Memupuk Animo Astronomi pada Gerhana Bulan Total

Pada tanggal 27-28 Juli 2018 berlokasi di SMA Plus Pembangunan Jaya, School Science Center (SSC) mengadakan pengamatan gerhana bulan total yang diikuti oleh 54 siswa. Mereka berasal dari sekolah yang beragam. Ada yang berasal dari SD, SMP, SMA Plus Pembangunan Jaya, SD Al Kautsar,  SD Amalina, SMP Budi Mulia Dua Bintaro dan SMP Amalina, serta 8 orang panitia dari SSC dan 11 orang dari tim GAC (Gamma Astronomy Club, Komunitas Pecinta Astronomi yang berada di kampus UIN).

Baca Juga:
Foto : Mengenal School Science Center (SSC) Sekolah Pembangunan Jaya
Ada Klub Astronomi Amatir lho di Tangsel

Sebelumnya di bulan Januari 2018 telah diadakan kegiatan serupa berupa pengamatan fenomena alam super blue blood moon di School Science Center. Kegiatan ini merupakan kerja sama SSC dan komunitas Gamma Astronomy Club (GAC).

Baca Juga: Mengintip Kegiatan School Science Center (SSC) SMA Plus Pembangunan Jaya : Pengamatan Super Blue Blood Moon di Langit Bintaro

Pada tanggal 27 Juli 2018 acara dimulai pukul 20.25, bertempat di aula SSC lantai 2. Pembukaan acara dilakukan oleh pihak SSC kemudian selanjutnya diserahkan pada tim GAC. Setelah acara pembukaan selanjutnya pengenalan komunitas GAC dan penyampaian materi Gerhana Bulan Total. Setelah itu diadakan kegiatan ice breaking untuk membangkitkan semangat peserta pengamatan. Masuk ke bagian acara yang penting yakni  pengenalan stellarium (aplikasi peta langit 3D). Para peserta dibagi ke dalam 5 kelompok dan masing-masing kelompok mempunyai 1 tim GAC sebagai pemandu.

Stellarium

Aplikasi ini dapat Anda temukan di  www.eyesonthesky.com. Terdapat tutorial Stellarium yang menunjukkan cara cepat memulai tanggal, waktu, kecepatan dan fungsi navigasi gerakan kiri / kanan / atas / bawah, zoom-in / zoom-out, dan memilih / membatalkan pilihan objek. Simak tutorialnya  di https://www.youtube.com/watch?v=bYF7SR99ZOw

Selanjutnya pengamatan berlanjut pukul 21.55, seusai mempelajari stellarium, para peserta pengamatan naik ke lantai 4 (rooftop) untuk melakukan pengamatan awal (pengamatan bulan sebelum gerhana) sampai pukul 23.00 kemudian peserta pengamatan istirahat (tidur).

Sementara itu tim GAC mempersiapkan pengamatan gerhana bulan penumbra yang akan mulai pukul 00.14 WIB. Pukul 02.00 peserta pengamatan bangun. Kemudian sebagian peserta yang beragama Islam melakukan shalat gerhana, dengan imam oleh salah satu tim GAC. Setelah shalat gerhana, peserta naik ke rooftop untuk melakukan pengamatan. Gerhana bulan total mulai pukul 02.30. Setelah melakukan pengamatan peserta turun untuk melaksanakan shalat subuh. Pukul 06.30 dilakukan penutupan acara pengamatan gerhana total oleh pihak SSC di aula kemudian diakhiri dengan foto bersama.

Rata-rata para peserta sangat menikmati proses pengamatan gerhana bulan total ini walaupun harus begadang. “Pengalaman yang seru, menyenangkan bersama kakak-kakak tim GAC pada saat peneropongan gerhana bulan total malam ini. Pengalaman yang tak akan pernah dilupakan karena proses peneropongannya seru. Terimakasih tim GAC”, ujar Alfiqri Radifa Nugraha, salah satu SMA Plus Pembangunan Jaya.

Melihat tingginya animo anak-anak untuk menonton fenomena alam gerhana bulan total ini sungguh sangat mengagumkan. Tak heran menjadi astronot ialah cita-cita banyak anak. Dalam hal ini para orang tua tak perlu khawatir karena anak dalam masa mengeksplorasi pengetahuannya. Hal itu berkembang sesuai pertumbuhan, pengetahuan, dan pengalaman anak.

Astronomi bisa dimanfaatkan untuk membuka pengetahuan anak soal sains dan membangun kedekatan mereka dengan lingkungan sekitar. Ketertarikan itu jadi bekal anak mempelajari bidang ilmu apa pun, baik eksakta, ekonomi, maupun humaniora. ”Astronomi itu gerbang pengetahuan,” ucap komunikator astronomi dan pengelola situs Langitselatan.com, Avivah Yamani.

(EGS)