Kenali Peran Penting Perencanaan dalam Berwirausaha : Belajar dari Kasus 7-Eleven

Tahukah Anda bahwa kesuksesan dan kegagalan suatu usaha dipengaruhi oleh baik dan buruknya perencanaan kita dalam berwirausaha? Ya, memang sungguh disayangkan, nyatanya banyak usaha yang sebetulnya memiliki potensi yang cukup besar untuk sukses, namun tidak bertahan lama dan bangkrut dikarenakan perencanaan yang kurang matang.

Usaha yang gagal dikarenakan seorang wirausaha tidak matang dalam menyusun perencanaan dan tidak bisa melaksanakan perencanaan usaha tersebut dengan baik. Salah satu contoh wirausaha berupa toko ritel yang bangkrut dikarenakan perencanaan yang kurang baik adalah 7-Eleven.

7-Eleven resmi menutup seluruh gerainya pada 30 Juni 2017, hal ini terjadi lantaran adanya beberapa faktor terkait kerugian sebesar Rp 447,9 miliar di kuartal 1 pada tahun 2017. Kerugian tersebut bersumber dari salahnya strategi pemasaran dan target sasaran dari 7-Eleven, contoh kecilnya adalah ketika banyak pengunjung yang datang untuk sekedar membeli minuman atau makanan namun berlama-lama di sana selagi menikmati fasilitas yang ada. Hal tersebut menunjukkan adanya pemasukan yang tidak sebanding dengan pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh 7-Eleven. Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa kesalahan 7-Eleven dalam perencanaan strategi pemasaran dan target sasaran membawa 7-Eleven menuju kegagalan dalam usahanya

Kegagalan dalam berwirausaha tentunya merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan terjadi pada wirausahawan manapun. Banyak sekali pengusaha menjalankan usaha mereka tanpa diawali dengan proses perencanaan yang baik dan tidak didasari oleh nilai-nilai atau pengetahuan tentang kewirausahaan. Oleh karena itu, kegagalan yang terjadi dalam berwirausaha disebabkan oleh banyaknya wirausahawan yang kurang memahami betul peran penting perencanaan dalam berwirausaha, sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal.

Lalu, apakah definisi dari kata perencanaan itu sendiri? Perencanaan merupakan salah satu proses penting dalam teori urutan tindakan wirausaha (entrepreneurship action sequence theory). Perencanaan berperan dalam menyusun suatu tujuan dan merupakan kunci dalam mencapai tujuan wirausahawan dalam berwirausaha. Dalam berwirausaha, perencanaan lebih penting daripada pekerjaan lain, karena selain perencanaan, tidak ada lagi yang menyusun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari suatu usaha dan cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Terdapat empat bentuk perencanaan dalam berwirausaha, antara lain; (1) Comprehensive planning (perencanaan yang komprehensif) merupakan perencanaan di mana pelaku wirausaha mengembangkan dan menerapkan strategi dengan orientasi tujuan yang tinggi, perencanaan jangka panjang yang tinggi, pengetahuan yang tinggi, dan proaktif yang tinggi. (2) Critical-point planning (rencana strategi yang kritis) merupakan strategi perencanaan di mana isu yang paling menonjol yang diatasi terlebih dahulu dan kemudian merencanakan isu-isu lain setelah masalah tersebut ditangani. (3) Opportunistic strategy (strategi oportunistik) merupakan perencanaan yang berbentuk strategi yang secara aktif memindai lingkungan untuk peluang bisnis dan bertindak atas peluang baru. (4) Reactive approach (strategi reaktif). Dalam perencanaan ini, tindakan yang diambil oleh pelaku wirausaha didorong oleh situasi yang sedang terjadi dan tidak didasarkan oleh atau minimnya penggunaan informasi yang proaktif dan terencana.

Berdasarkan kasus 7-Eleven di atas, bentuk perencanaan yang paling tepat adalah Critical-point planningDengan menggunakan strategi perencanaan ini, 7-Eleven dapat menyelesaikan masalah atau isu yang paling menonjol terlebih dahulu (yaitu salahnya strategi pemasaran dan target sasaran) untuk diatasi agar lebih fokus dalam meminimalisir kerugian atau bahkan mengatasi kerugian tersebut, sehingga terhindar dari kebangkrutan.

Oleh karena itu, peran suatu perencanaan dalam berwirausaha tentunya merupakan sesuatu yang penting untuk dipelajari dan dipahami oleh para wirausahawan, terutama untuk menghindari terjadinya kebangkrutan dan untuk mencapai kesuksesan dalam berwirausaha.

Penulis:
Bunga Karuni (Mahasiswa ) dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo (Dosen)
Program Studi Psikologi Fakultas Humaniora dan Bisnis Universitas Pembangunan Jaya

Referensi

Frese, M. (2007). The Psychological Actions and Entrepreneurial Success: An Action Theory Approach. dalam Baum, J. R., Frese, M., & Baron, R. A., The Psychology of entrepreneurship (153 -178). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Inc.

Legianasari, A., Yogha, S., & Setiawati, T. (2017). Penerapan hasil belajar kewirausahaan pada praktek manajemen usaha boga. Media Pendidikan, Gizi, dan Kuliner, 2(1).

Setyani, A. N. (2017, Oktober 30). 5 Toko ritel yang bangkrut tergerus toko online. Rappler, Diakses dari: https://www.rappler.com/indonesia/berita/186707-5-toko-ritel-bangkrut-tergerus-toko-online