Kwetiau 28 Aho Salsa Food City, Summarecon Mall Serpong, Mempertahankan Ciri Khas Sejak 1977

Usaha kuliner kian menjamur saat ini. Berbagai jenis kuliner yang ditawarkan berbagai gerai kuliner muncul silih berganti, ada yang mampu bertahan dan bahkan berkembang, namun banyak juga yang akhirnya tidak mampu bertahan, lenyap ditelan persaingan bisnis yang keras. Bila sebuah usaha kuliner mampu bertahan selama puluhan tahun, tentunya usaha kuliner ini memiliki kelebihan sehingga tetap dicari pelanggan-pelanggannya.

Hal inilah yang terjadi pada Kwetiau 28 Aho, sebuah gerai kuliner yang cikal bakalnya berasal dari kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara. Berdiri sejak 1977, Kwetiau 28 Aho telah melewati perjalanan yang panjang. Namun kali ini Info Bintaro tidak mengulas gerai utamanya yang berada di Jl. Mangga Besar Raya, namun yang berada di Salsa Food City, Summarecon Mall Serpong, Tangerang.

Bagi Anda yang masih asing dengan nama Salsa Food City, ini adalah sebuah foodcourt yang berkonsep open air. Lokasinya bersebelahan dengan Pasar Modern Sinpasa, Gading Serpong yang masih satu komplek dengan Summarecon Mall Serpong. Gerai Kwetiau 28 Aho sendiri terletak di sisi utara dari Salsa Food City menghadap area terbuka.

Walaupun gerai di Salsa Food City merupakan cabang, namun kualitas menu-menunya sama dengan dengan gerai utamanya. Hal inilah yang agaknya membuat Kwetiau 28 Aho bisa bertahan selama puluhan tahun. Salah satu ciri khas yang tetap dipertahankan Kwetiau 28 Aho yang sekarang diteruskan ke anak dari pendirinya adalah bahan-bahan yang digunakan seperti seafood merupakan bahan-bahan yang dijaga kesegarannya, disamping juga seperti mie dan kwetiau merupakan produksi sendiri.

Pilihan menunya memang tidak banyak, namun dengan pilihan menu seperti ini membuat Kwetiau 28 Aho bisa fokus mempertahankan kualitas. Pilihan menu yang tersedia adalah Kwetiau Siram, Kwetiau Goreng, Mie Yam, Mie Kuah, Mie Goreng, Nasi Goreng, Bakso Kuah Kaldu dan Sop Kaldu Spesial. Untuk menu-menu kwetiau kita bisa memilih antara menggunakan sapi, seafood atau ayam. Untuk harga, menu-menu kwetiau sapi dibanderol Rp. 39 ribu, kwetiau seafood Rp. 41 ribu dan kwetiau ayam Rp. 36 ribu. Jika Anda memesan Sop Kaldu Spesial yang dibanderol Rp. 45 ribu, harga ini baru harga untuk sopnya saja. Jika Anda ingin menyantap dengan nasi putih/kwetiau atau mie, Anda harus menambah Rp 3 ribu. Sementara untuk Mie Goreng harganya Rp. 39 ribu, Nasi Goreng Rp. 39 ribu dan Bakso Kuah Kaldu Rp. 36 ribu. Harga menu-menu ini memang agak mahal namun sebanding dengan rasanya.

Dari pilihan menu-menu ini, yang paling menjadi favorit pengunjung adalah Kwetiau Siram dan Sop Kaldu Spesial. Namun menu-menu lainnya juga tidak kalah lezat, ambil contoh Kwetiau Goreng Sapi dan Mie Goreng yang sempat Info Bintaro cicipi, rasa gurih dari kwetiau dan mie gorengnya begitu kental. Untuk kwetiau goreng yang dilengkapi dengan potongan daging sapi, daging sapinya tidak alot karena Kwetiau 28 Aho hanya menggunakan daging sapi muda yang diolah menjadi lembut. Rasa bumbunya terasa meresap di setiap gigitan daging sapi. Untuk menetralisir rasa gurih kwetiau, tauge segar menjadi variasi yang pas.

Sementara untuk mie goreng yang sepintas terlihat seperti mie goreng pada umumnya, namun saat disantap terasa perbedaannya dari mie goreng di berbagai tempat lain. Mie gorengnya tidak basah dan tidak kering, pas. Mienya sendiri terasa lembut. Untuk daging dan seafoodnya, sama seperti kwetiau, terasa lembut saat dikunyah.

Semua menu-menu di Kwetiau 28 Aho disajikan di atas daun pisang yang memberikan kesan segar. O ya, Anda tidak perlu mengkuatirkan kehalalan menu-menu di sini. Semua menu-menu di Kwetiau 28 Aho hanya menggunakan bahan-bahan dan cara pengolahan yang halal.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan, Kwetiau 28 Aho tidak menyediakan minuman, sehingga Anda harus memesan minuman di tempat lain. Namun jangan kuatir, gerai di sebelah Kwetiau 28 Aho menjual minuman-minuman pada lemari pendingin, sehingga Anda tidak perlu jauh-jauh untuk memesan minuman.

 

(ES)