entrepreneur yang sukses akan lebih memilih untuk mengambil resiko tersebut karena semakin berani seseorang mengambil risiko, semakin banyak pengalaman yang dia dapat dalam menyelesaikan masalah, mengambil keputusan sehingga membuat seseorang menjadi lebih sukses.

Enterprenuer haruslah menjadi seorang yang pemberani, simak video” The 15 Characteristics of Effective Entrepreneurs”: https://www.youtube.com/watch?v=sOjeQV5pHh4

Memiliki sifat inovatif

Orang yang sudah terjun dalam dunia bisnis harus mempunyai jiwa dan semangat kewirausahaan untuk mendukung keberhasilan dalam bisnisnya. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan seseorang yang memiliki sifat inovatif dan kreatif. Inovasi adalah suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide-ide yang dapat dijual dan merupakan hal atau terobosan baru). Sedangkan kemampuan inovatif seorang wirausahawan merupakan proses mengubah peluang suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual.Entrepreneur yang memiliki sifat inovatif yang besar sangatlah berguna karena mereka akan dapat mencari ide-ide atau gagasan yang dapat membuat usahanya mendapat peluang yang lebih besar dibandingkan perusahaan lainnya yang bergerak dibidang yang sama. Contohnya adalah perusahaan Go-Jek.

Awal mula berdirinya perusahaan Go-Jek adalah ide Nadiem Makarim selaku pendiri Go-Jek yang melihat permasalahan utama pengendara ojek, yaitu tidak produktifnya tukang ojek karena kerap mangkal menunggu penumpang. Hal tersebut membuat Nadiem menghasilkan inovasi yang mampu menghubungkan penumpang dan pengendara ojek sehingga bisa menerima order kapan saja dimana saja tanpa harus mangkal.

Simak apa yang harus dimiliki oleh seorang enterpreneur: https://www.youtube.com/watch?v=lJjILQu2xM8

Entrepreneur di Indonesia

Jumlah pengusaha di Indonesia relatif meningkat. Peningkatan tersebut dapat dilihat berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), seperti yang diungkapkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, jumlah pengusaha di Indonesia meningkat dari yang sebelumnya hanya sebesar 1,67% menjadi 3,10% dari total jumlah pendudukan Indonesia yang saat ini sebanyak 225 juta jiwa. Meskipun data tersebut menunjukkan bahwa pengusaha di Indonesia mengalami peningkatan, sayangnya presentase tersebut masih kalah jauh dengan negara lain.

Apabila kita bisa memperkuat nilai-nilai kewirausahaan seperti dipaparkan di atas, mudah-mudahan jumlah pengusaha di Indonesia bisa mengalami peningkatan. Seorang entrepreneur harus bisa memanfaatkan sumber daya di wilayah tertentu untuk menghasilkan suatu usaha atau hasil yang lebih baik. Dengan demikian, setiap pelaku wirausaha dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Penulis:

Hanna Indah (Mahasiswa) dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo (Dosen)
Program Studi Psikologi
Fakultas Humaniora dan Bisnis Universitas Pembangunan Jaya

Referensi

Ardela, F. (2017). 10 Kisah Inspirasi Para Pengusaha Sukses Di Indonesia Mampu Memanfaatkan Peluang Usaha.Finansialku.com. Diakses pada tanggal 17 Maret 2018 dari https://www.finansialku.com/pengusaha-sukses/

Audia, P. G., Rider, C. I. (2007). Entrepreneurs as Organizational Products Revisited, J. R., Frese, M., & Baron, R. A., The psychology of entrepreneurship (114-121). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Inc.

Jamil. (2017). Kewirausahaan (Kiat Sukses Menjadi Wirausaha). Diakses pada tanggal 17 Maret 2018 dari https://bahanajar.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/2.-BUKU-AJAR-KEWIRAUSAHAAN.pdf

Markman, G. D. (2007). Entrepreneurs’ Competencies. Dalam  Baum, J. R., Frese, M., & Baron, R. A., The psychology of entrepreneurship (75). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Inc.

Muchson, M. (2017). Entrepreneurship (Kewirausahaan). Diakses pada tanggal 15 Maret 2018 dari https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=Cpc-DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA3&dq=pengertian+entrepreneur+2017&ots=XlMp2z8MFx&sig=B35SNqPQejD5R6onsn0UaCLWGsI&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20entrepreneur%202017&f=false

Panem, W. (2017). Jumlah Pengusaha di Indonesia Meningkat, Tapi. Koinworks. Diakses pada tanggal 17 Maret 2018 dari https://koinworks.com/blog/jumlah-pengusaha-di-indonesia-meningkat/

Rauch, A., Frese, M. (2007). Born to Be an Entrepreneur? Revisiting The Personality Approach to Entrepreneurship. Dalam  Baum, J. R., Frese, M., & Baron, R. A., The psychology of entrepreneurship (49). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Inc.

Sahuquillo, C. A., Sanchez, V. B. (2017). Entrepreneurial Motivation and Self-Employment: Evidence from Expectacy Theory. International Entrepreneur and Management Journal, Vol 13 (4), 1097-1115. Doi: https://doi.org/10.1007/s11365-017-0441-z

Wardi, M. (2017). Pengembangan Entrepreneurship Berbasis Experiental Learning di Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep dan Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan (Tesis Universitas Islam Negeri Sunan Ampel). Diakses pada tanggal 17 Maret 2018 dari http://digilib.uinsby.ac.id/18394/