Kopi Cukil, Komunitas Pencukil Kayu

Tahukah Anda, gambar-gambar pada t-shirt bisa dihasilkan dari kayu? Bagaimana caranya? Mungkin itu pertanyaan yang muncul di pikiran Anda. Memang kita umum mengetahui, gambar-gambar yang tercetak di t-shirt dihasilkan dari pencetakan (printing), atau sablon.

Komunitas Kopi Cukil merupakan salah satu komunitas yang mempopulerkan seni cukil kayu untuk kemudian dipindahkan ke berbagai media, salah satunya bahan kaos t-shirt. Seni cukil kayu memang masih asing bagi hampir semua orang, padahal inilah metode paling tua dalam mencetak. Metode ini tercatat pada sejarah pertama kali digunakan semasa Dinasti Han di Tiongkok, 206 SM – 220 M untuk mencetak buku. Namun Jepang tercatat sebagai bangsa yang mempopulerkan penggunaan teknik ini secara masal. Pada masa Shogun Tokugawa, sekitar tahun 1600-an, teknik pencetakan dengan menggunakan kayu banyak diterapkan pada dokumen-dokumen penting pemerintahan, ornamen-ornamen bangunan dan pakaian. Walaupun di Eropa juga ditemukan benda-benda yang dicetak dengan teknik ini, namun Tiongkok dan Jepanglah yang dianggap pelopornya.

kopi_cukil_info_bintaro_1

Prinsip dari teknik ini menyerupai teknik pembuatan stempel zaman dulu, dimana sebuah papan MDF (Medium Density Fibreboard) dicukil (diukir) dengan menggunakan alat ukir kayu sesuai dengan gambar-gambar yang diinginkan. Setelah terbentuk motif pada papan MDF, papan ini kemudian dilabur dengan menggunakan cat perwarna tekstil untuk dicetak pada t-shirt. Papan MDF dipilih, karena MDF yang terbuat dari bubur kayu yang di-press, cukup lunak untuk dicukil. Berbeda dengan kayu yang masih memiliki serat-serat kayu yang terkadang cukup keras untuk diukir dengan alat ukir yang halus.

Sebetulnya semua motif dapat dibuat dengan teknik cukil kayu ini, dari bentuk bayangan (silhouette) sampai dengan gambar kompleks yang berwarna-warni. Menurut Riri, salah seorang penggiat Komunitas Kopi Cukil yang ditemui Info Bintaro pada event Love Festival di Bintaro Xchange (baca juga: Bulan Penuh Cinta di Love Festival Bintaro Xchange Mall), untuk membuat motif-motif yang rumit dibutuhkan bantuan komputer untuk membuat ‘pola’. Namun untuk motif-motif yang sederhana bisa langsung dicukil pada papan MDF.

Komunitas Kopi Cukil terbentuk pada tahun 2015. Berawal dari seringnya nongkrong di sebuah kedai kopi di daerah Gudang Peluru, Tebet, ternyata banyak dari orang-orang yang sering datang ke situ berasal dari anggota -komunitas cukil kayu yang sudah lebih dulu ada. Riri menambahkan, komunitas cukil kayu sudah ada di beberapa kota seperti di Jogja dan Jakarta. Dari seringnya kumpul-kumpul inilah timbul ide untuk membentuk komunitas tersendiri. Inilah cikal bakal berdirinya Komunitas Kopi Cukil.

Berbeda dengan kebanyakan komunitas sejenis yang mengangkat tema politik untuk karya-karyanya. Komunitas Kopi Cukil memilih untuk mengedukasi masyarakat dengan berbagai tema seperti hewan, tumbuhan atau pahlawan nasional yang tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Tema-tema ditentukan setiap periode misalnya setiap bulan dan berganti-ganti berdasarkan masukan dari para anggota. Selain itu Komunitas Kopi Cukil juga memilih penggunaan papan MDF yang berukuran kecil (beberapa komunitas lain menggunakan papan MDF yang berukuran besar).

kopi_cukil_info_bintaro_2

Pada saat kumpul-kumpul di markasnya di Tebet, sambil ngopi digunakan juga oleh para anggota untuk bertukar pengetahuan dan ide. Seringkali berbagai ide baru muncul dan langsung dipraktekkan, misalnya penggunaan media yang berbeda dari yang biasa digunakan, tema-tema baru sampai dengan jenis pewarna. Salah satu ide terbaru komunitas ini adalah penggunaan bahan-bahan alami seperti buah-buahan untuk pewarna kain. Riri menunjukkan beberapa helai kain blacu berbentuk pita lebar yang menggunakan bahan-bahan pewarna alami, seperti buah naga atau tumbuh-tumbuhan lainnya.

Anggota-anggota komunitas ini juga terdiri dari berbagai latar belakang, dari seniman, karyawan dan wirausaha. Keberagaman ini justru memperkaya ide-ide yang muncul. Terkadang mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi seni, seperti STSI, IKJ dan lainnya magang di komunitas ini. Riri menambahkan, siapapun dapat bergabung di komunitas ini, tidak mesti seseorang yang memiliki latar belakang seni. Asalkan memiliki ketertarikan dengan seni cetak cukil, dia dapat mulai bergabung di komunitas ini dengan mengikuti kumpul-kumpul di Kedai Kopi Cukil. Tidak ada waktu spesifik untuk kumpul-kumpul ini, komunikasi dan informasi terjalin melalui sosmed yang digunakan komunitas.

kopi_cukil_info_bintaro
Beberapa pengurus Komunitas Kopi Cukil: Teguh Susanto (paling kanan), ketua sekaligus pemilik Kedai Kopi Cukil. Riri (paling kiri)

Hasil karya dari para anggota tentunya juga dapat dibeli oleh masyarakat luas. Bahkan jika Anda menginginkan motif yang sesuai dengan keinginan Anda, Komunitas Kopi Cukil dapat membuatkan bagi Anda.

Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan Komunitas Kopi Cukil, datang saja ke Kedai Kopi Cukil, Jl. Gudang Peluru Blok A No. 32, Kebon Baru – Tebet. Untuk melihat dan memesan berbagai hasil karya mereka, Anda bisa mengakses Instagram @kopicukil.store, Facebook Kedai Kopi Cukil 32 atau email kopicukil@gmail.com. Akses juga website www.indoneshirt.com. Contact person: Teguh Susanto (0813 1410 3649) atau Riri (0888 0982 8723).

 

(ES)

 

 

Leave a Comment