Sel. Sep 24th, 2019

Mengedukasi Anak Melalui Dongeng di Kampung Dongeng Indonesia

Banyak riset yang menyebutkan bahwa mendongeng begitu penting dan memiliki dampak besar bagi tumbuh kembang anak-anak. Mendongeng kepada anak memiliki banyak manfaat  Paling utama adalah sebagai media edukasi yang tidak membosankan, selain itu mendongeng juga bisa menjadi media untuk membangun karakter positif, seperti selalu minta izin kepada orang tua, jujur, mau mengantri, disiplin, dan lainnya. Namun sayangnya, di zaman modern ini mendongeng kepada anak sudah sangat langka ditemukan. Padahal, bercerita atau mendongeng sendiri adalah bentuk tertua dari kegiatan mengajar. Namun syukurlah, di era jaman now ini masih ada segelintir orang yang peduli terhadap dongeng. Salah satunya bisa kita temukan di Kampung Dongeng Indonesia.

Kampung Dongeng Indonesia berada di Jl. Musyawarah RT.04/01, No. 99, Kampung Sawah, Ciputat. Bangunannya terdiri atas pelataran yang luas dan dilengkapi panggung di salah satu sisi. Di atas panggung ada kamar panggung untuk menginap para relawan pendongeng.

Sejarah Kampung Dongeng dimulai pada tahun 1998 oleh Mochammad Awam Prakoso. Kala itu ia mengalami PHK dari bank tempatnya bekerja karena terjadinya krisis moneter yang melanda Indonesia. Sulitnya mencari pekerjaan pada saat itu membuat Awam harus memutar otak mencari sumber pendapatan lain. Ia pun lantas teringat pengalamannya mendongeng bagi keponakan-keponakannya, rupanya hal ini menginspirasinya untuk menggunakan apa yang dimilikinya sekalipun hal yang paling sederhana: bercerita, dengan mulai menekuni kegiatan mendongeng.

Sebagai calon konsumen yang disasarnya adalah siswa-siswa sekolah yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Tidak mudah, pada awalnya ia harus ‘jemput bola’ dengan mendata satu per satu TK, SD, dan taman pendidikan Alquran di kawasan Ciputat. Dari situ ia mulai mengirimi surat ke semua sekolah itu, yang isinya permohonan agar diberi kesempatan mendongeng kepada para siswanya.

Berawal dari kesempatan yang diberikan sebagian sekolah yang dia kirimi surat tersebut, Awam pun kian dikenal sebagai pendongeng ulung. Awam mulai menerima banyak panggilan untuk mendongeng dan terus berkembang. Saat ini jadwal mendongengnya sangat padat, tidak hanya di seputar Ciputat, melainkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Pada awalnya Awam hanya bercerita dan mencoba membuat ceritanya semenarik mungkin. Dengan kemampuan teatrikal yang dimilikinya, ia mencoba menggambarkan segala sesuatu dengan gerakan yang mudah dipahami anak-anak, namun ternyata itu saja belum cukup. Lambat laun, Awam pun mulai mengembangkan kemampuan meniru berbagai bunyi secara otodidak. Sampai saat ini, Awam menguasai lebih dari 150 karakter suara, dari mulai hewan, tokoh kartun, hingga berbagai suara aneh lain. Kemampuan inilah yang menjadi modal utama Awam untuk mendukung kisah yang didongengkannya sekaligus untuk memukau para penontonnya.

BACA JUGA  Melatih Ketahanan Mental, Disiplin, dan Mempererat Tali Persaudaraan Siswa, KB/TK Pembangunan Jaya Menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Yang paling banyak menjadi materi dongengnya adalah kisah-kisah Islami yang dipetik dari Alquran dan hadis. Juga kisah-kisah dongeng populer di Nusantara seperti Malin Kundang dan Si Kancil. Namun materi yang digunakan untuk mendongeng tidak harus melulu cerita tradisional ataupun cerita masa lalu, melainkan juga bisa disesuaikan dengan kondisi serta kegiatan sehari-hari anak-anak saat ini, yang terpenting dari cerita yang disampaikan harus tetap memberikan edukasi yang baik bagi anak. Ia kerap memasukkan pesan moral melalui cerita-ceritanya.

Pada satu wawancara bapak tiga anak ini menjelaskan tips mendongeng bagi anak-anak. “Mendongeng itu sebenarnya adalah sesuatu yang mudah, hanya saja terletak pada bagaimana caranya anak itu fokus. Karena kalau mendongeng itu, sebenarnya sudah sama seperti bercerita biasa saja. Tapi kadang-kadang, anak itu sebagai makhluk yang unik, sehingga kalau kita tidak punya kemampuan bagaimana mengendalikan anak-anak, itulah yang akan mengakibatkan anak-anak bosan. Untuk itu, dalam pelajaran teknik mendongeng ini dilakukan mulai dari persiapan sebelum mendongeng, bagaimana memfokuskan anak-anak, kemudian mendongeng sampai memberikan kesimpulan,” jelasnya.

Tidak saja mengajarkan dongeng, pria lulusan Universitas Ahmad Dahlan ini juga mengajarkan berbagai keterampilan bagi anak-anak, seperti menari, drama, hingga kreativitas tangan bagi anak. Atas berbagai hal yang telah dilakukannya untuk pendidikan anak melalui dongeng, berbagai penghargaan telah diperolehnya. Ia pun kerap tampil di acara televisi di berbagai stasiun televisi nasional. Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) diperolehnya pada tanggal 18 Mei 2013 atas kegiatan Mendongeng Terus-Menerus Tanpa Berhenti Selama 8 Jam Lebih, yang disaksikan oleh 1.000 anak-anak secara bergantian dengan naskah sebanyak 18 cerita.

Setelah berjalan sekian lama, untuk menularkan semangat mendongeng kepada anak-anak, Awam pun menginisiasi berdirinya Komunitas Kampung Dongeng. Komunitas ini berdiri pada tanggal 18 Mei 2009, yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang peduli terhadap dongeng bagi anak-anak. Saat ini ada ratusan relawan yang bergabung di komunitas ini. Mereka mendongeng untuk semua umur, biasanya kepada anak SD sampai SMA.

Selain membangun Kampung Dongeng, Awam yang bercita-cita mempersembahkan 1000 Kampung Dongeng untuk Indonesia ini, juga tidak lupa untuk melakukan kaderisasi. Tiga bulan sekali dia menggelar Kemah Dongeng yang berdurasi tiga hari. Rata-rata pesertanya 50 orang. Sekitar 30 persen dari total peserta itu umumnya lantas ikut bagian Kampung Dongeng dengan membuka cabang di daerah masing-masing. Sisanya ada yang menjadi pendongeng profesional mandiri. Tapi, ada pula yang sama sekali tidak menjadi pendongeng. Mereka umumnya berasal dari kelompok profesional. Antara lain guru, dosen, dokter, polisi, sampai pengusaha. Saat ini tercatat 80-an Kampung Dongeng di berbagai wilayah di Indonesia.

BACA JUGA  APP Sinar Mas Raih Penghargaan Edukasi Pasar Terbaik Lewat “Festival Penulis Cilik SiDU”

Setiap pekannya, Kampung Dongeng Indonesia menggelar kegiatan rutin Kampung Dongeng Pekan Ceria yang dihadiri ratusan anak secara gratis. Acara ini dimaksudkan untuk memberi keceriaan kepada anak-anak yang hadir yang ditemani para orang tuanya. Di acara yang dimulai sejak pukul 8 pagi hingga pukul 11 siang ini tidak hanya diisi dengan kegiatan mendongeng, tetapi juga ada ajang unjuk bakat dan kreativitas anak, serta berbagai permainan anak. Tidak hanya di Kampung Dongeng di Ciputat, acara ini juga digelar serentak di semua Kampung Dongeng di berbagai daerah.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kampung Dongeng Indonesia
Jl. Musyawarah No. 99, RT 04 / RW 01, Sawah Lama
Ciputat, Tangerang Selatan 15413
Telp. : 0821-1019-9606
Email : kampungdongeng@yahoo.com
Website : https://www.kampungdongeng.com

Instagram : @kampungdongeng
Facebook : Awam Prakosos
Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=7n5iudZ922k&feature=youtu.be

(EGA)

 

 

Baca Juga