Sel. Okt 15th, 2019

Iptek: Manfaat Batubara Untuk Pembangkit Listrik

Akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang seorang bintang K Pop yang meninggal bunuh diri karena briket batubara. Briket merupakan salah satu bentuk olahan batubara sebagai sumber energi. Sebenarnya banyak sekali manfaat batubara di berbagai industri. Simak rinciannya di https://www.youtube.com/watch?v=oWtY3rvLFQg. Di artikel ini akan dibahas bagaimana Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) membakar batubara untuk memanaskan air yang digunakan untuk menggerakkan turbin uap, terutama baling-baling besar dengan bilah-bilah logam yang dikemas rapat untuk membangkitkan tenaga listrik.

Potensi Batubara di Indonesia

Tahukah Anda bahwa pertambangan batubara sangat penting bagi Indonesia? Potensi dan cadangan batu bara di Indonesia mencapai 161 miliar ton. Salah satunya berasal dari pertambangan batu bara di Sawah Lunto, Sumatera Barat. Simak sejarah awal tambang di Indonesia di video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=5KMqT1CX3TY

Harian Kompas memberitakan bahwa peningkatan produksi batubara tahun ini, dari 415 juta ton menjadi 477 juta ton, menopang penerimaan negara bukan pajak. (Kompas, 28 Desember 2017). Penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp 40 triliun, melampaui target tahun ini yang sebesar Rp 32,4 triliun.

Diperlukan proses yang panjang untuk menambang batubara dari lokasi aslinya. Kebanyakan lokasi pertambangan batubara di Indonesia berada di pulau Kalimantan. Batubara sering disebut sebagai emas hitam yang dibawa oleh kapal tongkang (tugboat) dari pedalaman Kalimantan ke muara sungai atau laut. Simak proses penambangan batubara di https://www.youtube.com/watch?v=FK6cdg_UtmA

Batubara Sebagai Sumber Energi

Secara sederhana, energi adalah hal yang membuat segala sesuatu di sekitar kita terjadi – kita menggunakan energi untuk semua hal yang kita lakukan. Energi ada di semua benda: manusia, tanaman, binatang, mesin, dan elemen-elemen alam (matahari, angin, air dan sebagainya). Secara lebih ilmiah, energi menentukan kapasitas di mana semua obyek yang ada harus melakukan tugasnya.

Dari segi pemakaian, sumber energi terdiri atas energi primer dan energi sekunder. Energi yang langsung diberikan oleh alam dalam wujud aslinya dan belum mengalami perubahan (konversi) disebut sebagai energi primer (contoh : Minyak bumi, batubara, gas alam, uranium (nuklir), tenaga angin, tenaga air, dan sebagainya). Sementara energi sekunder adalah energi primer yang telah mengalami proses lebih lanjut (contoh : energi listrik). Salah satu contoh dari energi primer adalah batubara.

Batubara termasuk ke dalam bahan bakar fosil. Kemudian, bagaimana cara kerjanya? Bahan bakar fosil bisa langsung dibakar pada tungku atau kompor dan akan menghasilkan panas yang bisa dimanfaatkan untuk proses industri atau sekedar untuk memasak. Bahan bakar batubara bisa digunakan sebagai sumber energi primer untuk transportasi. Campuran udara dan bahan bakar fosil dibakar di dalam mesin dan energi panas yang dihasilkan dikonversi menjadi energi mekanik yang menggerakkan kereta uap.  Atau bahan bakar batubara dibakar untuk dikonversikan ke energi listrik. Pembangkit listrik tenaga batubara adalah pembangkit listrik thermal paling awal dibangun yang menggunakan bahan bakar fosil.

BACA JUGA  Les Privat dengan 3 Gaya Belajar : Les Privat To Be

Pembangkit listrik tenaga batu bara membakar batubara untuk memanaskan air yang digunakan untuk menggerakkan turbin uap, terutama baling-baling besar dengan bilah-bilah logam yang dikemas rapat untuk membangkitkan tenaga.

Proses Pembangkit Listrik

Berikut proses pembangkit listrik menggunakan energi batubara : 1. Batu bara dimuat ke dalam pembangkit. 2. Batu bara dibakar dalam tungku besar untuk menghasilkan panas. 3. Air dipanaskan di dalam tungku. 4. Uap menggerakkan turbin menciptakan energi mekanik. 5. Air mendidih dari uap turbin didinginkan pada menara pendingin dan dipompa untuk digunakan kembali. 6. Turbin memutar generator dan membangkitkan listrik. 7. Listrik mengalir melalui kabelkabel. 8. Trafo step-up merubah tegangan listrik menjadi sangat tinggi. 9. Tiang logam raksasa membawa listrik bertegangan sangat tinggi melalui kabel-kabel. 10. Trafo step-down merubah listrik tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang aman untuk perumahan. 11. Listrik mengalir dari rumah ke rumah melalui kabel transmisi. 12. Listrik mengaliri rumah melalui jaringan listrik.

Salah satu penggunaan batubara di Indonesia adalah untuk PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Suralaya. PLTU yang terletak di Jalan Raya Merak, Suralaya, Pulomerak, Cligeon, Banten ini memproduksi listrik untuk pulau Jawa, Madura, dan Bali. Setiap hari diperlukan 20.000-30.000 ton batubara. Simak operasional pembangkit listrik Suralaya di video KOMPAS TV berikut: https://www.youtube.com/watch?v=FK6cdg_UtmA

Efek Rumah Kaca

Namun perlu diingat, penggunaan bahan bakar batubara ini juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan, di antaranya adalah adanya hujan asam, efek rumah kaca dan perubahan iklim. Efek rumah kaca adalah proses di mana atmosfer menangkap sebagian energi matahari yang memanaskan bumi dan membuat iklim kita tidak terlalu panas. Perkembangan berbagai teknologi buatan manusia menambah “gas rumah kaca” di atmosfer yang menyebabkan peningkatan suhu global dan gangguan iklim. Gas rumah kaca ini mencakup karbon dioksida, yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan, metan yang dilepaskan dari pertanian, hewan dan lokasi penimbunan tanah, serta berbagai bahan kimia industri.

Setiap hari kita menyumbangkan dampak negatif terhadap iklim kita dengan membakar bahan bakar fosil (minyak, batubara dan gas) untuk energi dan transportasi. Hasilnya, perubahan iklim telah mulai mempengaruhi kehidupan kita, dan diprediksikan bisa menghancurkan mata pencaharian banyak orang di negara berkembang, serta menimbulkan dampak negatif pada alam dan lingkungan pada dekade-dekade mendatang. Dengan demikian, kita harus secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini masuk akal jika dipandang dari segi lingkungan maupun perekonomian. Oleh karena itu, upaya untuk mengendalikan dampak lingkungan dari proses pengubahan energi batubara (primer) menjadi energi listrik (sekunder) sangat dibutuhkan.

BACA JUGA  Sejarah Pasukan Kostrad

Hal lain yang perlu diingat bahwa bukan batubara saja yang menyebabkan adanya hujan asam, efek rumah kaca maupun perubahan iklim. Penggunaan air conditioner, hasil pembakaran yang tidak sempurna pada asap motor dan lain-lain juga merupakan kegiatan yang memiliki andil dalam kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, agak sulit untuk menghilangkan dampak tersebut karena setiap sistem atau proses pasti memiliki dampak negatif yang berhubungan satu sama lain.

 

(EGS)

 

Baca Juga