Rab. Des 11th, 2019

Inilah Hal yang Perlu Diketahui Pelaku Wirausaha Sosial untuk Kembangkan Bisnis

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-bangsa (UN-ESCAP), hingga akhir 2018 terdapat sekitar 340.000 wirausaha sosial di Indonesia.

Berbeda dengan jenis usaha lain, wirausaha sosial membuka peluang inklusif dan kesetaraan sebagai inti bisnis dengan misi sosial. Namun masih banyak tantangan yang dihadapi oleh para pelaku wirausaha sosial ini. Mulai dari permasalahan kurangnya jejaring, sumber pendanaan, akses pengetahuan, mentorship hingga tidak adanya sebuah ekosistem wirausaha sosial yang memadai.

Bank DBS Indonesia sebagai bank yang secara aktif mendukung dan mengembangkan wirausaha sosial di Indonesia kembali membuka program Social Enterprise Grant 2019. Program ini didukung oleh DBS Foundation, yang hingga saat ini telah menjangkau lebih dari 100 wirausaha sosial di Singapura, Cina, Hongkong, India, Indonesia, dan Taiwan.

Program Social Enterprise Grant sendiri memiliki tujuan untuk mendukung wirausaha sosial dalam meningkatkan bisnis mereka melalui peningkatan kapasitas operasional, kemampuan inovasi, memperluas jangkauan geografis sehingga dapat meningkatkan dampak sosial dari bisnis yang dijalankan.

Program ini ditujukan untuk wirausaha sosial yang memiliki produk atau solusi bisnis yang telah divalidasi di pasar yang dapat dibuktikan dengan perolehan pendapatan dan/atau daya tarik akuisisi oleh klien dengan rencana yang jelas untuk meningkatkan bisnis. Selain itu, wirausaha sosial tersebut juga berkomitmen pada misi sosial dan memiliki roadmap yang jelas untuk dapat mencapai peningkatan dampak sosial.

Bantuan dana hibah sebesar 50.000 – 250.000 dolar Singapura akan diberikan kepada wirausaha sosial terpilih dengan ketentuan wirausaha sosial tersebut harus terdaftar di negara beroperasi dan tidak memiliki agenda atau afiliasi keagamaan ataupun politik. DBS Foundation juga tidak mendanai kegiatan individu, amal, penggalangan dana umum atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pendaftaran dibuka hingga 31 Juli 2019, pukul 23:59 waktu Singapura(GMT+8) dan akan melalui proses evaluasi mulai Agustus hingga September 2019. Pendaftaran yang lewat dari waktu yang telah ditentukan akan dievaluasi pada penyelenggaran tahun berikutnya. Nah, untuk mengetahui apa saja yang menjadi kriteria penilaian program Social Enterprise Grant oleh DBS Foundation, simak hal berikut ini:

BACA JUGA  Hotel Santika Premiere Bintaro : Rutin Donor Darah Baik Bagi Kesehatan

Inovasi

Penilaian ini dilihat dari sejauh mana solusi yang diberikan dari wirausaha sosial terhadap permasalahan sosial yang ada saat ini melalui inovasi dan peningkatan bisnis yang berkelanjutan.

Dampak sosial

Kejelasan masalah sosial yang ingin dipecahkan, stakeholders dan siapa saja yang menjadi target sasaran dari usaha yang dijalankan, serta bukti nyata dampak yang dihasilkan.

Kelayakan bisnis

Kriteria ini meliputi adanya permintaan kebutuhan pada pasar akan layanan atau produk wirausaha sosial, kekuatan strategi dalam memperoleh pelanggan dan model pendapatan bisnis, serta rekam jejak keuangan yang jelas dan proyeksi yang realistis.

Skalabilitas dampak bisnis dan sosial

Skalabilitas ini dinilai melalui kemampuan operasional untuk mengimplementasikan rencana peningkatan bisnis selama 24 bulan ke depan serta bagaimana kelayakan rencana peningkatan tersebut berdasarkan pendorong utama pertumbuhan.

Kekuatan tim

Terdapat dua hal yang dinilai dalam kriteria ini yaitu visi dan komitmen pendiri untuk mencapai dampak sosial serta pengalaman dan kemampuan manajemen tim dalam mencapai target pertumbuhan.

Mona Monika, Executive Director, Head of Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia, mengatakan, “Bank DBS meyakini bahwa wirausaha sosial memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dan inklusi sosial. Oleh karena itu, melalui program Social Enterprise Grant ini kami ingin menemukan wirausaha sosial baru yang perlu didukung untuk dikembangkan sehingga masyarakat luas dapat merasakan dampak sosial dari bisnis yang dijalankan. Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan dana hibah tetapi juga menyediakan program inkubasi pengembangan kapasitas, pendampingan sesuai permintaan, dan akses ke jaringan lebih luas.”

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang DBS Foundation Social Enterprise Grant Programme, kunjungi go.dbs.com/Grants.

(BON)

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

You may have missed

Dalam rangka merayakan Hari Belanja Nasional (Harbolnas), Bukalapak meluncurkan kampanye bertajuk Kalap 12.12. Kampanye yang berlangsung 1-15 Desember 2019 ini mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk kalap berbelanja di Bukalapak karena diskon yang diberikan mencapai total Rp 50 Miliar, ditambah beragam promo, mulai dari diskon langsung, voucher diskon, gratis ongkir, Flash Deal Rp 12, Cashback 99%, hingga kesempatan untuk mendapatkan barang-barang luar biasa seperti Mobil Toko, Ruko, hingga Kos-Kosan seharga Rp 12.000 saja di program Serbu Seru Kalap. “Setiap orang pada dasarnya butuh pelampiasan untuk menyalurkan emosi dan keinginan, termasuk di dalamnya keinginan dan napsu belanja. Oleh karena itu, di momen Harbolnas ini, momen yang sudah menjadi tradisi di dunia belanja online dan selalu ditunggu-tunggu, kami memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat Indonesia untuk melampiaskan napsu belanjanya hingga kalap, karena asik menikmati semua promo dan penawaran spesial di Kalap 12.12”, ujar Erick Wicaksono, VP of Marketing Bukalapak. “Untuk menambah semangat agar semakin kalap, Kalap 12.12 juga menghadirkan Serbu Seru Kalap mulai tanggal 10 Desember, di mana para pengguna Bukalapak bisa menyerbu Mobil Toko, Ruko, hingga Kos-Kosan yang tidak hanya luar biasa dan berbeda dari tahun sebelumnya, tapi juga bisa mendorong para penyerbu yang berhasil untuk memulai usaha dan meningkatkan kualitas hidup mereka”, tambah Erick. Informasi lebih lanjut mengenai promo KALAP 12.12 bisa dilihat di bukalapak.com.