Mengatasi Berbagai Tantangan Aktivitas Belajar Tatap Muka, Mysavvytutor Merilis Aplikasi Baru yang Sesuai Permintaan

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, wabah COVID-19 telah menghambat aktivitas belajar lebih dari 290,5 juta siswa di seluruh dunia. Platform belajar lewat internet di Singapura, Mysavvytutor (MST) meyakini bahwa tren tersebut menjadi awal dari peralihan ke aktivitas belajar virtual. Untuk itu, MST merilis aplikasi baru yang berbasiskan web dan sesuai permintaan (on-demand) demi memastikan para pelajar dapat menerima pendidikan bermutu tinggi terlepas dari lokasinya.

“Akibat terbatasnya pilihan yang fleksibel dan transparan, banyak orang masih meragukan aktivitas belajar lewat internet. Mereka membutuhkan layanan instan yang fleksibel, transparan, dan personal. Itu sebabnya, guna menjamin kenyamanan dan kualitas bagi para pelajar, kami telah meluncurkan aplikasi baru yang sesuai permintaan,” ujar Kelly Te, Pendiri MST.

Untuk menjawab berbagai kekhawatiran tentang aktivitas belajar lewat internet, layanan baru yang sesuai permintaan dan dikembangkan MST tersebut menghadirkan lembaga pendidikan, pengajar, dan kursus di lingkungan fisik untuk semua pihak. Lewat aplikasi ini, pelajar dapat memilih format, misalnya kegiatan belajar privat atau berkelompok, serta menyeleksi profil tenaga pengajar (contohnya, pengalaman, peringkat, ulasan, dan harga). Keahlian tenaga pengajar meliputi berbagai jenis topik agar kebutuhan pelajar bisa terpenuhi.

“Kami ingin memperkenalkan lingkungan belajar terpadu, kolaboratif, berkelanjutan, dan dinamis kepada para pengguna dari segala usia. Lingkungan belajar ini memadukan e-learning dan kolaborasi unggulan dengan tenaga pengajar terkemuka secara fleksibel, transparan, dan interaktif, serta disajikan secara seketika (real-time). Lewat aplikasi belajar virtual yang sesuai permintaan, kami memberikan kesempatan bagi tenaga pengajar untuk mengadakan kelas lewat internet yang diikuti para pelajarnya secara mandiri, dan berkembang dengan skala internasional,” lanjut Kelly.

Selain mengatasi kesenjangan pendidikan, Mysavvytutor menawarkan beragam model aktivitas belajar via internet dan sederet perangkat interaktif buatan sendiri. Misalnya, pengguna bisa mencari berbagai kategori atau tenaga pengajar lewat internet sehingga mereka dapat menemukan kursus yang memenuhi kebutuhan belajarnya masing-masing.

Mereka juga bisa segera menjadwalkan kelas (“Learn Now”), atau sesuai dengan waktu yang diinginkannya (“Learn Later”). Dengan demikian, para pelajar bisa berkembang sesuai dengan jalurnya. Sementara, tenaga pengajar bisa memanfaatkan kelas virtual dan perangkat analisis kinerja, seperti online whiteboard, demi melengkapi dan meningkatkan program luringnya.

Setelah mendaftarkan diri, para pelajar bisa mengikuti kursus yang diadakan perusahaan privat dan berpartisipasi dalam group webinar secara kolaboratif. Layanan ini juga didukung bantuan setiap saat, serta menyajikan laporan dan perkembangan belajar secara seketika supaya para pelajar bisa menghemat waktu dan berkonsentrasi.

Model baru untuk kolaborasi lewat internet

Demi menjamin semua orang dapat mengakses layanan pendidikan yang personal dan bermutu tinggi, Mysavvytutor selalu ingin menghadirkan lebih banyak mitra pendidikan di platform internetnya. Sejak diluncurkan pada Januari, Mysavvytutor telah berkolaborasi dengan lebih dari 20 lembaga dan mitra. Baru-baru ini, MST bekerja sama dengan iWave, Inc., perusahaan teknologi finansial, untuk memperluas kesempatan belajar di Filipina.

“Pada Semester II-2020, kami ingin mengajak lebih banyak mitra, mengembangkan sederet perangkat dan game intuitif, serta memperluas lingkungan sosial, aktivitas belajar virtual, dan metode pengajaran kami demi menciptakan ruang belajar bersama dengan metode peer-shared. Di lingkungan belajar tersebut, para pelajar dan tenaga pendidik bisa terhubung dengan teman-temannya saat berinteraksi, bermain, dan merayakan pencapaian belajar,” tutur Kelly.

(EV)

Leave a Reply