Karakteristik Kepemimpinan Dalam Berwirausaha

Pelaku wirausaha berperan sebagai pemacu, penggerak dan pengendali perekonomian suatu bangsa. Sayangnya, tingkat pengangguran dan minimnya jumlah wirausahawan masih tinggi di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2017 mencapai 26,58 juta orang. Sedangkan jumlah pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2017 mencapai 7,04 juta orang dari 128,06 juta orang angkatan kerja.

Kepemimpinan Pelaku Kewirausahaan

Salah satu cara meningkatkan kemampuan kepemimpinan (leadership) para wirausahawan adalah dengan meningkatkan kemampuan daam memotivasi orang lain. Caranya dengan menjadi contoh yang baik dalam perilaku, pikiran, dan perasaan terhadap sesamanya.

Jenis-jenis Kepemimpinan

Kepemimpinan difokuskan pada dua aspek, yaitu charismatic dan visionary leadership. Pemimpin karismatik adalah tipe seorang yang yakin terhadap dirinya sendiri dan  pengikutnya, serta memiliki ekspetasi yang tinggi untuk dirinya dan pengikutnya sedangkan pemimpin visionary leadership adalah kemampuan pemimpin dalam menciptakan, merumuskan, mengkomunikasikan, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari dirinya atau sebagai hasil interaksi sosial diantara anggota organisasi dan stakeholders. Pemikiran ini diyakini sebagai cita-cita organisasi  yang dapat dicapai melalui komitmen semua anggotanya.

Simak video tentang charismatic leadership : https://www.youtube.com/watch?v=XoxRc0uJneQ dan karakteristik dari visionary leadership : https://www.youtube.com/watch?v=FMlkNkacLGI

Pemimpin dengan visionary leadership harus lebih banyak dimunculkan, bukan saja untuk mengantisipasi arah bisnis baru, tetapi juga mengawal perubahan yang dibutuhkan.

Dari uraian di atas, maka pertanyaan selanjutnya adalah apa saja karakteristik pemimpin yang tercermin dari para pelaku wirausaha? Hal-hal tersebut diuraikan sebagai berikut:

Memiliki motivasi

Motivasi adalah kekuatan yang berasal dari dalam maupun luar individu yang dapat memberikan, mendorong, dan menggerakkan energi untuk menyalurkan perilakuke arah tujuannyayang dapat memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.

Selain itu, motivasi juga dapat membuat seorang pemimpindapat terus melakukan usahanya mulai dalam skala kecil hingga skala besar sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat

Mampu mengambil keputusan

Pengambilan keputusan adalah sebuah pemikiran di mana individu mengevaluasi berbagai pilihan dan memutuskan pilihan dari sekian banyak pilihan.Ini merupakan proses memilih suatu cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi.

Pada dasarnya, pengambilan keputusan merupakan suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta – fakta dan datadan mengambil tindakan menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.Untuk mencapai tujuan, seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan dengan efektif.

Dalam realita pengambilan keputusan bukanlah hal yang sedernana, sebab setiap pengambilan keputusan biasanya mengandung dua konsekuensi sekaligus, baik konsekuensi positif maupun konsekuensi negatif. Namun demikian seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dari beberapa pilihan yang dihadapi.

Mempunyai kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan melahirkan sesuatu yang baru. Dan ini sering melibatkan kemampuan berpikir. Orang yang kreatif dalam berpikir mampu memandang suatu masalah dari sudut pandang yang baru serta menyelesaikan masalah dengan cara berbeda dari orang pada umumnya. Kemampuan berpikir kreatif merupakan jantung atau inti kewirausahaan.

Di samping itu seorang wirausahawan harus memiliki kemampuan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan dan menciptakan berbagai ide. Patut diingat bahwa wirausahawan yang berhasil dan sukses seringkali disebabkan memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi yang pada akhirnya  menghasilkan banyak inovasi.

Penulis

Muhammad Taufan Aldiprawira (Mahasiswa) dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo (Dosen)
Program Studi Psikologi
Fakultas Humaniora dan Bisnis Universitas Pembangunan Jaya

Referensi

Andriansyah, Surya, I., Alaydrus, A. (2017). Pengaruh motivasi pemimpin terhadap disiplin kerja pegawai di dinas kependudukan dan catatan sipil kabupaten Berau. Journal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 775-786.

Anggoro, A. (2018, Maret 13). Upaya kahmi mencetak wirausahawan dan kurangi pengangguran. Swa Trends. Diakses dari https://swa.co.id/swa/trends/upaya-kahmi-mencetak-wirausahawan-dan-kurangi-pengangguran

Antonakis, J., &Autio, E.  (2007). Entrepreneurship and leadership. Dalam J.R. Baum, M. Frese, & R. A. Baron (Eds.), The psychology of entrepreneurship (pp 189-207). Mahwah: Lawrence Erlbaum Associates.

Cahyono. (2017). Pengaruh motivasi berwirausaha dan kemampuan berpikir kreatif terhadap minat berwirausaha siswa teknik pemesinan. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Mesin. 5(4), 277-284.

Kariima, N. (2017). Pengambilan keputusan pemimpin di yayasan yatim mandiri Surabaya. (skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Surabaya, Indonesia). Diakses dari http://digilib.uinsby.ac.id/15483/

Nanus, B. (1992).Visionary leadershipNew York: Joosey-Bass Inc.

Pranoto, T. (2018, Februari 14). C-suite leadership. Warta Ekonomi. Diakses dari https://www.wartaekonomi.co.id/read170783/c-suite-leadership.html

Santosa, B. A., Nusantara, A., Nawatmi, S. (2017). Pelatihan achievement motivation training sebagai upaya meningktakan jiwa kewirausahaan pada kader kesehatan di puskesmas pandanaran kota Semarang. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat (PENAMAS), 1(1), 43-48.