Sel. Okt 15th, 2019

Manfaat Konsumsi Daging Merah

Selamat merayakan Idul Fitri ……Saat istimewa seperti sekarang ini beragam hidangan khas Lebaran akan dapat Anda nikmati. Di antaranya adalah daging sapi yang diolah menjadi beragam makanan khas seperti rendang, dendeng, rawon dan sate.

Daging sapi termasuk kategori daging merah. Daging merah merupakan istilah kuliner yang merujuk kepada daging yang berwarna kemerahan. Oxford dictionary menjelaskan bahwa daging merah umumnya adalah daging sapi, daging domba, daging kambing, dan daging kuda. Sedangkan  daging ayam dan daging ikan yang dikategorikan daging putih.

Tahukah Anda bahwa daging merah mengandung protein yang cukup dan kompit dengan semua asam amino esensial yang mudah dicerna.

Asam amino esensial ada 9 yang tidak bisa dibuat di dalam tubuh harus didapatkan dari makanan, dan total ada 22 jenis asam amino yang dibutuhkan untuk membangun banyak bagian badan seperti otot, sel darah merah, sistem imun, saraf, organ-organ, dan segalanya yang dari protein di dalam tubuh kita.

Asam amino bisa didapatkan juga dari protein nabati tapi hanya sumber protein hewani yang lengkap ada semua sembilan asam amino esensial dan lebih mudah dicerna manusia dengan beragam enzim pencernaan yang ada.

Mau tahu rupa asam amino? Klik video berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=VgUBy2xd2yo

Kualitas nutrisi protein di dalam daging merah lebih superior daripada protein lainnya apalagi dibandingkan dengan protein dari nabati yang tidak lengkap.

Kita bahas fungsinya asam amino penting ini satu-satu secara singkat:

Histidine penting untuk pertumbuhan sel-sel, khususnya untuk anak-anak dan untuk reparasi atau regenerasi sel-sel rusak pada dewasa.

Lanjut, isoleucine bersama dua asam amino lain (leucine dan valine) menguatkan otot dan membentuk hemoglobin juga penting untuk kadar glukosa darah serta metabolisme, juga penting dalam faktor pembekuan darah kalau kurang bisa rawan sakit jantung.

Next yang esensial adalah asam amino: leucine dibutuhkan untuk menstimulasi rilis insulin dari pankreas, melindungi otot dan meningkatkan produksi energi, menguatkan penyembuhan dan perbaikan kulit.

Kekurangan tiga jenis asam amino ini saja akan membuat kulit bermasalah, gula darah fluktuatif, metabolisme terganggu dan rasa kurang bertenaga serta sakit.

Mari simak beberapa tipe asam amino yang lain. Lysine juga sangat penting untuk melawan infeksi, lalu methionine membantu fungsi biokimia dalam memecah lemak dan sebagai sumber sulfur untuk detoksifikasi cemaran logam berat kayak timbal dan merkuri.

Phenylalanine dibutuhkan untuk pembentukan protein dan kesehatan saraf serta otak juga beragam hormon lain termasuk tiroid juga penting untuk pembentukan adrenalin.

BACA JUGA  Waspadai Karsinogenik, Zat Penyebab Kanker

Threonine sangat dibutuhkan dalam pembentukan kolagen dan leastin pada kulit (ibu-ibu dan wanita muda yang ingin kulitnya terus muda membutuhkan ini )

Valine memicu kekuatan jaringan badan termasuk otot serta organ-organ, juga menjaga keseimbangan nitrogen di dalam tubuh.

Dan TRYTHOPHAN, yang sering disebut adalah asam amino penting untuk memproduksi niacin dan membuat serotonin sebagai pengatur mood supaya stabil dan terhindar dari depresi!

Trytophan ini amat sangat penting untuk fungsi berpikir pada otak dan saraf, menjaga emosi serta pereda nyeri atau sakit akibat inflamasi, peradangan di sistem cerna termasuk membuat tidur menjadi berkualitas.

Jika sehari aja kurang trytophan maka kadar serotonin menurun, bikin bete dan kurang tidur, daya ingat melemah alias gampang lupa dan malah mudah marah atau tersinggung. Lama-lama jadi depresi berat!

Bayangkan kalau diet berlebihan, kurang makan daging atau puasa kelamaan setiap hari, bakal malnutrisi serta mengacaukan kesehatan badan dan pikiran, bahkan ketidakcukupan salah satu aja dari sembilan asam amino yang esensial ini membuat kacau metabolisme dan mood, merugikan kesehatan dalam jangka panjang, dan kesembilan asam amino esensial ini hanya bisa dipenuhi dari makan, harus makanan, tubuh tidak bisa membuat sendiri.

Sumber utama asam amino esensial yang harus dimakan kalau tidak makan tidak akan bisa didapatkan makanya namanya esensial, dari 22 asam amino hanya 13 yang bisa disintesis di dalam tubuh sendiri tapi sisanya 9 tidak bisa tidak harus makan:

Kekurangan asam amino esensial akan sangat merugikan kesehatan, utamanya terasa di otak: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3469761/

Lalu rambut rontok dan sistem reproduksi terganggu, tubuh lebih mementingkan survival dulu daripada membuat anak. Jadi seorang perempuan dapat menjadi tidak subur dan siklus bulanannya bisa berhenti.

Karena kalau benar-benar kekurangan asam amino esensial memang bisa membawa kepada kematian. Ini berawal dari kesehatan reproduksi bermasalah. Simak ulasannya di http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0028136

Gejala Kekurangan Asam Amino

Gejala paling ringan berupa susah tidur, merasa lelah tubuh dan banyak kecemasan, terlalu sering berpikir berulang, hingga depresi, berat badan berkurang di otot, terasa gampang capek tapi sulit terlelap, dan kulit serta kuku plus rambut jadi tampak tidak sehat!

Untuk menghindari gejala di atas, Anda jangan mengurangi makan protein (yang berkualitas hanya dari sumber hewani dan paling komplit). Anda patut waspada bila sering merasa kurang bertenaga, pikiran gampang bete hingga depresi, sulit berkonsentrasi malah gampang lupa, atau kelenjar tiroid berfungsi rendah, bergejala alergi dan sistem cerna bermasalah, organ-organ detoks tidak maksimal (ginjal dan kulit), lemak bertambah dan otot atropi atau mengecil/berkurang, serta kuku retak-retak plus rambut rontok. Itu tandanya sudah sangat kurang makan daging, khususnya daging merah.

BACA JUGA  Tips Merawat Handuk Yang Benar

Untuk menjadi sehat memang tidak makan daging merah setiap saat. Namun Anda jangan berdiet ketat karena manusia harus memenuhi kebutuhan gizi khususnya nutrisi esensial seperti dua lemak (omega 3 & 6) serta SEMBILAN asam amino yang harus didapatkan dari makanan, yang paling komplit dan kualitas tinggi yakni daging merah. Jadi jangan sekedar diet tanpa tahu konsekuensinya ya.

(EGS)

 

Baca Juga