Memaksimalkan Tumbuh Kembang Anak Dengan Bermain di Kapal Karam Tek Sing

Bukan rahasia lagi bahwa bermain mendatangkan banyak manfaat bagi anak. Richard Louv, penulis Last Child in the Woods, menemukan beberapa fakta dalam penelitiannya. Bahwa bermain di luar mengurangi kecemasan dan depresi, serta menambah kepercayaan diri anak.

Seorang psikolog perkembangan kognitif dan ahli pendidikan anak usia dini dari University of Cambridge yang bernama Dr. David Whitebread mengemukakan pendapatnya dalam jurnal The Importance of Play miliknya. Bahwa bermain terkadang dianggap sebagai kegiatan yang tidak penting, sepele dan tidak memiliki tujuan. Namun, Whitebread menampik pandangan tersebut. Menurutnya, bermain adalah salah satu prestasi tertinggi yang dimiliki manusia, selain bahasa, budaya dan teknologi. Pendapatnya tersebut juga diakui oleh para peneliti bahwa bermain menumbuhkan prestasi intelektual dan kesejahteraan emosional.

Selain itu, Friedrich Froebel yang merupakan penulis buku The Pedagogics of the Kindergarten memiliki pemikiran dasar tentang pendidikan modern yang didasarkan pada pengakuan bahwa anak-anak memiliki kebutuhan dan kemampuan yang unik. Ia menyatakan bahwa ketika bermain, anak akan memproduksi kemampuan intelektualnya secara murni.

Dewasa ini, anak terlihat lebih sering bermain dengan gadget dibanding melakukan permainan yang merangsang saraf sensorik dan motorik mereka. Ironisnya, orangtua belum sadar akan bahaya yang mengancam dan justru membiarkan kebiasaan tersebut untuk membuat anak tenang dan merasa nyaman, terutama ketika anak rewel atau merengek saat tidak mau makan.

Menurut survei yang dilakukan oleh Early Childhood Education Degrees, 67% anak-anak di Amerika menjadi anti-sosial karena tidak melakukan aktivitas bermain dan lebih menghabiskan waktu dengan gadget. Jika ini diteruskan, 42% orangtua percaya bahwa pada 2020 nanti anak-anak ini akan menjadi orang yang memiliki permasalahan kognitif, yakni susah fokus, mudah lupa dan kesulitan dalam memecahkan permasalahan.
Melihat permasalahan ini, Ayomain menciptakan wahana bertajuk “Jelajah Kapal Karam” yang akan hadir di Bintaro Jaya Xchange Mall pada 24-28 Maret 2017 pukul 10.00-19.00 WIB. Acara ini memilih Kapal Karam Tek Sing sebagai model wahana.

Kapal Tek Sing sendiri merupakan kapal milik Tiongkok yang dijuluki “Titanic dari Timur” dan masuk ke dalam sejarah kemaritiman Indonesia. Sayangnya, kapal yang berlayar dari Xiamen, China menuju Batavia (Jakarta) ini tenggelam pada 6 Februari 1822 di perairan Selat Gaspar, Kepulauan Bangka Belitung. Ayomain mengangkat tema maritim untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang sejarah kemaritiman Indonesia.

Wahana “Jelajah Kapal Karam” berukuran 36 meter persegi yang digunakan oleh anak-anak untuk bermain adalah hasil karya Bumi Bumi Kardus (IG: @bumibumikardus) dan Uchy Widya (IG: @UchyWidya). Seluruh bagian dari wahana ini menggunakan material dari kardus karena bahan kardus merupakan barang daur ulang dari limbah kertas sebagai hasil olahan kayu. Hal ini merupakan salah satu upaya Ayomain dalam menerapkan hidup hijau. Lagipula, kardus bisa sangat kuat dan kokoh, asalkan disertai penataan konstruksi dan perhitungan yang akurat.

Di wahana “Jelajah Kapal Karam” nanti, anak-anak yang menjadi penjelajah kecil dapat mengikuti beberapa program yang ada, yakni sebagai berikut:

1. Tantangan Jelajah Kapal
Anak akan berperan sebagai penyelam yang harus menyelam ke dasar laut untuk memecahkan teka-teki Kapal Tek Sing. Anak bisa melatih saraf sensorik dengan melalui rintangan-rintangan yang terbuat dari kardus di dalam wahana Kapal Tek Sing.

2. Aktivitas Playdate
Anak-anak akan diberi kesempatan untuk belajar tentang team work. Setelah dibagi menjadi kelompok-kelompok, anak-anak harus menyelesaikan perjalanan mereka dari mulai membenahi dermaga yang rusak agar dapat dilewati, meloloskan diri dari serangan ikan hiu, hingga dapat sampai di lokasi penyelaman Kapal Karam Tek Sing. Permainan seperti ini melatih saraf sensorik anak dan melatih keseimbangan tubuh serta melatih anak untuk menjalankan fungsi koordinasi. Instruksi untuk beraksi dalam wahana bermain ini akan disampaikan oleh Kakak Main yang berjaga di area bermain. Teknik ini juga sekaligus melatih keterampilan anak dalam mendengarkan instruksi.

3. Workshop Membuat Mainan dari Kardus
Workshop yang digelar pada pukul 13.00 WIB-15.00 WIB setiap harinya ini akan mengajarkan cara membuat mainan berbahan dasar kardus untuk orangtua dan anak usia 8-13 tahun.

4. Reporter Jelajah Kapal
Selain bermain, anak-anak juga bisa berperan sebaga reporter dengan membayar paket bermain sebesar Rp 100.000,-. Anak akan merasakan pengalaman menjadi Reporter Jelajah Cilik bersama DJ TV (Discover Jakarta TV). Hasil liputan tersebut bisa dibawa pulang untuk dijadikan koleksi pribadi anak.

“Jelajah Kapal Karam” dapat diikuti oleh anak usia 2-13 tahun dengan biaya pendaftaran sebesar 85.000 rupiah (fasilitas: playdate atau workshop dan tiket menjelajah kapal) dan IDR 35,000 (fasilitas: tiket menjelajah kapal).
Anak dengan usia di bawah 8 tahun dapat mengikuti seluruh program dengan didampingi oleh orangtua. Pendaftaran secara online dibuka hingga 23 Maret 2017 dan dapat diakses melalui situs Ayomain di www.ayomainid.com atau bit.ly/jelajahkapalkaram. Pendaftaran setelah tanggal tersebut dapat dilakukan di wahana “Jelajah Kapal Karam” di Bintaro Jaya Xchange Mall.

Leave a Comment