Sel. Okt 15th, 2019

Mengintip Cara Berpikir Entrepreneur

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam ketidakpastian global, kita perlu melakukan pemberdayaan usaha kecil yang dianggap mampu mengembangkan produksi. Sesuai dengan program pemerintah ditargetkan 5 juta wirausaha pada tahun 2025.

Untuk mencapai target tersebut dikembangkan sumber daya manusia untuk kemajuan wirausaha nasional. Ada empat masalah pokok dalam pengembangan kewirausahaan nasional, terutama sektor kecil, dan menengah, yakni akses pembiayaan, akses pemasaran, regulasi birokrasi, dan kapasitas UKM.

Ada beberapa hal yang perlu dimiliki agar seseorang menjadi wiraswasta yang berhasil. Ia harus mampu melihat ke depan, berpikir dengan penuh perhitungan, mencari pilihan penyelesaian masalah. Ia pun harus memiliki sikap proaktif dan inisiatif yang bagus dalam mengembangkan usaha.

Pengetahuan kewirausahaan, motif berprestasi, kemandirian pribadi sangat menentukan keberhasilan kemandirian usaha. Ia juga harus memiliki keinginan berprestasi dan memiliki komitmen dengan pihak lain. Wajib mengembangan produk baru sedang mengurangi ketergantungan pada pihak-pihak yang berkepentingan termasuk pemerintah.

Wiraswasta adalah istilah yang mulai populer pada dekade 70-an, memiliki pengertian tentang sifat-sifat keberanian, keutamaan dan keteladanan dalam mengambil risiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Wiraswasta atau sikap wiraswasta mencakup semua orang dan dalam berbagai bidang pekerjaan, termasuk karyawan pemerintah, koperasi, BUMN, petani dan sebagainya.

Wirausaha memiliki pengertian yang sama dengan wiraswasta, hanya saja wirausaha lebih menekankan pada bisnis yang dijalankan oleh swasta, koperasi ataun pun BUMN. Entrepreuneurship tidak jauh pengertiannya dari  wiraswasta dan wirausaha, adalah istilah yang populer di dunia bisnis AS, Inggris, Perancis dan Kanada yang secara langsung maupun tidak mempengaruhi istilah wiraswasta.

Pengusaha harus mempunyai kemampuan berpikir yang berbeda, menggunakan pikiran heuristik dan membuat keputusan yang berbeda dengan mengandalkan pikiran heuristik, pengusaha dapat memahami situasi yang tidak pasti dan kompleks.

Istilah “Cognitive” berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian yang luasnya cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan dan penggunaan pengetahuan. Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia atau satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa.

BACA JUGA  Edisi Spesial Sumpah Pemuda : Sumpah Pemuda Generasi Millennial Jaman Now

Dalam era teknologi sekarang banyak cara untuk menjadi entrepreneur yang memiliki kompentsi yang baik, seperti yang dikatakan oleh Indra Uno dalam workshop kewirausahaan di kota Semarang “Angka penganguran terus bertambah dengan adanya pertumbuhan penduduk serta jumlah lulusan semakin banyak setiap tahun. Sedangkan angkatan kerja juga bertambah”.

Oleh karena itu, generasi muda jangan hanya menunggu adanya lowongan pekerjaan tapi harus menciptakan pekerjaan. Menurut dia, menjadi wirausahawan merupakan peluang besar bagi generasi muda dalam era digital serta keterbukaan informasi, dimana anak muda bisa cepat menyebarkan produk serta menggali informasi tanpa batas ruang dan waktu.

Seperti yang dilakukan oleh owner dari Kepiting Nyinyir, dia ingin membuat suatu yang berbeda dari kepiting-kepiting yang dijual di pasaran, dia mencoba berbagai bumbu  dan tehnik memasak yang berbeda untuk membuat masakan kepiting buatannya.

Baca Juga: https://kumparan.com/@kumparantech/go-food-dan-medsos-senjata-jualan-kepiting-nyinyir-tanpa-restoran

Owner Kepiting Nyinyir ini berhasil membuat 21 bumbu berbeda, tidak puas sampai disitu, dia meminta teman-teman dekatnya untuk datang ke restoran dia untuk mentraktir dan memilih 5 rasa bumbu terbaik dari 21 bumbu yang telah dia buat.

Simak videonya di https://www.youtube.com/watch?v=DTRb9-ZAbZA

Saat beberapa temannya ingin membayar kepiting yang telah dimakan pemilik Kepiting Nyinyir menolaknya. Sebagai penggantinya sang pemilik meminta teman-temannya mempromosikan kepitingnya di sosial media mereka. Sang pemilik sadar bahwa di era digital ini informasi akan cepat tersebar dan banyak orang yang akan melihat promosi yang disebar teman-temannya di media sosial.

Tim Penulis

Vias Abdulhadi dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo
Mahasiswa dan Dosen Program Studi Psikologi
Fakultas Humaniora dan Bisnis
Universitas Pembangunan Jaya

Referensi

Baum, J.R., Frese, M., Baron, R. (2007). The Psychology of Entrepreneurship. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.https://psycnet.apa.org/record/2006-11785-000

Pezzini, M. (2012). An Emerging midle class. Journal OECD Observer 288:64http://oecdobserver.org/news/fullstory.php/aid/3681/An_emerging_middle_class.html

Sismanto, A. (2018). Indra Uno Dorong Wirausaha Generasi Muda Bangun JatengSINDONEWS.COM.    Diakses dari:

https://ekbis.sindonews.com/read/1284108/34/indra-uno-dorong-wirausaha-generasi-              muda-bangun-jateng-1519234049pada tanggal 15 Maret 2018

Suseno, D. (2008). Pengaruh karakteristik wirausaha dan potensi kewirausahaan terhadap        keberhasilan usaha dengan kebijakan pengembanagan UKM sebagai moderating. Jurnal    Ekonomi Bisnis 2 (4).http://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/Exsplorasi/article/view/453

BACA JUGA  Apakah Kamu Posesif Terhadap Pacar? Bisa Jadi Karena Ini

Qamariyah, I., dan D. M. J. Dalimunthe. (2012). Pengaruh pengetahuan kewirausahaan, motif berprestasi, dan kemandirian pribadi terhadap daya saing usaha (pengusaha kuliner skala kecil di jalan Dr. Mansur Medan). Jurnal Ekonomi 14 (1).http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/43474/inneke%20dan%20doli.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Yusanto, M. I. & Widjajakusuma, K. M. (2002). Menggagas Bisnis Islami. Jakarta: Gema Insani.https://www.goodreads.com/book/show/1492040.Menggagas_Bisnis_Islami

Baca Juga

Tinggalkan Balasan