Rab. Des 11th, 2019

Mandau dan Tameng ala Suku Dayak Kalimantan

Kalimantan tak sekedar memiliki bentangan hutannya yang maha luas, tapi sebenarnya pulau terbesar ketiga di dunia ini juga memiliki budaya asli yang masih lestari hingga kini. Adalah suku Dayak yang mendiami sebagian besar luas wilayah Kalimantan yang masih menjadi magnet budaya tersebut. Suku Dayak terbagi ke dalam banyak sub suku, di antaranya adalah Dayak Meratus, Dayak Kenyah, Dayak Benuaq, Dayak Iban, Dayak Maanyan dan masih banyak sub suku Dayak lainnya.

Namun ada beberapa hal yang menjadikan mereka memiliki kesamaan, beberapa di antara nya adalah mandau dan tameng. Mandau merupakan senjata tradisional ala suku Dayak. Berbentuk mirip pedang namun tidak begitu panjang. Dulunya mandau digunakan untuk berperang. Bahkan ada beberapa sub etnis Dayak menganggap mandau adalah benda yang sakral dan magis.

Tak sembarang orang boleh memiliki mandau. Bahkan mandau yang telah dikeramatkan oleh si empunya, tidak boleh dilepaskan dari kumpang nya secara sembarangan. Bahkan ada beberapa sub etnis Dayak yang melengkapi mandaunya dengan berbagai mantra dan racun, hal ini dimaksudkan agar mandau semakin kuat dan sakti.

Sedangkan tameng merupakan alat perisai sebagai pelengkap dalam perang. Gunanya untuk melindungi tubuh dari serangan lawan. Tameng terbuat dari kayu. Biasanya tameng diberi motif berukir yang sangat etnik. Sama halnya dengan senjata mandau, tameng atau talawang ini merupakan benda budaya yang lahir dari kepercayaan masyarakat suku Dayak terhadap kekuatan magis. Selain itu juga, talawang memiliki sisi estetis yang ditunjukkan kepada motif ukirannya.

Talawang dibuat dari kayu ulin atau kayu besi. Tapi, ada juga yang terbuat dari kayu liat. Kayu jenis ini merupakan bahan pokok yang sering digunakan dalam pembuatan talawang. Kayu-kayu tersebut dipilih karena selain ringan, juga mampu bertahan hingga ratusan tahun. Saat ini, bersama mandau, talawang juga masih digunakan pada pertunjukan tari seperti tari Mandau dan tari Pepatay.

BACA JUGA  Seminar Anak Tentang Gadget Policy

(Disarikan dari berbagai sumber)

 

(EGS)

 

Baca Juga

You may have missed

Dalam rangka merayakan Hari Belanja Nasional (Harbolnas), Bukalapak meluncurkan kampanye bertajuk Kalap 12.12. Kampanye yang berlangsung 1-15 Desember 2019 ini mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk kalap berbelanja di Bukalapak karena diskon yang diberikan mencapai total Rp 50 Miliar, ditambah beragam promo, mulai dari diskon langsung, voucher diskon, gratis ongkir, Flash Deal Rp 12, Cashback 99%, hingga kesempatan untuk mendapatkan barang-barang luar biasa seperti Mobil Toko, Ruko, hingga Kos-Kosan seharga Rp 12.000 saja di program Serbu Seru Kalap. “Setiap orang pada dasarnya butuh pelampiasan untuk menyalurkan emosi dan keinginan, termasuk di dalamnya keinginan dan napsu belanja. Oleh karena itu, di momen Harbolnas ini, momen yang sudah menjadi tradisi di dunia belanja online dan selalu ditunggu-tunggu, kami memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat Indonesia untuk melampiaskan napsu belanjanya hingga kalap, karena asik menikmati semua promo dan penawaran spesial di Kalap 12.12”, ujar Erick Wicaksono, VP of Marketing Bukalapak. “Untuk menambah semangat agar semakin kalap, Kalap 12.12 juga menghadirkan Serbu Seru Kalap mulai tanggal 10 Desember, di mana para pengguna Bukalapak bisa menyerbu Mobil Toko, Ruko, hingga Kos-Kosan yang tidak hanya luar biasa dan berbeda dari tahun sebelumnya, tapi juga bisa mendorong para penyerbu yang berhasil untuk memulai usaha dan meningkatkan kualitas hidup mereka”, tambah Erick. Informasi lebih lanjut mengenai promo KALAP 12.12 bisa dilihat di bukalapak.com.