Jangan Terlambat, Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Pada Masa Emasnya!

Seperti waktu yang terus berjalan, periode emas dalam tumbuh kembang anak, yaitu usia 0-6 tahun tidak akan bisa kembali. Di periode emasnya, anak-anak bertumbuh sangat pesat, baik secara fisik maupun kecerdasannya. Oleh karena itu, orang tua tidak boleh terlambat dalam mempersiapkan masa depan anak, terutama di masa kompetisi yang semakin sulit dengan perubahan waktu yang semakin cepat seperti sekarang ini.

Masa awal tumbuh kembang anak merupakan periode yang sensitif atau ‘sensitive golden periods’ yang terjadi hanya sekali dan tidak bisa kembali lagi. Sensitive golden periods merupakan momen penting yang akan menentukan tumbuh kembang anak selanjutnya. Orang tua diharapkan dapat mengoptimalkan periode ini dengan mengkombinasikan stimulasi dan nutrisi yang tepat.

Psikolog Dr. Rose Mini A.P, MPsi mengemukakan, “Orang tua harus rajin memberikan stimulasi kepada anak, namun harus menunggu kesiapan anak sehingga tidak overstimulation. Di samping itu, jangan membanding-bandingkan kemampuan masing-masing anak karena setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.”

“Orang tua tentu menginginkan anaknya untuk tumbuh aktif dan cerdas. Namun terkadang, makna kecerdasan hanya dibatasi oleh pencapaian-pencapaian di sekolah. Hal ini membuat anak terbatas pada jenis kecerdasan yang sangat sempit. Padahal, dalam diri anak, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan karena pada dasarnya terdapat kecerdasan majemuk. Jika dipersiapkan dengan matang, generasi yang disebut ‘Gen Alpha’ ini akan unggul dengan kecerdasan majemuk,” jelasnya.

Head of Medical KALBE Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur mengatakan, “Kalbe Morinaga menghadirkan Multiple Intelligence Play Plan (MIPP), sebuah rencana bermain yang berbasis multiple intelligence (kecerdasan majemuk). MIPP menyajikan beragam ide permainan yang dapat mengasah kecerdasan majemuk pada anak. Disamping penyediaan stimulasi dalam bentuk bermain di atas Kalbe Morinaga juga menyediakan nutrisi buat tumbuh kembang optimal Si Kecil, dengan penambahan functional food ke dalam susu formulanya seperti Probiotik Triple Bifidus yaitu kombinasi 3 Bifidobakterium longum BB536, Bifidobacterium breve M-16V, dan Bifidobacterium infantis M-63 yang akan mengoptimalkan tumbuh kembang optimal Si Kecil. Pemberian Probiotik Bifidobakterium Triple Bifidus secara rutin dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, saluran pernapasan dan tumbuh kembang serta kecerdasan anak.”

Tentang kaitan pertumbuhan anak selama masa pandemi Covid-19, Reisa Broto Asmoro, seorang public figure dan juga Ibu 2 anak balita mengemukakan, “Program MIPP merupakan pilihan yang baik bagi orangtua untuk mengembangkan ide aktivitas yang seru bagi anak selama belajar di rumah saat masa pandemi Covid-19. Pemberian stimulasi bermain di atas tentu saya barengi dengan pemberian nutrisi termasuk susu. Saya juga adalah ibu yang sangat memperhatikan komposisi pada kemasan dalam memilih susu, tentunya susu yang mengandung Alfa-Laktalbumin, AA-DHA, Omega 3&6, Kolin, Laktoferin, Triple Bifidus, dan Vitamin & Mineral yang lengkap seperti Morinaga Platinum yang menjadi pilihan saya.”

Dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang dan kecerdasan anak, kebanyakan orang tua terkadang terlalu fokus pada organ otaknya saja. Padahal, organ lain yang juga berpengaruh dalam hal ini adalah saluran pencernaannya dimana para ahli sering menyebutnya dengan the 2 nd brain.

Konsep yang menggabungkan antara pengaruh saluran cerna proses perkembangan fungsi otak disebut sebagai gut-brain axis.

  1. Keterkaitan antara sistem saluran cerna dan otak ini diperankan penting oleh mikrobiota dalam saluran cerna, di mana bisa menghubungkan pusat kognisi dan emosi pada otak dengan aktivasi imun.
  2. Anak yang mempunyai saluran cerna yang baik dan sehat akan mampu menyerap nutrisi dengan baik dan mensuplai kebutuhan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk otak. Bakteri baik di usus, yang sering disebut sebagai mikroflora, besar pengaruhnya terhadap perilaku anak sehingga perlu dijaga keseimbangannya.

Teknologi nutrisi yang semakin berkembang saat ini menciptakan tiga bifidobacterium sekaligus yang dikenal dengan triple bifidus ke dalam susu anak sehingga mikroflora usus anak dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Triple bifidus ini ada dalam MoriCare Zigma dalam Morinaga Platinum.

“Menjaga daya tahan tubuh anak sangat penting, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang cukup. Orang tua bisa mengacu pada Isi Piringku dari Kemenkes, lalu ditambahkan juga dengan susu pertumbuhan. Ada 3 komponen yang harus diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi pada anak, yaitu nutrisi bagi Kecerdasan Multitalenta (Brain Care): berperan penting untuk pembentukan dan koneksi sel saraf otak. Nutrisi yang diperlukan adalah Kolin, Alfa-Laktalbumin, AA & DHA, serta Fosfolipid. Nutrisi bagi Pertahanan Tubuh Ganda (Body Defense) yang berperan penting untuk menjaga anak tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Nutrisi yang diperlukan adalah Vitamin A & C, Triple Bifidus, Prebiotik GOS, dan Laktoferin. Sedangkan Nutrisi bagi Tumbuh Kembang Optimal (Body Growth): berperan penting untuk pertumbuhan organ tubuh, tinggi, dan berat badan anak. Nutrisi yang diperlukan adalah Vitamin D dan Kalsium,” tutup dr. Muliaman Mansyur.

Tentang Kecerdasan Majemuk

Terdapat 8+1 Kecerdasan Majemuk, yaitu Kecerdasan Bahasa: kemampuan menggunakan katakata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca dan menulis, Kecerdasan Logika: memahami kondisi atau situasi dengan menggunakan perhitungan matematis, serta melalui penalaran analisa-sintesa. Selanjutnya Kecerdasan Musikal: kemampuan memahami musik sebagai media untuk mengeskpresikan diri, Kecerdasan Gerak Tubuh: penggunaan tubuh dalam  berkomunikasi dan mengekspresikan diri, juga dalam berolah raga, Kecerdasan Gambar & Ruang: kecerdasan dalam berpikir dan belajar dengan gambar-gambar, memahami bentuk, pola, posisi, dan ruang suatu objek, termasuk untuk berpikir secara kreatif. Yang terakhir, yaitu Kecerdasan Memahami Diri: dapat memahami dan mengenali diri sendiri, Kecerdasan Sosial: bisa memahami orang lain, termasuk bagaimana perasaan mereka serta hal-hal apa yang memotivasi dan mengganggu mereka, Kecerdasan Naturalis: berpikir dan belajar yang berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan sekitar dan Kecerdasan Moral: mengetahui apa yang baik atau buruk untuk dilakukan dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) adalah kecerdasan yang mencakup banyak bidang dalam kehidupan sehari-hari. Setiap anak memiliki kecerdasan majemuk, apalagi pada ‘Gen Alpha’ yang tumbuh dengan kecanggihan teknologi. Teknologi bisa dimanfaatkan sehingga ‘Gen Alpha’ bisa lebih produktif, bertalenta, dan siap menghadapi tantangan.

Kecerdasan majemuk pada anak memiliki porsi yang berbeda-beda pada tiap kecerdasannya. Untuk mengetahui hal tersebut, maka peran orang tua sangatlah penting. Perlu dilakukan 3 tahap, yaitu observasi, stimulasi, dan evaluasi. Observasi adalah tahap dimana orangtua mencari kecerdasan mana yang menonjol dan kecerdasan mana yang perlu dikembangkan.

Ketika orang tua sudah menemukan kecerdasan mana yang perlu dikembangkan, orang tua perlu menstimulasi kecerdasan tersebut. Di akhir kegiatan, orang tua juga perlu melakukan evaluasi agar mengetahui perkembangan si kecil.

(BON)

Leave a Reply