Mendeteksi Tanda-Tanda Stroke dengan Microlife Blood Pressure Monitor BP A200

Stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak dalam waktu yang singkat. Kematian sel-sel otak ini akan membuat tidak berfungsinya koordinasi tubuh bahkan kematian. Stroke adalah kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan cepat.

microlife_blood_pressure_monitor_info_bintaro_1

Stroke memerlukan tindakan darurat medis segera setelah terjadi serangan dalam waktu maksimum hanya beberapa jam saja setelah terjadinya stroke. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan tetap atau kerusakan yang lebih parah. Dan jika tidak ditangani, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Stroke adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan yang yang pertama dalam menyebabkan kecacatan pada dewasa di Amerika Serikat dan Eropa. Di Indonesia, stroke terjadi pada 12 dari 1.000 orang dan satu dari 7 pasien yang mengalami stroke akan meninggal.

Faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya stroke adalah: usia, tekanan darah tinggi, stroke sebelumnya, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, atrial fibrillation, migraine dengan aura, dan thrombophilia (cenderung thrombosis). Dari semua faktor-faktor tersebut yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok. 80 persen stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor resiko.

Tanda-tanda akan datangnya stroke yang harus diwaspadai karena bisa menjadi suatu peringatan yaitu:

  • Mengalami mati rasa atau kelemahan secara tiba-tiba di lengan, wajah atau kaki, terutama jika hanya terjadi di satu sisi tubuh saja.
  • Mengalami kebingungan serta kesulitan untuk berbicara dan memahaminya secara tiba-tiba.
  • Mengalami kesulitan melihat pada satu atau kedua mata secara tiba-tiba.
  • Kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi secara tiba-tiba.
  • Tiba-tiba merasa sakit kepala yang parah tanpa diketahui penyebabnya.

 

Sejatinya, serangan stroke dapat dideteksi dari perubahan tekanan darah. Bila salah satu tanda-tanda di atas telah terjadi, pengukuran tekanan darah secara intensif dapat mengantisipasi serangan stroke yang fatal, yang mungkin akan timbul beberapa waktu kemudian.  Namun, pengukuran tekanan darah secara konvensional seperti yang dilakukan di dokter atau klinik sering menimbulkan keengganan. Walau pun pada saat ini sudah banyak dijual di pasaran alat pengukur tekanan darah secara mandiri yang dapat dilakukan sendiri di rumah, namun alat-alat tersebut tetap dirasakan tidak praktis, karena harus mengukur secara berulang-ulang. Padahal, keengganan itu akan membuat tidak adanya kewaspadaan, sampai pada satu saat terjadi serangan fatal.

Microlife Blood Pressure Monitor BP A200 diciptakan untuk membuat proses pengukuran tekanan darah menjadi sangat mudah. Pengukuran tekanan darah bisa dilakukan setiap saat, bukan hanya sekali atau beberapa kali saja, melainkan berulang-ulang sampai maksimum 200x pengukuran yang dapat disimpan. Data hasil pengukuran itu dapat dilihat pada alat ini sendiri, maupun ditransfer ke komputer untuk analisa lebih lanjut.

The BP A200 merupakan alat pengukur tekanan dan denyutan darah yang bekerja secara otomatis. Alat ini telah diuji, lulus uji dan mendapat pengakuan dari British Hypertension Society (BHS), sebuah lembaga akreditasi hipertensi tingkat dunia dan direkomendasikan kepada para dokter. Microlife BP A200 memiliki kemampuan untuk mendeteksi adanya penyumbatan aliran darah yang mengakibatkan denyutan jantung tidak normal (atrial fibrillation).

Dengan display monitor yang ekstra besar, Microlife BP A200 sangat nyaman digunakan. Pembacaan tekanan darah dilakukan dengan sabuk sensor (rigid cone cuff) yang dipasang pada bagian lengan atas. Alat ini dapat dilengkapi dengan opsi konektor USB untuk menghubungkan dengan perangkat komputer yang terinstall software blood pressure reader. Kemampuan menyimpan 200x data pengukuran meliputi jam dan tanggal pengukuran. Microlife BP A200 menggunakan batere yang dapat diisi ulang (rechargeable), serta memiliki indikator ketersediaan daya batere.

Microlife BP A200 menggunakan teknologi Atrial fibrillation (AFIB) yang dikembangkan oleh Microlife. Dari hasil pengujian, dua dari tiga penyumbatan darah yang berpotensi menimbulkan stroke dapat dicegah bila terdeteksi secara dini dan dilakukan langkah-langkah penanggulangannya segera.

Microlife Blood Pressure Monitor BP A200 bisa didapatkan pada outlet Arnez de Lourdes Bintaro. Arnez de Lourdes merupakan jaringan toko alat kesehatan di bawah naungan PT. Sekarguna Medika yang memiliki cabang-cabang di Jabodetabek, Jawa dan Sumatera termasuk Bintaro.  Berbagai produk alat kesehatan dari berbagai merek terkemuka di dunia dipasarkan oleh Arnez de Lourdes (baca juga : Grosir Alat Kesehatan di Bintaro : Arnez de Lourdes).

Untuk informasi dan pembelian, Anda bisa menghubungi

Popon Pebriani
Arnez de Lourdes Bintaro
Ruko Sentra Menteng Blok MN 88 Q
CBD Bintaro Sektor 7- Tangerang Selatan
Telp. : 021 – 7486 3936, 745 0505
Fax : 021 – 7486 3936

microlife_blood_pressure_monitor_info_bintaro_2

Spesifikasi :

  • Operating Temperature : 10-40 C/ 50 – 104 F
    15 – 95% relative maximum humidity
  • Storage Temperature :
    -20 – 55 C / -4 – 131 F
    15 – 95% relative maximum humidity
  • Measuring procedure :
    Oscillometric, Corresponding to Korotkoff method phase I systolic, Phase V diastolic
  • Measuring range :
    30 – 280 mmHg (Blood Pressure)
    40 – 200 bpm (Pulse Rate)
  • Resolution : 1 mmHg
  • Cuff Pressure Range : 0 – 299 mmHg
  • Static accuracy : within +/- 3 mmHg
  • Pulse accuracy : +/- 5% of read-out value
  • Power source : Batteries 4 x 1.5 V, AA size
  • Dimensions : (W) 152 x (L) 92 x (H) 42 mm
  • Weight : 560 g (including batteries)
  • Reference to standards : EN 1060-1/-4/-4 ; IEC 60601-1; IEC 60601-1-2 (EMC)

 

Kelengkapan standar : Wide range Rigid Cone Cuff (22-42 cm), carrying bag, adaptor, cable data, software, operation manual

 

(ES)

Leave a Comment