Jakarta New Year Concert 2017

Sudah menjadi tradisi di Jakarta di bulan Januari diadakan The Jakarta New Year Concert (JNYC) dengan musik klasik. Penyelenggaranya adalah pianis & komponis Ananda Sukarlan dengan Yayasan Musik Sastra Indonesia dan The Grand Piano. Tema tahun ini adalah tentang perbedaan dan toleransi, berjudul “Differences Unite”.

“Perbedaan itu justru yang membuat musik itu jadi indah. Tuts piano ada hitam dan putih. Harmoni ada mayor dan minor. Itu yang membuat musik lebih berwarna. Harapannya di kehidupan nyata segala perbedaan itu juga menjadikan hidup itu lebih kaya, bukannya malah menjadi bahan pertengkaran,” kata Ananda.

jnyc_2017_info_bintaro
Press Conference Persiapan JNYC 2017 pada Sabtu, 14 Januari 2017 di Plaza Indonesia

Istimewanya, 3 musikus Surabaya akan menjadi bintang tamu di JNYC tahun ini. 2 bersaudara “prodigy” Gabriella Prisca Handoko (16 tahun) dan Jesslyn Cheryl Handoko (10 tahun), dua pianis anak ajaib, adalah pemenang Ananda Sukarlan Award 2016 untuk Kategori Junior dan Elementary.

Bintang tamu lain adalah penyanyi soprano muda yang kini sudah tidak asing lagi di Jakarta, Mariska Setiawan, membawa karya-karya baru Ananda Sukarlan ke Jakarta setelah diperdanakan dengan sukses besar di Ubud Writters Festival (Bali), Oktober lalu. Tentu saja diiringi oleh jari-jari Ananda Sukarlan yang bermain piano. Karya-karya vokal ini ditulis Ananda berdasarkan puisi-puisi Miguel Cervantes dan Frederico Garcia Lorca, yang pada tahun 2016 diperingati 400 tahun dan 80 tahun wafatnya. Sejak menjadi finalis di Kompetisi Vokal Ananda Sukarlan pada tahun 2011, Mariska telah melanjutkan studi vokalnya di Salzburg (Austria) dan Berlin (Jerman) dengan berbagai pengajar terkemuka. Kini, nama Mariska telah diperhitungkan di dunia vokal klasik.

JNYC 2017 yang unik ini mungkin akan membuat publik heran dan bertanya-tanya, tapi itu memang sengaja mencerminkan ide Ananda Sukarlan pada tahun 2017 ini. Komponis dan pianis penerima Anugerah Kebudayaan RI 2016 ini akan fokus pada 2 hal, yaitu:

Menggunakan dan mengadaptasi berbagai tempat/venue untuk menjadi ruang konser, karena musik sastra tidak perlu dilakukan di gedung resmi yang memiliki ruang konser mainstream.

Ananda memiliki fokus yang lebih luas dan dalam untuk pendidikan musik terutama untuk anak di bawah usia 12 tahun, setelah ia dipercaya oleh Kemendikbud untuk membuat program pendidikan musik untuk anak-anak SD. Pendidikan ini bukan hanya sekedar membuat anak-anak mampu membaca not balok, namun mampu menerjemahkannya ke musik dan mempelajari teknik dasar sebuah instrumen yang akan memacu kreativitas, koordinasi otak dan indra serta akhirnya membantu memberantas kebodohan dan memacu toleransi.

jnyc_2017_info_bintaro_1

Oleh karena itu, konser pertama Ananda di tahun 2017 ini akan diadakan di sebuah showroom piano yang sekaligus merupakan galeri dan ruangan konser dari The Grand Piano, sebuah “rumah piano” paling eksklusif di Indonesia. Salah satu piano yang ada di sana adalah piano Liminal “Fazioli’ yang harganya mencapai Rp. 6 milyar dan hanya ada 6 di dunia.

Tentu saja piano ini bukan satu-satunya piano yang digunakan pada konser ini. Acara ini juga akan menampilkan atraksi musik 1 tangan, 2 tangan, 4 tangan, sampai dengan 6 tangan, dari satu ke beberapa piano, yang menampilkan berbagai musik klasik dari jangka waktu 200 tahun, mulai dari Beethoven hingga musik piano terbaru dari Ananda Sukarlan. Keunikannya adalah adanya interaksi 2 arah antara penonton dan pemain musik, suatu hal yang masih sangat jarang di konser musik klasik yang biasanya “kaku dan formal”.

The JNYC 2017 juga sekaligus menjadi penanda pembukaan galeri The Grand Piano, yang beralamat di Fagetti Building 2nd Floor, Jl. Mangga Dua Raya, Komplek Harco Elektronik Blok F No. 2-4, Jakarta Utara. JNYC 2017 akan berlangsung pada hari Minggu, 22 Januari 2017 mulai pukul 16.00. Cocktail tersedia untuk para undangan dan penonton.

Untuk info lebih lanjut, silakan menghubungi Chendra 0818 891038, email: ycep@yahoo.com.

 

(ES)

Leave a Comment