Hary Wisnu Yuniarta Berbagi Ilmu dan Pengalaman Dalam Bermusik Melalui Pendidikan

Memiliki segudang pengalaman dalam bermusik tidak serta merta membuat Drs. Hary Wisnu Yuniarta, B.Mu, Ed.M.A., keasyikan bermusik. Baginya, berbagi pengalaman melalui pendidikan adalah panggilan jiwanya. Pria yang akrab dipanggil dengan Hary Wisnu ini merupakan kepala sekolah dari World Heritage Music Academy (WHMA), sebuah lembaga pendidikan musik berbasis pop jazz dan etnik, yang berlokasi di Ruko Sentra Menteng Blok MN 70, Bintaro Sektor 7.

Pria kelahiran Yogyakarta 54 tahun lalu ini dikenal oleh banyak musisi dan penggemarnya karena pengalaman di beberapa orkestra terkemuka (Twilite Symphony Orchestra, Nusantara Philaharmony Orchestra dan Orchestra Symphony ISI), bahkan pernah terlibat di beberapa grup musik pop tanah air antara lain Elfa Big Band, Purwacaraka dan Erwin Gutawa. Ia pun kerap terlibat pada rekaman berbagai musisi nasional seperti Gigi, Maliq d’ Essential, Sherina, Andien, Rita Effendy, dan masih banyak lainnya.

Selain itu, Hary Wisnu juga adalah seorang konduktor di Hary and Friends Big Band dan pernah berpartisipasi di beberapa ajang musik internasional seperti Java Jazz Festival, North Sea Jazz festival, Malivield Jazz Festival di Belanda, World Choir Games di Jerman, Busan, Austria, dan lainnya.

Hary Wisnu menguasai berbagai jenis alat musik, dari flute, clarinet, oboe, English horn bahkan piccolo. Kepiawaiannya dalam bermusik juga membuat ia menyabet berbagai penghargaan dari dunia internasional. Ia adalah pemegang World Record Holders Republic, antara lain The Longest Marathon Playing Saxophone 12 hours, The Longest Saxophone’s Breathless 90 minutes, The Longest Marathon Playing Saxophone 24 hours, The Playing Flute of 200 Disney’s Songs, The Playing nonstop 300 Jazz Songs, serta Played 13 Woodwind Instruments.

Tidak puas memiliki kepiawaian dalam bermusik, Hary berulangkali menjajal kemampuannya dalam memainkan saxophone untuk memecahkan berbagai record. Ia tercatat sebagai pemegang record MURI dalam memainkan saxophone selama 12 jam, ia juga merupakan pemegang record dunia dari Record Holders Republic sebagai The Longest Breathless Saxophone 90 minutes, pemegang record terlama dalam memainkan saxophone secara marathon selama 24 jam dari Record Holders Republic, pemegang record dalam memainkan 200 lagu Disney dengan flute, pemegang record MURI dalam memainkan 300 lagu jazz secara non stop selama 13 jam.

Walau pun banyak menghabiskan waktunya dalam bermusik, namun Hary pun lama berkecimpung dalam dunia pendidikan musik. Ia pernah mengajar musik di berbagai SMA di Yogyakarta dari tahun 1982-1988, disamping menjadi pengajar di Elfa Music Secioria, Purwacaraka Music School, Binus International School, berbagai kursus musik, paduan suara Gereja termasuk menjadi pengajar musik sebagai terapi di Badan Narkotika Nasional (BNN). Pengalaman mengajar musik di luar negeri diperolehnya saat ia mengajar di sekolah musik dan afiliasinya di Missouri, AS.

Dalam mendidik, Hary yang merupakan seorang warga Bintaro ini menyatakan, di WHMA hubungan antara guru dan siswa sangat akrab. Baginya, penting bagi seorang guru untuk mengajar dengan hati sehingga tidak ada jarak. Dengan merasa nyaman dalam mengikuti proses belajar mengajar, siswa pun akan lebih cepat menguasai materi-pelajaran. Memang Hary yang akrab dipanggil dipanggil Kak Hary oleh siswa/i-nya walaupun usianya sangat jauh jaraknya dengan mereka, terlihat akrab dalam kesehariannya. Bisa dikatakan para siswa menganggapnya sebagai seorang bapak, sesuatu yang sudah sangat langka saat ini.

 

(EGA)

Leave a Comment