Jum. Nov 15th, 2019

Indonesia Harus Mengejar Ketertinggalan di Bidang Visual Effect dan Animasi

Di Indonesia belum banyak studio untuk pengerjaan visual effects dan animasi. Dibanding dengan negara lain Indonesia masih tertinggal jauh. Indonesia masih harus belajar banyak untuk mengejar negara lain. Saat ini negara Amerika dan Inggris menjadi yang terdepan di bidang visual effects (VFX) dan animasi. Secara teknologi, Amerika dan Inggris tetap menjadi kiblatnya namun dalam pengerjaan visual effects yang melibatkan banyak tim dalam jumlah sangat besar, India menjadi pilihan mereka, dan perlahan, Cina juga sudah masuk ke ranah industri ini.

Apa itu Visual Effects (VFX) dan kenapa penting? Secara logika di saat ini, apakah robot-robot di film Transformers adalah asli? Itu gambar hasil buatan komputer, disebut CGI (Computer Graphics Imagery), digabungkan dengan live action shot, lalu diproses sebegitu rupa sehingga menyerupai asli. Visual effects banyak sekali digunakan di film film Hollywood. Film visual effects pertama yang menggabungkan live action digabung dengan animatronics dan CGI (Computer Graphics Imagery) adalah Jurrasic Park, yang ditayangkan di tahun 1993.

Film itu juga adalah film pertama hasil garapan studio yang bernama Lucas Film untuk divisi VFX mereka. Setelah mereka berhasil membuat VFX di Jurrasic Park di waktu itu, mereka baru bisa yakin kalau mereka bisa membuat kelanjutan film Star Wars, yaitu Star Wars Episode 1, karena film ini adalah kelanjutan dari franchise Star Wars Episode 4,5, dan 6, dan sangat banyak menggunakan VFX (heavy VFX shots), di mana pendahulunya, Star Wars Episode 4,5,6 ini dibuat dengan menggabungkan maket miniatur dan live action, semuanya masih serba manual, dan itu dibuat di tahun 1979…Hebat bukan?

VFX sangat penting dan menjadi favorit di dunia perfilman, karena bisa membantu sang sutradara dalam menceritakan idenya ke penonton dengan lebih menarik, dimana sekali lagi, di jaman dulu, teknologi ini masih belum ada dan belum begitu berkembang. Membuat film Holywood menggunakan VFX tidaklah mudah. Banyak sekali tenaga kerja yang terlibat, waktu yang tidak sebentar (bisa bertahun-tahun), dan melibatkan beberapa studio raksasa… Kenapa? Pembuatan VFX itu sendiri meliputi banyak hal, yaitu programming, matematika, fisika, dan seni itu sendiri, karena itu, studio raksasa yang terlibat di dalamnya pun juga mempunyai banyak divisi di dalamnya, ada divisi R&D, divisi modeling, divisi rigging TD (Technical Director), divisi animasi, divisi animasi TD, divisi effects TD, dan lain sebagainya .

Contohnya, jika beberapa adegan berperang dalam film Star Wars itu, para tentara dan robot yang begitu banyak, dan dianimasikan satu persatu, bayangkan berapa lama film itu bisa selesai? Oleh karena itu dibuat sistem “procedural”, dengan mengembangkan beberapa script program (programming), yang bisa menghasilkan sebuah internal plugins untuk studio itu sendiri, di mana para animatornya cukup meng-animasikan karakter utamanya, dan ribuan karakter background lainnya bisa mempunyai animasi yang dikembangkan dari script itu, dan bersifat random (AI, Artificial Intelligent, Crowd System).

Jadi bisa dibilang tiap karakter tidak akan mempunyai gerakan yang sama, penonton juga tidak akan sadar jika tidak benar-benar diperhatikan satu persatu… Lagipula, siapa yang mau memperhatikan sebegitu banyak background karakter?

BACA JUGA  Menuju Puncak 9.9 Super Shopping Day, Shopee Memberikan Penawaran Terbaik dan Fitur Interaktif untuk Pengguna

Tahukah anda teknologi VFX juga banyak digunakan juga di kehidupan kita? Contoh, siapa yang tidak tahu Microsoft Xbox 360 Kinect? Gim yang membutuhkan kita bergerak tanpa alat apapun, dan bisa terekam di gim itu sendiri. Itu sebenarnya menggunakan teknologi Motion Capture, dengan menembakkan jutaan sensor yang kasat mata, lalu dari hasil sensor itu dikembalikan lagi ke komputer untuk diolah lagi datanya. Teknologi ini banyak sekali dipakai di perfilman, contohnya yang baru-baru ini rilis adalah War For The Planet Of The Apes (2017), Andy Serkis sebagai aktor motion capture di belakang layar, yang membuat Caesar terasa hidup.

Siapa yang tidak tahu Snap Chat? Apps ini juga menggunakan face tracking, di mana banyak sekali digunakan di animasi dan VFX. Contoh penggunaan Face Tracking yang sangat ekstensif dapat dilihat pada film Hollywood tahun 2008 yakni The Curious Case of Benjamin Button. Film ini dibintangi oleh Brad Pitt dan Cate Blancehett, di mana wajah Brad Pitt yang asli, diproses dan di-digitalisasikan untuk dimasukkan ke komputer, lalu diubah sehingga terlihat seperti pria tua untuk digunakan oleh sang aktor yang memerankan dia sewaktu masih muda (face replacement).

Istimewanya film ini meraih 13 nominasi Academy Award dan 3 piala Academy Award pada katagori Best Art Direction, Best Makeup, and Best Visual Effects. Simak videonya di https://www.youtube.com/watch?v=Y9twsVqWRR8

Tentu saja semua juga ingat di serial Fast And Furious, salah satu aktor utamanya yang meninggal karena kecelakaan di saat produksi belum selesai, dan apa yang kita lihat di layar masih aktor yang sama sampai film tersebut berakhir. Bagaimana menurut teman-teman? Teknologi apa yang dipakai disana? Simak videonya di https://www.youtube.com/watch?v=oIzKccoAVTQ

Karena itu, VFX tidak se-sederhana apa yang kita tonton… Di layar bisa jadi hanya 3 menit, tapi siapa yang tahu kalau membuat scene itu saja bisa bertahun-tahun, dan bukan cuma satu-dua orang yang terlibat, bisa puluhan bahkan ratusan orang.

Salah satu dari sedikit studio visual effects dan animasi Indonesia adalah Nextframe Studio. Info Bintaro berkesempatan menjumpai Shandy Pranoto, founder dari Nextframe Studio yang menempati co working space dari Skystar Venture di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong.

Sebelum membuka usaha Nextframe Studio, Shandy sempat bekerja selama beberapa tahun di Prime Focus London, mengerjakan film seperti Narnia, Harry Potter, dan lain sebagainya, lalu setahun di perusahaan postproduction di Kemang mengerjakan TVC Indonesia (TV Commercial). Pekerjaan yang dilakukan adalah seputar stereoscopic compositing, compositing, 3D VFX, dan online editing.

Tim di Nextframe ada beberapa alumni jurusan Animasi UMN. Tim kecil tapi dengan kerjasama tim, mereka bisa menangani kebutuhan kliennya seperti pembuatan video company profile, motion graphics dan animasi. Mari mengenal satu demi satu layanan tersebut.

Character Development

Nextframe Studio akan membantu suatu perusahaan untuk mengembangkan character development bagi brand perusahaan tersebut. “Kita tentu sering melihat maskot lebah di gerai Alfamart. Seperti itulah character development yang dalam bahasa awamnya disebut maskot. Tokoh yang dibuat sesuai dengan filosofi perusahaan di mana dia bernaung. Nextframe akan membantu sebuah perusahaan di dalam membuat satu character design,” ujar Shandy.

BACA JUGA  Royal Enfield, Sang Penakluk Himalaya

Motion Graphics

Motion Graphic Animation adalah tipe animasi 2D, yang menampilkan tulisan dan grafik, misalnya penggunaan running teks dalam iklan atau logo corporate di station ID, iklan pendek, bahkan company profile. Jenis animasi ini juga digunakan dalam opening film atau acara di televisi, dan menjadi pilihan favorit untuk menjelaskan produk. Motion Graphic Animation di Indonesia lebih dikenal sebagai “bumper video” dan keberadaannya dipopulerkan dengan munculnya MTV di Indonesia.

Bumper – bumper yang ada di MTV inilah yang memperngaruhi lahirnya generasi baru Motion Graphic Animator di Indonesia. Nexframe studio bisa membantu pembuatan motion graphics bagi website, social media atau campaign yang dijalankan suatu perusahaan dengan memperhatikan kualitas, tone dan pesan dari brand Anda.

Commercials

Nextframe Studio memiliki tim editing untuk membuat iklan pendek yang cepat berkualitas, dari raw footage sampai ke produk final.

Digital VFX

Di dalam pembuatan film ada dua macam efek khusus. Pertama, Special Effect (SFX) mengacu rekayasa yang dilakukan secara fisik dan optis (trik kamera). Sedangkan teknik kedua adalah Visual Effect (VFX) yang mengacu pada rekayasa digital, seperti apa yang sudah dijelaskan di atas.

Nextframe akan membantu kliennya dalam visualisasi ke storyboards, disain, sampai eksekusi.
Simak portfolio proyek yang pernah ditangani Nextframe di https://www.youtube.com/watch?v=lCWb5RKiAwc

Info Lebih Lanjut:
NextFrame Studio
New Media Tower Lv. 12 – Sirius Room – Universitas Multimedia Nusantara Jalan Scientia Boulevard Gading Serpong, Tangerang, Indonesia
E-mail: hello@nxframe.com
Mobile: +62 812-1288-7685
Website: http://nxframe.com/
Instagram : @nxframe
Facebook : Nextframe Digital Studio
Youtube channel : Nextframe Digital Studio
https://www.youtube.com/channel/UCWVKJ-5xsqybwa6cXC4nvrg

 

(EGS)

 

Baca Juga