Mengenal Komunitas Skateboard Bintaro

Skateboard adalah olah raga yang identik dengan anak muda, karena untuk dapat meluncur di atas papan skateboard dibutuhkan stamina yang fit. Belum lagi jika ingin menguasai berbagai keterampilan dalam bermain skateboard dibutuhkan gerakan tubuh yang intens ditambah dengan nyali. Tidak heran, skateboard sering dikategorikan sebagai olah raga ekstrim.

bintaro_skateboarding_3

Ide awal dari skateboard berangkat pada sekitar tahun 1940-an di California, Amerika Serikat, ketika sekelompok penggemar olah raga selancar merasa frustrasi karena tidak dapat berselancar karena pada waktu itu California sedang dilanda musim kemarau panjang. Kondisi ini menyebabkan ombak di pantai relatif tenang dan tidak memungkinkan mereka berselancar. Akhirnya timbullah ide untuk memasang roda pada papan selancar yang biasa mereka gunakan, sehingga mereka tetap dapat berselancar…di darat. Pada tahun 1970-an, dengan penemuan material yang lebih ringan dan kuat, papan selancar beroda mulai berubah bentuknya menjadi lebih kecil, ramping dan ringan. Sejak itu berkembanglah berbagai teknik dalam meluncur dan memainkan papan selancar beroda yang telah berubah nama menjadi skateborad. Memainkan skateboard akhirnya menjadi tren, dengan dipopulerkan oleh beberapa film Hollywood. Skateboard pun tidak lagi sekedar menjadi hobi bagi sekelompok anak muda, namun mulai dipertandingkan pada berbagai ajang pertandingan, bahkan pertandingan tingkat dunia.

‘Virus’ skateboard mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1980-an. Namun tren ini mengalami pasang surut seiring dengan situasi saat itu, ditambah kurangnya sarana yang tersedia untuk bermain skateboard. Namun secara umum, terjadi peningkatan animo anak muda yang menggemari skateboard sampai saat ini. Komunitas-komunitas skateboard berdiri di berbagai kota, sehingga akhirnya pemerintah memfasilitasi secara formal dengan mendirikan Federasi Skateboard Indonesia (FSI). Sayangnya, dukungan dan fasilitas yang diberikan berbagai pihak kepada olah raga yang masuk dalam kategori olah raga rekreasi, bukan olah raga prestasi, masih kurang, hal ini terlihat nyata dari tidak adanya sarana atau fasilitas skateboarding.

Di kawasan Bintaro, rupanya banyak anak-anak muda penggemar olah raga skateboard. Walau pun cuma bermodal semangat dan jiwa gotong royong, ketiadaan sarana bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk terus mengembangkan kegemaran mereka. Hal ini nampak pada acara Bintaro Go Skateboarding Day, sebuah acara besutan Komunitas Skateboard Bintaro, yang berlangsung pada tanggal 21 Juni 2016 lalu (baca juga : Bintaro Go Skateboarding Day, Ajang Adu Keterampilan Meluncur di Atas Papan Skateboard).

Menurut Donald dan Jebrak, 2 orang penggiat skateboard di kawasan Bintaro, Komunitas Skateboard Bintaro rutin mengadakan latihan setiap hari dengan menggunakan jogging track yang berada di sisi timur dari Hero Emerald, CBD Bintaro Sektor 7. Sore hari adalah waktu bagi anggota komunitas yang dikategorikan masih pemula dalam bermain skateboard untuk berlatih, sedangkan malam hari adalah giliran dari anggota yang dikategorikan senior. Tidak ada pengelompokan anggota berdasarkan usia, pengelompokkan hanya semata-mata dalam hal jam terbang dalam bermain skateboard.

bintaro_skateboarding_4
Jebrak (kiri) dan Donald (kanan)

Jebrak menjelaskan, “Jumlah anggota Komunitas Skateboard Bintaro yang rutin berlatih setiap hari sekitar 30-an orang, terdiri dari pelajar, mahasiswa bahkan karyawan. Kalau dari sisi jumlah anggota, jumlah anggota yang ada saat ini sekitar 50-an orang.” Sebagai informasi, Komunitas Skateboard Bintaro mulai ada dan berlatih sejak tahun 2002. Komunitas ini juga rutin mengadakan pertandingan setiap hari Skateboard Internasional yang jatuh setiap tanggal 21 Juni.  Donald menambahkan, “Selain untuk menyalurkan hobi, latihan juga dimaksudkan sebagai persiapan jika ada undangan pertandingan di tempat lain, beberapa kali kalmi mengikuti pertandingan, misalnya di Bandung”

Dari ajang Bintaro Go Skateboarding Day yang diamati oleh Info Bintaro, terlihat kekompakkan dan semangat dari anggota dan simpatisan komunitas ini. Mereka terlihat ‘saweran’ saat mengumpulkan uang untuk membeli minuman untuk berbuka Puasa. begitu pun hadiah yang dibagikan kepada para pemenang pertandingan ternyata banyak yang berasal dari urunan para anggotanya. Sayangnya hal ini belum didukung oleh sarana dan fasilitas yang memadai. Yang dibutuhkan oleh anak-anak muda ini bukanlah fasilitas yang megah seperti skatetrack, namun adanya suatu tempat yang cukup layak. Suatu keinginan yang wajar dan tidak berlebihan, semoga bisa mendapat perhatian dari pihak-pihak yang berwenang di kawasan ini.

 

(ES)

Leave a Comment