HP Mempercepat Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Tenaga Kerja Masa Depan Indonesia

HP menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai inovasi pada acara Konvensi Nasional ke-4 Perkumpulan Sekolah SPK1 Indonesia. Di sisi lain, HP juga mengumumkan inovasi terbaru dengan menggabungkan pengetahuan lokal, dampak sosial dan kemitraan. Inovasi ini memberikan fasilitas pembelajaran secara inklusif melalui teknologi.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perindustrian telah merancang Making Indonesia 4.0, dimana peningkatan kualitas SDM telah diidentifikasi sebagai satu dari sepuluh prioritas nasional untuk merelealisasikan rencana tersebut. Dengan semakin meningkatnya populasi penduduk yang bekerja, Indonesia akan menikmati puncak bonus demografi yang akan mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional2.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, SDM Indonesia masih membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan kompetitif yang dibutuhkan tenaga kerja. Pemerintah Indonesia telah menemukan solusi dengan melakukan reformasi kurikulum pendidikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Indonesia memiliki banyak SDM yang belum diberdayakan secara maksimal. Karena itu, tenaga kerja masa depan membutuhkan kualitas pendidikan yang lebih baik agar mereka bisa mempersiapkan masa depan kerja dengan lebih baik. Penerapan teknologi yang tepat akan mendorong pengembangan proses belajar tak hanya di dalam kelas yang mampu menumbuhkan kreativitas, kolaborasi dan partisipasi,” kata Hendry Widjaja, Chief Operating Officer HP Indonesia. “HP menciptakan solusi teknologi yang mendukung pengalaman belajar yang interaktif dan personal untuk para pelajar, orangtua dan pengajar.”

Pendidikan membuka peluang yang transformatif dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang dan komunitas yang ada. Hasil riset HP NETr (National Education Technology Readiness) menunjukkan adanya kebutuhan tinggi akan teknologi di dunia pendidikan, khususnya sebagai alat untuk proses belajar-mengajar. Temuan-temuan penting dari laporan tersebut adalah:

  • Pelajar: Sebanyak 99 persen siswa optimis akan masa depan mereka dan setuju bahwa komputer dan teknologi akan meningkatkan pengalaman belajar dan produktivitas mereka. Selain itu, 97 persen percaya bahwa memiliki ketrampilan dalam komputer dan teknologi akan mempersiapkan mereka dengan lebih baik dalam meraih pekerjaan di masa depan
  • Pengajar: Meski banyak di antara pengajar mengatakan sekolah adalah tempat yang tepat untuk belajar dan merasa didukung oleh pihak sekolah, ada 99 persen merasa bahwa teknologi akan memiliki dampak yang lebih besar bagi pembelajaran siswa. Mereka juga merasa teknologi tidak hanya meningkatkan pengalaman belajar para siswa, tapi juga menjadi ketrampilan penting yang harus mereka miliki untuk mempersiapkan para siswa untuk masa depan.
  • Orangtua: Sebanyak 97 persen orangtua di Indonesia setuju bahwa teknologi sebaiknya memainkan peran yang lebih besar dalam keseharian pendidikan anak-anak mereka agar dapat bersaing dengan anak-anak dari negara lain. Namun, hanya 37 persen dari para orangtua yang merasa sekolah negeri memiliki fasilitas teknologi yang cukup untuk mendapatkan pendidikan yang mereka idamkan tersebut.
BACA JUGA  Mengedukasi Anak Melalui Dongeng di Kampung Dongeng Indonesia

Laporan tersebut juga mengidentifikasi empat jenis pencapaian – Pemberdayaan Pengajar, Kualitas Pendidikan, Akses Merata, dan Pekerjaan bagi Generasi Muda. Laporan itu juga memberikan rekomendasi terbaik mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

Pada acara konvensi tersebut, HP memamerkan inovasi untuk kelas masa depan. HP memberikan kesempatan bagi para pengajar untuk mencoba inovasi dan layanan yang sudah dimodifikasi, mulai dari Z VR Backpack, HP ProBook x360 edisi pendidikan, seri HP Elite, HP Ink Tank 415, dan printer HP PageWide.

Penggabungan produk-produk dapat meningkatkan pembelajaran berbasis proyek melalui augmented reality dan virtual reality. Pengabbungan ini memberikan kesempatan pembelajaran yang mendalam, terukur, dan berbasis proyek. Pengajar dapat memahami lebih lanjut mengenai hal ini di www.hp.com/go/reinventlearning.

HP juga memperkenalkan HP School Pack, yaitu program yang menawarkan sejumlah perangkat kepada pengajar agar mereka bisa meningkatkan pengalaman belajar bagi para siswa. Program ini juga memperkenalkan HP Classroom Manager, sebuah aplikasi yang membantu para pengajar untuk mengelola perangkat di ruang kelas dan merancang rencana belajar untuk hasil belajar yang lebih baik.

Informasi lebih lanjut mengenai produk-produk HP School Pack dan HP Classroom Manager hadir di HPShopping.id. Deretan produk ini juga bisa diperoleh dengan DaaS (Device as a Service), suatu layanan yang memberikan dukungan dan pengelolaan siklus hidup perangkat, membantu untuk menghemat waktu dan biaya untuk para manajer TI sekolah, beserta MPS (Managed Print Services), yang akan mendukung manajer TI sekolah untuk melindungi perangkat cetak, mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas.

(EGA)

WhatsApp chat