Nikmatnya Kopi Asli Indonesia Dengan Suasana Kedai Kopi di Laku Kopi

Menjamurnya berbagai cafe yang menyajikan kopi di berbagai wilayah Indonesia termasuk Bintaro menunjukkan kopi telah naik kelas dari yang semula dianggap minuman masyarakat kelas bawah menjadi bagian dari gaya hidup bahkan prestise tersendiri. Itulah sebabnya berbagai cafe berlomba-lomba menyajikan tempat yang eksklusif dengan berbagai fasilitasnya, seperti mesin kopi yang canggih dan wifi.

Padahal kalau kita melihat di berbagai daerah di Indonesia, minum kopi telah lama menjadi bagian dari guyupnya masyarakat setempat. Tempat-tempat minum kopi semacam itu sangat jauh dari kesan eksklusif. Namun justru di situlah terjadi interaksi sesama pengunjung maupun pengelola kedai kopi. Berbagai hal pun menjadi topik bahasan sambil menikmati kopi. Suasana yang cair membuat masing-masing pengunjung tidak berjarak. Seorang pejabat dapat duduk semeja dengan orang-orang yang dianggap kaum marjinal dengan perekatnya segelas kopi.

Atmosfir seperti inilah yang coba dikembalikan oleh Laku Kopi dengan membangun konsep cafe yang menyajikan menu utama kopi-kopi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, namun bersuasana kedai kopi.

laku_kopi_info_bintaro_1

Laku Kopi memiliki 2 gerai. Gerai pertama (Laku Kopi 1) berada di Pasar Segar Graha Raya yang buka sejak tahun 2014. Gerai kedua (Laku Kopi 2) terletak Jl. Graha Bintaro No.19, Parigi Baru yang buka sejak 6 bulan yang lalu. Walaupun berkonsep kedai kopi yang guyup, namun Laku Kopi tidak bermaksud menjadikan gerai-gerainya sebagai tempat berkumpulnya komunitas-komunitas.

Di Laku Kopi interiornya disusun sedemikian rupa. Alih-alih menggunakan meja dan kursi seperti di berbagai cafe, Laku Kopi menggunakan meja-meja kayu yang disusun sejajar, sehingga pengunjung dapat duduk santai layaknya di kedai kopi. Pengunjung sekalipun tidak saling mengenal dapat nimbrung dalam percakapan di meja lain. Bahkan barista dan pelayan bisa duduk menemani pengunjung dan ikut larut dalam obrolan. Pengelola dari Laku Kopi memang meminta kepada karyawan-karyawannya untuk tidak berjarak kepada pengunjung. Pada saat mereka tidak sibuk melayani pengunjung, mereka justru diharuskan untuk menyapa pengunjung dan mengajak berbincang-bincang. Konsep ini sesuai dengan tagline dari Laku Kopi: No wifi, talk to your buddy.

Tidak heran, dengan konsep seperti ini pengunjung-pengunjungnya yang terdiri mahaiswa, pekerja kantoran, ibu-ibu rumah tangga dan pekerja rumahan yang datang bukan untuk duduk sambil mengerjakan sesuatu di laptop seperti umumnya di cafe-cafe, namun lebih ke arah mencari suasana yang santai untuk ngobrol. Konsep yang berbeda ini ternyata mendapat sambutan yang positif dari pelanggan-pelanggannya. Banyak pengunjungnya menjadi pelanggan yang loyal, tidak hanya dari seputaran Bintaro melainkan juga dari berbagai daerah yang cukup jauh seperti Depok, yang khusus mampir untuk menikmati kopi di Laku Kopi.

laku_kopi_info_bintaro

Namun, bukan hanya suasana saja yang menjadi fokus dari pengelola Laku Kopi. Kopi yang menjadi menu utamanya pun menjadi satu bagian yang sangat penting. Laku Kopi menyajikan berbagai kopi asli yang merupakan kopi-kopi terbaik di Indonesia dari berbagai daerah penghasil kopi. Uniknya, Laku Kopi tidak menggunakan mesin-mesin kopi yang canggih yang sering menjadi andalan dari berbagai cafe, namun menggunakan cara manual (manual brew). Freddy, pemilik dan pengelola Laku Kopi menyatakan, pengunjung datang ke Laku Kopi bukan mencari kopi yang diolah dengan mesin kopi yang canggih, namun mereka ingin menikmati kopi dan suasananya.

Walaupun menggunakan manual brewing, rasa kopi yang disajikan Laku Kopi tidak kalah dari berbagai cafe yang eksklusif. Salah satu kuncinya, Laku Kopi menggunakan kopi yang jumlahnya lebih banyak dari umumnya cafe-cafe. Sebagai informasi, Laku Kopi menggunakan perbandingan kopi dan air 1 : 10 alias 20 gram per gelasnya. Dari survey-survey yang pernah dilakukan Freddy, di berbagai cafe perbandingan yang digunakan umumnya 1 : 15, bahkan 1 : 20 dengan jumlah takaran berkisar 12 gram per gelasnya.

Dengan kopi terbaik, cara penyiapan yang tidak menggunakan mesin dan kadar kopi yang cukup pekat, Laku Kopi membanderol kopi-kopinya lebih murah dari kebanyakan cafe-cafe kopi. Harga yang dibanderol untuk segelas kopi di Laku Kopi berkisar Rp. 18 ribu per gelasnya.

Untuk mengakomodir selera dari pengunjung Laku Kopi, Freddy memberikan keleluasaan kepada barista-barisnya untuk mengeksplorasi menu-menu kopinya. Pengunjung pun dapat bersama-sama dengan barista meracik kopi sesuai selera pengunjung. Tidak ada rahasia yang perlu ditutupi di Laku Kopi.

laku_kopi_info_bintaro_2

Tidak hanya kopi, Laku Kopi juga menyajikan menu-menu makanan ringan. Sebut saja singkong goreng dan pisang goreng yang menjadi favorit pengunjung Laku Kopi. Singkong gorengnya cukup unik karena disajikan dengan sambal bajak, mengingkatkan kepada kedai-kedai kopi tradisional di berbagai daerah. Menu favorit lainnya seperti rumput laut goreng dan tahu goreng yang sangat dinikmati bersama seruputan kopi.

Nah, jika Anda ingin merasakan suasana yang berbeda, datang saja ke Laku Kopi. Di sini kesederhanaan justru menjadi satu kekuatan.

 

(ES)

Leave a Comment