Sen. Feb 24th, 2020

Kurangi Berbelanja Secara Impulsif

Saat ini berbelanja bukan hanya kegiatan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga untuk melepaskan kepenatan dan stres. Berbagai macam barang yang ditawarkan dengan berbagai potongan harga membuat individu tergiur untuk berbelanja. Tren belanja saat ini juga berubah.

Bila pada awalnya kita cenderung berbelanja di toko fisik, namun sejalan dengan perkembangan teknologi berbelanja bisa dilakukan secara online.Berdasarkan riset, pembeli secara online di Indonesia bertumbuh dalam 3 tahun terakhir.

Tidak heran mengapa belanja onlinesangat digemari, selain memudahkan individu dalam proses pembelian dan transaksi juga tanpa harus bertemu dengan penjualnya secara langsung. Namun disisi lain pembelian online juga terdapat kekurangan yaitu tidak bisa melihat produk yang kita inginkan secara langsung.

Baca Juga:

Apa Gaya Membeli Anda?
Perilaku Belanja Impulsif dan Self Esteem
Apakah Anda Generasi Milenial Hypebeast? (Dalam Rangka Hari Konsumen Nasional 20 April)
Menyambut Lebaran dengan Menahan Diri dari Godaan Belanja Impulsif

Penggemar belanja online tidak memandang usia, umur 20-40 tahun yang termasuk usia  produktif ikut tergoda untuk berbelanja. Pada masa dewasa awal (sekitar 20 tahun), seorang individu sudah mandiri secara ekonomi, dapat terdorong untuk berperilaku impulsif, yaitu membeli produk secara tiba-tiba dan sulit sekali untuk menahannya. Hal ini memang dapat terjadi karena mood atau suasana hati, atau kondisi keuangan.

Pada dasarnya, pembelian impulsif memang tidak merugikan namun dapat menimbulkan resiko barang yang bertumpuk alias tidak berguna bahkan bisa merugikan secara finansial. Jadi ada baiknya mengurangi perilaku tersebut. Apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengontrol perilaku belanja kita?

Mengontrol pengeluaran

Bila Anda telah memiliki penghasilan ada baiknya untuk memiliki pos pengeluaran. Ambilah pengeluaran sesuai dengan yang dibutuhkan.Jangan berbelanja di luar pos tersebut kecuali memang sangat dibutuhkan.

Memikirkan manfaat dan pembelian yang akan dilakukan

BACA JUGA  Membangun Karakter Anak Melalui Film Superhero

Setelah melihat barang yang disukai, biasanya kita akan tergiur untuk membeli. Saat Anda tergiur, stop sejenak untuk memikirkan apakah barang yang Anda inginkan itu memang Anda butuhkan.

Kontrol diri

Berdasarkan penelitian-penelitian mengenai belanja impulsif, ada baiknya individu memiliki kontrol diri yang baik. Hal ini bisa dimulai dengan latihan mengontrol diri. Anda dapat memikirkan keuntungan dari kontrol yang Anda lakukan seperti memiliki tabungan yang semakin banyak, dana liburan dll.

Pada dasarnya pembelian impulsif dapat terjadi karena konsumen memiliki krisis dalam perencanaan pembelian, Konsumen yang impulsif memiliki kualitas dan kuantitas informasi yang kurang mengenai barang yang akan dibeli. Hal ini disebabkan proses yang singkat dari melihat produk di situs belanja onlinehingga proses pembelian.

Patut diingat bahwa senang dalam berbelanja bukanlah suatu hal yang buruk, namun jika kita bisa lebih mengontrol diri sendiri, mengontrol pengeluaran serta pikiran kita, kita dapat menelaah lebih jauh lagi mana kebutuhan yang wajib dibeli dan tidak.

Tim Penulis:

Nindira Ghassani dan Clara Moningka
Mahasiswa dan Dosen Program Studi Psikologi
Fakultas Humaniora dan Bisnis
Universitas Pembangunan Jaya

 Referensi:

Verplanken, B., & Herabadi, A. (2001). Individual differences in impulse buying tendency: feeling and no thinking. European Journal of Personality, 15(S71-S83).https://www.researchgate.net/publication/227911258_Individual_Differences_in_Impulse_Buying_Tendency_Feeling_and_No_Thinking

Baca Juga

Tinggalkan Balasan