Jalan-Jalan Bersama Anak Naik Commuter Line

Warga Bintaro, para orang tua sering merasa pusing mengajak anak-anaknya rekreasi. Budget jalan-jalan yang diperlukan cukup lumayan besar.  Terkadang mereka hanya mengajak anak untuk bermain di mal. Saat ini memang banyak zona bermain anak di mal. Dalam sehari, mereka bisa menghabiskan koin main lebih dari Rp. 100.000. Itu di luar budget makanan dan minuman selama berekreasi.

Namun sekarang jangan khawatir. Saat ini pemerintah sudah membangun infrastruktur transportasi yang memadai di antaranya busway (TransJakarta) dan kereta (commuter line). Banyak lokasi wisata di Jakarta yang bisa kita gunakan dengan memakai transportasi umum ini.

KA Commuter Jabodetabek (KCJ) Memulai modernisasi angkutan KRL pada tahun 2011 dengan menyederhanakan rute yang ada menjadi lima rute utama, penghapusan KRL ekspres, penerapan kereta khusus wanita, dan mengubah nama KRL ekonomi-AC menjadi kereta Commuter Line. Proyek ini dilanjutkan dengan renovasi, penataan ulang, dan sterilisasi sarana dan prasarana termasuk jalur kereta dan stasiun kereta yang dilakukan bersama PT KAI (persero) dan Pemerintah.

Pada tahun 2016, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai 850.000 pengguna pada hari-hari kerja, dengan rekor jumlah pengguna terbanyak yang dilayani dalam satu hari adalah 931.082. Sebagai operator sarana, kereta Commuter Line yang dioperasikan KCJ saat ini melayani 72 stasiun di seluruh Jabodetabek dengan jangkauan rute mencapai 184,5 km.. Info Bintaro akan mengajak Anda untuk menjajal rekreasi bersama kereta commuter line.

Dari Bintaro kita bisa berangkat dari stasiun Pondok Ranji, Jurangmangu atau Sudimar. Bila sang ayah tidak ikut, Ibu dan anak-anaknya yang kecil dapat naik gerbong pertama dan gerbong terakhir yang dikhususkan bagi kaum perempuan. Ini bakal menjadi aman dan nyaman untuk sang ibu dan anak.

Tiket

Hanya dengan membayar biaya Rp. 3.000/orang, kita bisa menuju kota Jakarta. Stasiun tujuan pertama adalah Stasiun Tanah Abang. Kenapa Tanah Abang? Karena dari stasiun inilah kita dapat berpindah kereta ke jalur kereta lain, tanpa membayar biaya tambahan. Bila Anda jarang naik kereta api, pada stasiun keberangkatan Anda cukup membeli kartu tiket harian berjaminan seharga Rp. 10.000. Misalnya berangkat dari stasiun Pondok Ranji, Anda wajib membayar Rp. 10.000 untuk kartu tiket harian berjaminan + Rp. 3.000 untuk biaya perjalanan ke tanah Abang. Kartu tiket tersebut berfungsi untuk kartu tap masuk ke area stasiun keberangkatan.

Begitu tiba di tanah Abang, setelah Anda tap kartu untuk keluar dari stasiun, Anda dapat menukar tiket harian berjaminan tsb di loket. Selanjutnya petugas akan mengembalikan Rp. 10.000 yang sebelumnya Anda bayarkan. Kereta commuter line menerapkan aturan ini untuk mendidik penumpang agar menjaga baik-baik kartu tap tersebut. Bila Anda menghilangkan kartu tiket harian berjaminan tsb, Anda tidak akan mendapat kembalian Rp. 10.000 di stasiun tujuan.

Stasiun Tanah Abang ini merupakan stasiun tersibuk di Jakarta yang menjadi stasiun transit bagi penumpang seJabotabek. Stasiun yang sudah direnovasi ini terkesan modern yang megah. Ada 6 jalur kereta yang menghubungkan 72 stasiun kereta seJabobatek. Buat anda yang membawa anak kecil, tidak perlu khawatir naik turun tangga karena stasiun menyediakan eskalator (tangga berjalan) yang aman dan nyaman. Di tiap eskalator pun ada petugas KA yang mengawasi dan mengarahkan penumpang via megafon yang dipegangnya.

Kita patut bersyukur saat ini kota Jakarta benar-benar memanjakan penduduknya dengan sarana transportasi umum yang murah. Sama seperti penumpang bis TransJakarta, penumpang dapat berganti rute tanpa membayar biaya tambahan lagi. Dari stasiun Tanah Abang, kita dapat berganti tujuan kereta sesuai lokasi tujuan wisata kita.

Ada beberapa lokasi yang bisa dicapai melalui stasiun kereta tertentu:

  1. Stasiun Tanah Abang. Stasiun ini relatif dekat dengan pusat perbelanjaan Tanah Abang seperti Thamrin City, dan Pasar Tanah Abang Blok B. Kita tepat ke sini apabila mau membeli baju anak dengan harga terjangkau.
  2. Stasiun Kota. Stasiun yang dulu disebut stasiun Beos merupakan karya besar Frans Johan Louwrens Ghijsels, seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung 8 September 1882, yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Dengan balutan art deco yang kental, rancangan stasiun ini terkesan sederhana meski bercita rasa tinggi. Dari stasiun kota, kita dapat menuju kawasan Kota Tua yang menjadi cikal bakal dari kota Jakarta. Di kompleks Kota Tua ini, kita serasa dibawa ke masa tempo dulu karena banyak bangunan-bangunan tua peninggalan jaman Belanda. Terdapat beberapa museum yang dapat kita kunjungi saat kita berada di kompleks Kota Tua seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Bahari dan Museum Bank Mandiri. Di samping itu kita dapat menuju kawasan pantai Ancol. Tahukah Anda bahwa ada halte bisbTransjakarta yang tepat berada di sisi stasiun yang dapat kita gunakan menuju kawasan Ancol. Mudah dan murah bukan?
  3. Stasiun Bogor. Menurut Wikipedia dulunya bernama Stasiun Buitenzorg. Stasiun berlantai dua yang dibangun pada tahun 1881 ini bergaya Eropa dengan berbagai motif, misalnya motif geometris awan, kaki-kaki singa, dan relung-relung bagian lantai. Begitu tiba di stasiun Bogor kita melanjutkan dengan angkutan kota yang tersedia atau dapat berjalan kaki sambil menikmati suasana kota Bogor yang terkenal dengan kota hujan. Tentu jangan lupa membawa payung ya, Sob. Kebon Raya Bogor dan Museum Zoologi dapat menjadi lokasi tujuan wisata kita di sana.
  4. Stasiun Juanda yang terletak di Jalan Juanda, Jakarta. Di sini kita bisa mengunjungi Pasar Baru, pusat perbelanjaan tempo dulu, Masjid Istiqal, Gereja Kathedral maupun Monas (Monumen Nasional).
  5. Stasiun Gambir. Selain menuju Masjid Istiqal, kita pun dapat berkunjung ke Museum Gajah yang berada di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Nyaman

Naik KRL di saat weekend merupakan kenyamanan yang luar biasa. Kereta api tidak sepadat hari kerja Senin-Jumat. Kita bisa merasakan kenyamanan duduk di gerbong ber-AC sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalur kereta.

Jam Operasional Kereta

KA Commuter Line beroperasi sampai jam 24.00. Kereta terakhir dari stasiun Tanah Abang menuju Bintaro/ Serpong akan berangkat jam 23.30 dari Stasiun Tanah Abang. Jadi Anda sekeluarga dapat puas berjalan-jalan sampai malam hari! 

Apa yang Harus Dibawa Untuk Anak?

Mengingat larangan membawa makanan dan minuman di dalam gebong kereta, disarankan Anda hanya membawa air putih untuk dikonsumsi anak di kereta. Setelah sampai di tempat tujuan, Anda dapat membuat susu dengan termos kecil yang Anda bawa dari rumah.

Jangan lupa membawa selimut, baju dan sepatu ganti untuk sang anak. Bawa kantong kresek hitam untuk berjaga-jaga bila sang anak mual dan muntah.

Nah, tunggu apalagi, yuk wisata dengan KA Commuter Line. Gak bikin kantong kempes.

Info lebih lanjut:
Stasiun Juanda
Jl. Ir. H. Juanda I, Jakarta Pusat
Telp.: 021 – 345 3535
Call Center: 121/021-121
E-mail: kcj@krl.co.id

Website: http://www.krl.co.id

 

(EGS)

Leave a Comment