Mengenal Batik Etnik Tangerang Selatan: Batik Ethnic Sekar Purnama

Batik telah menjadi kekayaan budaya Bangsa Indonesia yang diakui dunia. Batik telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia. Sejarah panjang keberadaan batik di Indonesia serta pasang surut perkembangannya hingga saat ini memberikan bukti bahwa batik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia sendiri.

Wilayah Tangerang Selatan pun memiliki batik-batik khas yang memiliki ciri kekayaan budaya masyarakat di Tangerang Selatan. Namun sayangnya belum banyak masyarakat yang tinggal di wilayah Tangerang Selatan yang mengetahui Kota Tangerang Selatan memiliki batik etnik yang sudah merambah ke berbagai negara.

batik_sekar_purnama_info_bintaro_1Dra. Neity Fariza Kusmilianti seorang warga Tangerang Selatan yang tinggal di Villa Bintaro Regensi merupakan seorang penggiat batik dan sekaligus sedikit dari warga Tangerang Selatan yang dengan konsisten mengembangkan batik khas Tangerang Selatan. Dengan sanggar batiknya, Batik Ethnic Sekar Purnama, Neity telah mengembangkan batik-batik khas Tangerang Selatan dengan menggunakan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Batik Ethnic Sekar Purnama telah eksis sejak tahun 2005 yang memiliki ciri khas batik tulis dan cap dengan motif flora, fauna dan budaya Banten. Bermula dari pameran di Tokyo, Jepang, tahun 2005 dan 2006, dimana hasil perpaduan desain, warna, nuansa dan tema pada batik kreasinya menarik perhatian pengunjung pameran yang kala itu itu kebanyakan terdiri dari para diplomat asing dan keluarga istana Kekaisaran Jepang.

Tidak hanya Jepang, batik-batik kreasinya ternyata juga telah merambah ke China, Eropa dan Australia dan negara-negara ASEAN. Di dalam negeri batik-batik kreasi Batik Ethnic Sekar Purnama digunakan sebagai busana resmi pada MTQ Nasional ke-22 di Propinsi Banten. Disamping itu juga, Neity pernah merancang batik bagi mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta berbagai pejabat dan tamu-tamu dari berbagai negara.

Menurut Neity, Batik khas Tangerang Selatan memiliki 7 motif utama, yaitu:

  • Blandongan : merupakan sebuah ikon Kota Tangerang Selatan yang merupakan lambang masyarakat yang harmonis penuh kekeluargaan.
  • Pesona Anggrek : mengangkat keindahan bunga anggrek sekaligus menonjolkan potensi Tangsel sebagai sentra produksi bunga anggrek dan dijadikan kebanggaan dan ikon Kota Tangerang Selatan.
  • Situ Gintung : motif yang menggambarkan flora yang tumbuh subur di Situ Gintung.
  • Ondel-Ondel : motif yang menggambarkan budaya Betawi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Kota Tangsel.
  • Debus : motif yang menggambarkan budaya khas Banten yang penuh keajaiban.
  • Lereng Jawara : Golok adalah aksesori khas jawara Banten tempo dulu, dimana Kota Tangsel berada.
  • Albantani : Motif Albantani diambil dari motif keramik pada situs peninggalan Kesultanan Banten Lama.

batik_sekar_purnama_info_bintaro_2

Lebih jauh Neity menjelaskan, Batik Etnik Tangerang Selatan memiliki ciri utama warna yang digunakan adalah hijau toska. Hijau toska merupakan warna yang cantik sesuai dengan moto Kota Tangsel : Cerdas, Modern dan Religius. Warna hijau juga melambangkan pertumbuhan, keamanan dan harapan.

Tidak hanya hijau toska, warna-warna lain yang sering digunakan dalam batik etnik Tangerang Selatan adalah merah, coklat, kuning dan hitam.

Merah melambangkan semangat kerja keras yang tinggi dan bertanggung jawab. Merah juga sering dihubungkan dengan energi, perang, bahaya, kekuatan, tekad yang kuat, hasrat dan cinta. Warna coklat sebagai lambang kesatuan bumi dan tanah serta alam yang memberikan kesan Tangsel adalah kota yang nyaman, aman dan penuh keyakinan. Warna kuning menghasilkan efek hangat, membangkitkan kegembiraan, merangsang aktivitas mental, dan membangkitkan energi. Warna hitam merupakan perlambang kekuatan dan kekuasaan. Warna hitam sering dipakai untuk menyampaikan kesan formal, elegan dan bergengsi.

batik_sekar_purnama_info_bintaro

Untuk makin memperkenalkan batik etnik Tangerang Selatan, Neity melakukan berbagai upaya seperti menggandeng berbagai instansi pemerintah baik di Tangerang Selatan maupun Jakarta, di samping menggunakan pemasaran melalui gerai yang dimilikinya. Salah satu cara yang juga banyak dilakukan Neity untuk mempromosikan batik-batiknya adalah melalui berbagai bazaar maupun peragaan busana. Salah satu event peragaan busana yang yang dilakukannya baru-baru ini bekerjasama dengan Hotel Santika Premiere Bintaro dengan mengadakan Batik Fashion Day pada Kamis, 13 Oktober 2016. (baca juga: Batik Fashion Day Hotel Santika Premiere Bintaro, Menampilkan Kekayaan Budaya Tangerang Selatan Melalui Batik).

Bagi masyarakat yang ingin mengenal batik ethnic Tangerang Selatan atau membeli berbagai batik cantik khas Tangerang Selatan, Neity mempersilakan untuk datang ke gerainya dengan alamat:

Batik Ethnic Sekar Purnama
Villa Bintaro Regensi Blok F1 No. 9, Pondok Aren
Tangerang Selatan 15226
Telp. 0813 8696 5678, 0878 0945 7678
Whatsapp/Line : 0858 8058 9919
Email : nelty_fk@yahoo.co.id

 

(ES)

Leave a Comment