Karena Sepatumu Berharga : Shoebox, Startup yang Mengangkat Derajat Sepatu

Sepatu merupakan bagian dari penampilan seseorang yang keberadaannya sering diabaikan. Posisi sepatu yang terletak di bagian bawah tubuh dan diinjak, seringkali membuat sepatu tidak mendapat perhatian. Apalagi dengan fungsinya yang melindungi kaki, sepatu yang seringkali berbenturan dengan berbagai benda akan mudah kotor, kusam atau rusak.

Bagi sebagian orang, sepatu yang sudah mulai terlihat tidak menarik atau rusak hanya tinggal menunggu waktu untuk dibuang dengan diganti dengan sepatu yang baru. Padahal sangat mungkin sepatu itu masih bisa digunakan dengan perlakuan yang tepat. Namun di tangan Shoebox, sepatu yang kusam, kotor atau rusak bisa kembali kinclong. Mau tahu caranya? Simak liputan Info Bintaro berikut ini.

Shoebox adalah startup yang dibentuk sekelompok anak muda yang masih menjadi mahasiswa/i di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Startup binaan Skystar Venture dari UMN, sebuah lembaga inkubasi bisnis untuk mendorong jiwa entrepreneurship para mahasiswa ini berfokus menyediakan layanan Shoes Care alias laundry sepatu. Info Bintaro berkesempatan berbincang-bincang dengan 2 orang pengelola Shobox di kampus UMN beberapa waktu yang lalu, Odilio Erly Susanto yang akrab dipanggil Odi dan Benita Amelia Chandyka atau Benita.

Odi dan Benita

Adalah Odi, yang menggagas berdirinya Shoebox. Berawal dari kesukaannya dengan sepatu, Odi mengamati banyak orang yang kurang mempedulikan sepatu yang digunakannya. Dari sini ia melihat sebuah peluang bisnis karena umumnya orang terlalu sibuk dengan aktivitasnya, sehingga perawatan sepatunya menjadi terabaikan. Ia berpikir jika ia membuka layanan untuk laundry sepatu, hal itu bisa membantu banyak orang karena peluangnya memang ada : banyak orang yang lebih rela mengeluarkan uang ketimbang menghadapi kerepotan-kerepotan seperti merawat sepatu.

Beberapa waktu kemudian, Odi mencoba membuat layanan laundry sepatu yang dikerjakannya sendiri, pelanggan-pelanggan pertamanya adalah teman-teman kuliahnya. Ternyata sambutan dari teman-temannya sangat positif. Odi yang membandrol jasanya seharga Rp. 15 ribu kemudian melihat bahwa jasa layanan laundry sepatu ini memiliki prospek untuk dikembangkan lebih serius.

Iseng-iseng ia mengajukan ide untuk mengembangkan jasa laundry sepatu ke beberapa rekannya yang rupanya disambut dengan antusias. Mereka beruntung karena menimba ilmu di UMN yang memiliki kepedulian terhadap bisnis startup. Singkat cerita, mereka pun menjadi bagian dari startup-startup binaan Skystar Venture.

Odi menjelaskan, ia menanamkan kepada setiap anggota tim Shoebox untuk cinta terhadap pelayanan. Hal ini juga ditekankan kepada 2 orang karyawan Shoebox yang bukan berasal dari mahasiswa agar mereka dalam bekerja memiliki pemahaman yang sama untuk mengutamakan pelayanan. Konsep melayani ini juga diwujudkan ke pelanggan-pelanggannya dengan menjadikan Shoebox sebagai rumah klinik sepatu. Pelanggan-pelanggannya tidak saja bisa melaundry-kansepatunya, namun juga berkonsultasi seputar sepatu dan cara perawatannya secara gratis.

Memang Shoebox bukan merupakan pionir di bisnis ini, Odi  dan rekan-rekannya menyadari ketatnya kompetisi bisnis yang ada, dimana yang dihadapi adalah laundry-laundry sepatu profesional yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat, sehingga Shoebox harus memiliki kelebihan-kelebihan supaya bisa bersaing.  Bersama rekan-rekannya, ia membuat Shoebox memiliki perbedaan dengan laundry sepatu lainnya. Contohnya, bila laundry-laundry sepatu lain memberikan estimasi waktu penyelesaian layanan Deep Clean di atas 3 hari, di Shoebox layanan sejenis diselesaikan dalam waktu kurang dari 3 hari (maksimum 3 hari). Bahkan untuk layanan seperti Fast Clean bisa diselesaikan dalam waktu 15 menit,sehingga pelanggan tidak perlu meninggalkan sepatunya dan menghabiskan waktu di tempat lain sambil menunggu sepatunya diselesaikan.

Kelebihan lain yang ditawarkan Shoebox adalah penggunaan sabun pembersih buatan sendiri, dimana kebanyakan laundry-laundry sepatu lain menggunakan sabun buatan pabrik yang tidak diketahui komposisi kimia di dalamnya. Odi berkisah, ia khusus mempelajari cara membuat sabun sepatu di Jogja yang dikenal sebagai kota dari pionir laundry sepatu di Indonesia. Sekembalinya dari Jogja, dengan ilmu yang diperolehnya ia bersama rekan-rekannya kemudian memproduksi sabun pembersih sepatu sendiri.

Tidak saja memproduksi sabun sepatu, Shoebox juga memproduksi berbagai produk, meliputi wax (sebagai pelapis waterproof sepatu), cairan anti bakteri, serta sabun (untuk 3 jenis bahan sepatu : suede, mesh dan canvas), semuanya menggunakan brand Shoebox. Sementara untuk conditioner dan un-yellowing Shoebox membeli dari pihak lain. Untuk produk-produk yang diproduksi Shoebox ini juga bisa dibeli jika pelanggan-pelanggannya ingin merawat sepatunya sendiri di rumah.

Aktivitas Laundry Sepatu di Gerai Shoebox, Kampus UMN

Shoebox menyediakan berbagai layanan laundry sepatu, sebut saja layanan Repair berupa Jahit, Lem, Pressing dan Tambal (khusus untuk bahan kain), Ganti Sol termasuk sol dalam, Repainting, yang dibedakan dari jenis sepatunya dan Recleaning. Sebagai informasi, jenis-jenis sepatu yang bisa ditangani oleh Shoebox adalah sneaker, running shoes, basket ball shoes, kasual dan sepatu kerja.

Market yang disasar oleh Shoebox adalah kampus-kampus. Tidak hanya para mahasiswa/i UMM yang menjadi pelanggan Shoebox, mahasiswa/i dari Universitas Atmajaya Serpong, Universitas Pelita Harapan dan Universitas Bina Nusantara menjadi pelanggan-pelanggan setia Shoebox. Namun banyak juga pelanggan-pelanggannya berasal dari masyarakat umum. Shoebox juga melayani penjemputan dan pengantaran sepatu tanpa dikenai ongkos kirim, dengan syarat jumlah sepatu yang dilaundry berjumlah 3 pasang sepatu atau lebih.

Pada akhirnya, satu hal yang patut diacungi jempol dari semangat anak-anak muda ini adalah semangat entrepreneurship dengan mengutamakan pelayanan, sesuatu hal yang langka untuk zaman sekarang ini.

 

(ES)