Jum. Des 6th, 2019

Iptek : Dua Kali Blue Moon di Tahun 2018

Apakah Anda pernah dengar pepatah dalam bahasa Inggris,” Once in a blue moon” Artinya itu kesempatan yang sangat jarang terjadi. Fenomena inilah yang coba kita bahas di artikel ini. Blue moon (fenomena bulan biru) akan kita bisa saksikan dari bumi.

Tahun ini, pada tahun 2018, kita memiliki dua bulan (Januari dan Maret) yang menyimpan Blue Moon dengan definisi bulanan istilah – yang kedua dari dua bulan penuh yang jatuh dalam satu bulan kalender. Blue Moon pertama datang pada tanggal 31 Januari 2018, dan yang kedua pada tanggal 31 Maret 2018. Kedatangan tepat bulan biru pertama tahun ini (dan bulan purnama 2 Januari 2018) pada tanggal 31 Januari adalah 13:27 UTC. Meskipun bulan purnama terjadi pada saat yang sama di seluruh dunia, jam berbeda dengan zona waktu.

Simak video penjelasan berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=6qpSjVhr-VM

Akan Ada Malam Berhiaskan Supermoon Biru Sekaligus Gerhana pada 2018

Fenomena langit menarik masih bisa disaksikan pada tahun 2018. Akhir Januari 2018 misalnya, akan terjadi fenomena super langka.

Bulan yang terbit pada malam 31 Januari 2018 adalah bulan purnama, bulan biru, bulan super alias supermoon, sekaligus bulan yang akan mengalami gerhana. Empat fenomena sekaligus itu jarang terjadi. Apa istimewanya fenomena supermoon, simak  di video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=YkOUDwXM28Q

Bulan purnama terjadi setiap 29,5 hari sekali. Pada jarak terdekatnya dengan bumi (titik perigee), bulan tampak lebih besar.Itulah penyebab munculnya fenomena supermoon.

Karena siklusnya setiap 29,5 hari sekali, dalam satu bulan kalander masehi bisa terjadi dua kali bulan purnama. Pada Januari 2018, bulan purnama pertama jatuh pada tanggal 1 Januari 2018 dan yang kedua pada 31 Januari 2018.

BACA JUGA  Danone-Aqua Mendukung Ibu Rumah Tangga untuk Menjadi Mompreneur

Purnama kedua dalam bulan yang sama secara populer disebut bulan biru. Meskipun demikian, warna bulan tentu tidak menjadi biru.

Saat bulan purnama kedua tersebut, posisi bumi berada antara matahari dan bulan. Pada akhirnya, bulan menghalangi bulan dari matahari, menyebabkan gerhana. Saat gerhana, bulan akan berwarna merah menyerupai darah.

Berdasarkan analisis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), fenomena gerhana sekaligus tiga lainnya itu bisa disaksikan dari Indonesia.

Awal gerhana terjadi pada pukul 17.51 WIB. Wilayah Indonesia bagian barat akan melewatkan tahap awal ini. Namun, saat puncak gerhana sekitar pukul 20.51 WIB, seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikannya.

Karena langka, jangan sampai melewatkan empat fenomena bulan sekaligus ini. Semoga malam itu juga cuaca Indonesia cerah. Catat event ini di agenda Anda ya. Bakal banyak fenomena di langit selamat tahun 2018. Simak videonya di https://www.youtube.com/watch?v=z20FjxnDffU . Don’t miss it!

 

(EGS)

 

Baca Juga