Sel. Des 10th, 2019

Listerine melalui Kampanye ‘Ubah dengan Suara’ Dukung Kemajuan Pendidikan di Indonesia

Listerine salah satu produk unggulan PT Johnson & Johnson Indonesia sekaligus sebagai pemimpin pasar produk mouthwash yang didukung oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia, hari ini secara resmi meluncurkan kampanye terbarunya, ‘Ubah Dengan Suara’ bertempat di DoubleTree Hotel, Jakarta Pusat. Melalui inisiatif ini, Listerine bermitra dengan Indonesia Mengajar untuk meningkatkan kompetensi para pengajar mudanya yang tersebar di seluruh Indonesia untuk membantu meningkatkan pendidikan bangsa.

Sistem pendidikan di Indonesia tergolong besar dan beragam dengan jumlah murid lebih dari 50 juta dan tenaga pengajar sebanyak 2,6 juta yang tersebar di lebih dari 250,000 sekolah di Indonesia. Hal ini telah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan sistem pendidikan ke 4 terbesar di dunia (setelah Cina, India dan Amerika). Akan tetapi, terlepas dari begitu besarnya upaya pemerintah dalam mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia, ternyata pendidikan masih belum tersebar secara merata karena masih adanya keterbatasan akses di Indonesia. Bahkan, berdasarkan data dari Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, UNESCO, kualitas pendidikan Indonesia masih perlu ditingkatkan lebih baik lagi dibanding dengan negara lain. Padahal, guru memegang peranan penting dalam membentuk karakter sebuah generasi, terlebih suatu bangsa. Untuk itulah maka diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk sektor swasta, dalam memberikan dukungan terhadap pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Najelaa Shihab, Psikolog dan Pendidik, mengatakan, “Pendidikan itu perlu mengantar setiap dan semua anak Indonesia menuju cita-citanya. Sebagai bangsa, kita punya tujuan yang besar – bukan hanya sekadar pencapaian intelektual atau memastikan pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan potensi manusia secara utuh dalam berbagai aspek perkembangan. Saat ini, pendidikan Indonesia butuh percepatan perbaikan, ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau murid dan guru di sekolah – tapi butuh kita semua untuk ambil peran. Banyak komunitas dan organisasi pendidikan, juga individu yang memilih menjadi relawan, kerja barengan untuk pendidikan. Harapannya, semakin banyak inovasi dan kolaborasi yang terjadi antara pemerintah, korporasi, organisasi dan publik yang peduli agar pendidikan tetap relevan menghadapi tantangan zaman. Proses belajar-mengajar harus selalu menempatkan murid sebagai subjek, pengajar perlu memanusiakan hubungan dalam menjalankan perannya. Kita semua – orang dewasa yang ada di sekeliling anak perlu terus menjadi teladan – memfasilitasi anak berdasarkan kebutuhannya, memberikan dukungan dan pengalaman sukses, menerapkan komunikasi yang penuh empati. Semoga semua dan setiap anak di Indonesia mendapatkan akses dan kualitas pendidikan yang baik.”

Melihat kondisi ini, Listerine melalui kampanye ‘Ubah dengan Suara’ mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan meningkatkan kompetensi para pengajar. Lakish Hatalkar, Presiden Direktur PT. Johnson & Johnson Indonesia menjelaskan, “Perusahaan kami selalu berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia. Inisiatif kali ini, ditujukan secara khusus kepada para pengajar karena mereka adalah ujung tombak pendidikan bangsa. Kegiatan belajar mengajar tentunya melibatkan proses komunikasi dan interaksi secara aktif. Ketika pengajar merasa percaya diri, maka dia akan dapat secara optimal mengkomunikasikan materi yang dibawakannya. Listerine percaya bahwa setiap mulut (orang) dapat memberikan suatu perubahan yang positif. Untuk berani speak up, dibutuhkan kepercayaan diri yang bisa didapatkan ketika sesorang memiliki kesehatan mulut dan gigi yang baik. Oleh karena itu, bersama dengan mitra kami Indonesia Mengajar, Listerine akan membuat program edukasi mengenai pentingnya kesehatan mulut dan gigi serta membuatkan modul khusus untuk pembelajaran kreatif bagi para pengajar mudanya.”

BACA JUGA  Melatih Ketahanan Mental, Disiplin, dan Mempererat Tali Persaudaraan Siswa, KB/TK Pembangunan Jaya Menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Ditemui pada kesempatan yang sama, Drg. Yudha Rismanto, Sp.Perio, Praktisi Kesehatan Gigi mengatakan, “Mulut merupakan bagian dari sistem pencernaan dan menjadi gerbang masuknya berbagai gangguan pencernaan dan penyakit. Bakteri normal yg hidup dalam mulut bila tidak terkendali akan berkembang biak dan menimbulkan gangguan fungsi pengunyahan , infeksi bahkan penyakit dalam gigi, mulut dan gusi. Jika tidak dirawat dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah seperti gigi berlubang, bau mulut, karies dan plak. Bahkan dapat menimbulkan komplikasi seperti kelainan pada organ vital seperti jantung, ginjal, hati maupun paru. Sikat gigi sendiri hanya membersihkan 25% dari mulut sehingga ini tidak cukup karena masih ada 75% bagian rongga mulut yang sering terabaikan kebersihan dan kesehatannya. Oleh karena itu setelah sikat gigi sehabis makan dan sebelum tidur, kita perlu membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, dan diakhiri dengan berkumur menggunakan mouthwash.”

Lakish menambahkan “Dengan edukasi kesehatan mulut dan gigi yang tepat kepada pada pengajar muda Indonesia Mengajar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, kami berharap kegiatan belajar – mengajar dapat menjadi optimal. Tidak hanya bagi para pengajar muda saja, kami berharap nantinya pesan ini juga dapat disampaikan kepada para murid agar nantinya kegiatan belajar mengajar tidak tertunda karena murid harus absen karena masalah sakit gigi.”

Pada kesempatan yang sama, Satria Ugahari, Direktur Indonesia Mengajar, turut menyatakan penghargaannya atas dukungan yang telah diberikan Listerine. “Kami sangat menghargai dan berterima kasih terhadap inisiatif Listerine melalui kampanye ’Ubah dengan Suara’. Peranan para Pengajar Muda amat penting untuk mencerdaskan dan meningkatkan mutu pendidikan bangsa secara menyeluruh. Oleh karena itu kita perlu memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi Pengajar Muda. Lebih dari itu, kompetensi Pengajar Muda ini juga perlu didukung dengan penampilan diri yang maksimal agar suasana kelas menjadi menyenangkan. Salah satunya adalah menjaga kesehatan gigi dan mulut agar para Pengajar Muda lebih percaya diri dalam menyampaikan pembelajaran kreatif di hadapan para siswa. Sehingga edukasi kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian yang tak luput dari perhatian kami. Kampanye ‘Ubah dengan Suara’ juga sejalan dengan visi misi Indonesia Mengajar yaitu mendorong perubahan perilaku generasi muda Indonesia menjadi generasi dan bangsa yang berkarakter kuat. Oleh karena itu, Indonesia Mengajar bersama Listerine akan membuat modul mengenai metode pembelajaran kreatif untuk dapat mengembangkan potensi para Pengajar Muda demi memajukan pendidikan dari berbagai penjuru Indonesia.”

Untuk memastikan program ini menjangkau pengajar muda di seluruh wilayah Indonesia, Listerine mengajak masyarakat luas, khususnya para generasi muda Indonesia untuk turut serta berpartisipasi mendukung kampanye ‘Ubah dengan Suara’. “Hanya dengan membeli 1 (satu) botol Listerine Cool Mint 250ml, mereka telah menyumbangkan Rp. 1000,- untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Program promosi kampanye ini sudah berjalan sejak bulan Januari 2019 dan pengumpulan donasi secara resmi dimulai sejak tanggal 18 Februari 2019 dan akan berakhir pada 17 Maret 2019.

BACA JUGA  Pilih Sekolah Bisnis yang Handal Bila Anda Ingin Jadi Entrepreneur yang Hebat

Hasil yang diperoleh nantinya akan disumbangkan ke Indonesia Mengajar untuk program edukasi kesehatan mulut dan gigi serta pembuatan modul metode pembelajaran kreatif. Kami berharap para generasi muda dapat berpartisipasi dan menunjukkan dukungan mereka untuk program ini dalam rangka menciptakan sebuah perubahan yang positif di Indonesia,” ujar Rikka Anggitha, Brand Amplification Lead Listerine Indonesia.

Turut memberikan dukungannya sebagai public figure yang telah mencapai berbagai prestasi di usianya yang muda dan peduli pada dunia pendidikan Maudy Ayunda, selaku Duta Kampanye ‘Ubah Dengan Suara’ mengatakan, “Semua orang, siapa pun berhak mendapat pendidikan yang terbaik. Saya pun tidak pernah menyianyiakan pendidikan. Di tengah kesibukan saya di dunia hiburan, saya tetap aktif menjalankan dan menyelesaikan kuliah. Bahkan sewaktu duduk di sekolah dasar, saya pernah bercita – cita untuk menjadi guru karena saya sangat menyenangi lingkungan sekolah. Untuk kemajuan pendidikan Indonesia, menurut saya dibutuhkan suatu pembelajaran yang interaktif dan mendorong pemikiran kritis. Kita harus lebih berani ‘speak up’ dan menyatakan pemikiran kritis kita terhadap suatu isu. Tapi memang harus dimulai dari percaya diri. Inilah salah satu alasan saya mendukung kampanye ini. Our voice makes a difference and it starts with a healthy mouth! Oleh karena itu saya juga ingin mengundang teman – teman generasi muda untuk memberikan dukungannya pada kampanye ‘Ubah dengan Suara’ untuk memajukan pendidikan bangsa.”

Rangkaian kegiatan kampanye ‘Ubah Dengan Suara’ telah dimulai sejak bulan Januari 2019 lalu dimana Listerine telah mengadakan roadshow ke universitas, mall dan beberapa public space di Jakarta, untuk mengumpulkan suara dari para generasi muda Indonesia. “Dari suara yang kami dapatkan, mayoritas menyatakan pendidikan adalah suatu hal yang penting. Oleh karena itu, kami memfokuskan program kami pada pendidikan untuk merespon isu yang berkembang di publik. Kami secara khusus mendukung para pengajar karena mereka merupakan ujung tombak dunia pendidikan. Bersama dengan mitra kami, Indonesia Mengajar, kami berharap agar kampanye ‘Ubah dengan Suara’ ini dapat membawa dampak dan perubahan positif bagi pendidikan di wilayah terpencil di Indonesia,” tutup Rikka.

(BON)

 

Baca Juga