Rab. Nov 20th, 2019

Makna Adanya Gebogan Dalam Tradisi Hindu di Bali

Gebongan atau biasa juga disebut dengan Pajegan adalah suatu bentuk persembahan berupa susunan dan rangkaian buah buahan, jajanan dan bunga yang dikreasikan oleh umat Hindu di Bali. Jenis buah dan jajanan biasanya berinovasi mengikuti perkembangan zaman, jadi apa yang kita makan itulah yang kita persembahkan.

Simak videonya di Video: https://www.youtube.com/watch?v=bTiPCHpOebY

Makna Gebogan / Pajegan

Makna atau filosofi banten gebogan juga terlihat dari bentuknya yang menjulang seperti gunung, makin ke atas makin mengerucut (lancip), dan di atasnya juga diletakkan canang  dan sampiyan sebagai wujud persembahan dan bhakti ke hadapan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta.

Gebogan biasanya diusung oleh para ibu-ibu dan gadis-gadis Bali untuk dihaturkan ke pura saat  upacara piodalan atau upacara dewa yadnya lainnya sebagai bentuk rasa syukur atas berkat yang telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Esa.

Tinggi rendahnya gebogan /pajegan tergantung dari keiklasan dan kemampuan dari masing-masing individu membuat gebogan, karena nilai dari sebuah gebogan/pajegan tidaklah diukur dari tinggi atau rendahnya akan tetapi dari keiklasan hati dalam menunjukkan rasa syukur. Dan selebihnya merupakan bentuk pengapresiasian seni.

Sehingga harus dapat dipahami khususnya bagi umat Hindu, bahwa ketika ada upacara yadnya tidak dibenarkan adanya upaya kalau untuk berlomba-lomba membuat gebogan  hanya untuk dipamerkan kepada orang lain apalagi sampai dipaksakan membeli buah dengan mencari utang dan akhirnya mengkambing hitamkan agama. Karena hal seperti itu akan mengurangi makna utama dari dibuatnya gebogan dalam upacara yadnya yaitu  sebagai simbol persembahan dan rasa syukur kepada Tuhan atau Sang Hyang Widhi Wasa.

Anda pun dapat menyimak tutorial merangkai gebogan  di https://www.youtube.com/watch?v=bu_8nzaozbI

(EGS)

BACA JUGA  Tips Memilih Penitipan Hewan di Bintaro Selama Libur Lebaran 2019

 

 

Baca Juga