Sel. Sep 17th, 2019

Kompetisi Tari Arsawati: “Ragam Sanur Budaya Indonesia.” yang Digelar di Universitas Multimedia Nusantara

Tari Saman adalah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.
Tari saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut syekh. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.
Tari saman ini menjadi salah satu materi lomba TRACCE ( Traditional Music and Dance) yang merupakan unit kegiatan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) . Acara kompetisi tari ini dinamakan “ARSAWATI: Ragam Sanur Budaya Indonesia.” Arsawati dalam bahasa Sansekerta memiliki makna cerita dan gembira.
 
Menurut Farabella, ketua panitia acara sebagai generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme, baiknya kita menanamkan dan melestarikan seni budaya yang ada di Indonesia. Sehingga generasi muda dapat memahami dan mengenal keberagaman yang ada di Indonesia. Kompetisi tari ini menampilkan beragam tarian daerah pada segmen tarian reguler dan tari Saman.
 
Panitia mengundang para SMA dan Universitas seJabotabek untuk mengikuti lomba. Pendaftaran peserta lomba telah dibuka dari 24 Juli hingga 6 September 2017 dengan membayar biaya registrasi lomba sebesar Rp 350.000/grup. Sampai akhir masa pendaftaran, sudah terdaftar 10 kelompok tari kreasi dan 6 kelompok tari saman.
Pemenang kategori tari kreasi adalah kelompok tari dari SMA 1 Kota Tangerang, diikuti SMAN 23 Tangerang dan SMA Citra Alami. Ada hadiah menarik bagi bagi pemenang tari reguler. Juara pertama mendapatkan uang tunai Rp 2.500.000 + trophy + sertifikat + voucher beasiswa uang pangkal total Rp. 5.000.000. Sedangkan bagi juara kedua mendapat uang tunai Rp 1.500.000 + trophy + sertifikat + voucher beasiswa uang pangkal total Rp. 5.000.000. Selanjutnya juara ketiga mendapat uang tunai Rp 1.000.000 + trophy + sertifikat + voucher beasiswa uang pangkal total Rp. 5.000.000

Sedangkan pemenang kategori tari saman adalah SMA 8 Al Azhar Bekasi, diikuti SMK Telkom dan SMA Yuppentek 1. Bagi juara 1 tari Saman mendapat uang tunai Rp 2.500.000 + trophy + sertifikat + voucher beasiswa uang pangkal total Rp. 10.000.000. Juara 2 memperoleh uang tunai Rp 1.500.000 + trophy + sertifikat + voucher beasiswa uang pangkal total Rp. 10.000.000. Kemudian juara 3 mendapat uang tunai Rp 1.000.000 + trophy + sertifikat + voucher beasiswa uang pangkal total Rp. 10.000.000
.
Lomba tari ARSAWATI berlangsung pada 14 dan 15 September 2017 di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara berlangsung dari jam 8 pagi. Dengan tiket Rp. 10.000/orang, penonton akan mendapat snack, stiker dan kesempatan mendapatkan doorprise. Jadi tidak hanya menyaksikan aneka tarian daerah yang keren lho.
 
Lomba tari ini menurut Pranita Devi Arijani yang menjadi sekretaris acara ARSAWATI  juga dimaksudkan untuk mempromosikan UKM ini kepada para mahasiswa baru UMN yang masuk pada bulan Agustus lalu. Sebagai contoh pada saat sidang senat terbuka 2017 Tracce membawakan tari Kinang Kilaras dan tari Kembang Tanjung pada tanggal 24 Agustus lalu. Hingga saat ini UKM TRACCE ini telah memiliki 120 anggota. 90 orang di antaranya aktif di divisi tari. Pelatih tarinya didatangkan dari alumni institut seni ternama.
 
Di divisi Saman ini mahasiswa UMN dapat berlatih tari Saman dan Rapa’I setiap hari Rabu jam 17.00-20.00. Sedangkan di divisi tari reguler, selain tari Saman, mahasiswa UMN juga dapat belajar tari Enggang, tari Kipas, dan tari Genjring. Latihannya dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis mulai dari jam 17.00-20.00.

Selain divisi tari tradisional, para mahasiswa UMN  yang tertarik dengan musik tradisional bisa bergabung ke divisi musik. Musik tradisional untuk tari Mambri, tari Kipas dan tari Enggang sudah pernah dibawakan oleh divisi musik TRACCE. Latihan untuk divisi musik dilakukan setiap hari Rabu mulai dari jam 17.00-20.00. Nah, buat kamu mahasiswa UMN, rugi lho melewatkan kesempatan belajar tari tradisional ini.
 
Info lebih lanjut:
TRACCE UMN
Instagram: tracceumn
Line: @fss6964y
Youtube: tracceumn
(EGS)

 

Baca Juga