Komunitas 1000 Guru Tangsel: Memberikan Harapan Bagi Anak-Anak Tidak Mampu Melalui Pendidikan

Pendidikan adalah jembatan emas bagi kemajuan suatu bangsa. Ungkapan ini mungkin sering kita dengar dan mayoritas dari kita pun mengamininya. Namun semakin mahalnya pendidikan membuat kesempatan bagi anak-anak di Indonesia untuk dapat mengenyam pendidikan yang layak juga semakin berkurang. Jika kita melihat wilayah Indonesia yang begitu luas, pendidikan yang layak baru bisa dinikmati oleh sebagian anak-anak yang tinggal di wilayah perkotaan. Masih lebih banyak anak-anak yang tidak beruntung karena keterbatasan ekonomi orang tuanya menyebabkan anak-anak ini tidak mendapat pendidikan yang layak. Kehidupan mereka pun setelah dewasa tidak beranjak jauh dari taraf kehidupan orang tuanya.

Keprihatinan inilah yang mendorong Jemi Ngadiono, untuk mendirikan sebuah komunitas nirlaba yang peduli dengan pendidikan anak-anak di daerah-daerah terbelakang yang sekarang makin diakui peranannya bagi pendidikan di daerah-daerah minus dengan Komunitas 1000 Gurunya.

Komunitas 1000 Guru yang berawal dari Propinsi Banten, sekarang telah berkembang di berbagai kota di Indonesia, salah satunya di Tangerang Selatan melalui Komunitas 1000 Guru Tangsel.

komunitas_1000_guru_info_bintaro_1

Menurut salah seorang pengurus Komunitas 1000 Guru, Lya Septiarini, S.Kom. (baca juga: Bakoel Mama, Memenuhi Berbagai Kebutuhan Catering Anda), Komunitas 1000 Guru Tangsel yang berdiri pada tanggal 25 Oktober 2015, walaupun usianya baru 1 tahun telah beberapa kali mengadakan program pendidikan ke berbagai daerah di wilayah Tangerang Selatan maupun Propinsi Banten dan Jawa Barat.

Lia menjelaskan, sampai dengan saat ini volunter Komunitas 1000 Guru Tangsel telah mencapai lebih dari 1500 orang dengan berbagai latar belakang profesi, seperti karyawan, wirausaha dan pengajar. Siapapun yang berusia 18-35 tahun, asal memiliki kepedulian terhadap pendidikan di daerah-daerah minus dan terpencil dapat bergabung dengan Komunitas 1000 Guru Tangsel sebagai volunter. Persyaratannya cuma memiliki kepedulian terhadap pendidikan, jelas Lia. Untuk bergabung sebagai volunter cukup dengan follow akun Instagram Komunitas 1000 Guru Tangsel di @1000_guru_tangsel. Setelah menjadi follower, ia dapat mengikuti berbagai informasi termasuk berpartisipasi pada program-program yang akan berlangsung.

Program-program yang diadakan oleh Komunitas 1000 Guru Tangsel terdiri dari 2 kategori, yaitu Teaching & Travelling (T&T) dan Teaching & Giving (T&G). Untuk T&T program berisikan kunjungan ke satu sekolah yang telah ditentukan dimana para volunter akan mengajarkan berbagai hal seperti wawasan kebangsaan, permainan tradisional, lagu daerah sampai dengan materi pelajaran sekolah, namun hanya materi-materi tertentu saja. Pengajaran disampaikan dengan metode belajar sambil bermain. Setelah pengajaran yang berlangsung selama 1 hari, hari berikutnya para volunter akan melakukan perjalanan ke lokasi di lain untuk mengenal kondisi lingkungan dan masyarakat yang ada disana di hari berikutnya.

komunitas_1000_guru_info_bintaro_3

Baik T&T maupun T&G berlangsung selama 2 hari pada Sabtu dan Minggu. Namun karena dibutuhkan waktu untuk perjalanan, keberangkatan menuju lokasi dilakukan pada Jumat malam, sehingga Sabtu pagi semua volunter bisa tiba di lokasi dan memulai acara pada Sabtu paginya.

Untuk program T&G perbedaannya  setelah 1 hari pengajaran dilanjutkan dengan program yang bersifat sosial, misalnya mengecat gedung sekolah, kerja bakti, dsb. Di sela-sela program T&T maupun T7G terkadang diselipkan suatu program khusus, misalnya pengobatan gratis. Namun hal ini bergantung dari ada tidaknya volunter yang berpartisipasi pada program saat itu yang berasal dari dunia medis. Semua biaya yang dibutuhkan selama program berasal dari kantong masing-masing volunter, dimana panitia telah menentukan biaya yang dibutuhkan oleh masing-masing volunter dan masing-masing volunter membayarkan sebelum berlangsungnya program tersebut.

Untuk setiap programnya jumlah peserta dibatasi maksimum 30 orang. Proses penentuan peserta pada satu program diawali dengan informasi yang diberikan di Instagram mengenai rencana kunjungan ke satu daerah. Setiap orang boleh mengajukan dirinya untuk mengikuti program itu, namun nantinya akan dilakukan proses seleksi dengan mempertimbangkan berbagai hal sampai akhirnya diperoleh 30 orang yang akan mengikuti program kali itu. Volunter yang terpilih biasanya merupakan volunter yang baru atau belum pernah mengikuti program-program sebelumnya. Tujuannya untuk memberikan kesempatan secara merata kepada para anggota komunitas.

Penentuan sekolah yang akan dituju juga telah melalui satu riset kecil-kecilan dari berbagai alternatif, dengan melihat kondisi bangunan sekolah dan rata-rata taraf ekonomi masyarakat di situ. Tentu saja yang akan dipilih adalah sekolah-sekolah yang dikategorikan paling terbelakang.

Karena yang menjadi tujuan adalah sekolah-sekolah yang paling terbelakang di daerah-daerah yang terhitung pelosok, terkadang untuk mencapainya diperlukan perjuangan. Namun para volunter yang ikut pada program kali itu tetap memiliki semangat, karena mereka memiliki keinginan untuk menghibur masyarakat setempat dengan kehadiran para volunter di sana.

komunitas_1000_guru_info_bintaro_2

Lia menambahkan, sampai dengan November 2016, Komunitas 1000 Guru Tangsel telah mengadakan 4x program T&T, sedangkan untuk program T&G telah berlangsung 3x, belum termasuk program-program seperti Buka Puasa Bersama anak-anak yatim. Untuk Komunitas 1000 Guru Tangsel, rata-rata program berlangsung setiap 2 bulan sekali.

Komunitas 1000 Guru Tangsel berharap dengan apa yang dilakukannya dapat menggerakkan kepedulian berbagai pihak mengenai kondisi pendidikan kita yang masih banyak yang masih jauh tertinggal. Bukankah melakukan satu hal kecil jauh lebih berarti ketimbang merencanakan hal-hal besar yang tidak pernah dilaksanakan.

 

(ES)

 

One Thought to “Komunitas 1000 Guru Tangsel: Memberikan Harapan Bagi Anak-Anak Tidak Mampu Melalui Pendidikan”

  1. Yulli Diah

    selamat pagi, mau tanya, kalo mau join gimana ya caranya?
    trimakasih 🙂

Leave a Comment