Ming. Sep 22nd, 2019

Hanya Rp. 5.000 Naik Ok Otrip Selama 3 Jam

Pemerintah Provinsi (Pemorov) DKI Jakarta telah menggelar acara soft launching program one karcis one trip (OK Otrip) pada tanggal 14 Desember lalu. Acara digelar di pendopo Balai Kota DKI Jakarta.

Program ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Selain meluncurkan program ini, dilakukan juga simulasi program Ok Otrip.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansah, mengatakan, setelah diluncurkannya program ini, akan dilakukan uji coba program selama tiga bulan terhitung mulai pertengahan Januari 2018 hingga April 2018.

“Sebelum uji coba dilakukan, kami juga akan melakukan serangkaian agenda. Di antaranya soft launching yang kita lakukan hari ini, lalu 22 Desember uji coba sistem one man one ticket dan pada tanggal 15 Januari 2018 mulai uji coba pengintegrasian empat trayek,” ujar Andri.

Andri menyebut keempat trayek yang akan diintegrasikan dalam uji coba ini di kawasan Jelambar Jakarta Barat, Duren Sawit Jakarta Timur, Warakas Jakarta Utara dan Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Selain melakukan peluncuran program, hari ini juga digelar simulasi penerapan program ini. Sebuah bus transjakarta pengumpan (feeder), angkutan kota KWK dan instalasi mesin tap diletakkan di pelataran Pendopo Balai Kota.

Dengan adanya Program Ok Otrip ini memungkinkan warga Jakarta menggunakan berbagai moda transportasi umum dan cukup membayar Rp 5.000.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansah mengatakan, Ok Otrip berlaku untuk angkutan kota yang terintegrasi dengan transjakarta. Pembayarannya menggunakan non-tunai, yakni harus menggunakan kartu OK Otrip.

“Seluruh pembayaran menggunakan sistem non-tunai berupa kartu Ok Otrip yang bisa didapatkan di halte transjakarta dan outlet-outlet yang bekerjasama dengan transjakarta,” kata Andri saat peresmian program Ok Otrip di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Andri mencontohkan, saat perjalanan menggunakan bus pertama, penumpang akan dikenakan tarif Rp 3.500 untuk bus besar dan sedang, Rp 3.000 untuk bus kecil. Untuk perjalanan selanjutnya, penumpang hanya dikenakan sisa dari total tarif Rp 5.000.

“Kalau penumpang menggunakan bus kecil (angkot) sebagai moda transportasi pertama, maka akan dipotong Rp 3.000 sesuai ketentuan tarif bus kecil, untuk perjalanan berikutnya akan dipotong Rp 2.000. Kalau mau lanjut lagi, ya dipotong Rp 0,” kata dia.

BACA JUGA  Penuhi Kebutuhan Telekomunikasi, IM3 Ooredoo Zone Hadir di Sepanjang Jalur Mudik

Masa berlaku tarif Rp 5.000 ini hanya 3 jam sekali perjalanan, dari waktu tap in pertama hingga tap in terakhir.

Program ini akan diuji coba selama tiga bulan, terhitung mulai 15 Januari 2018, di empat trayek yang terintegrasi dengan bus sedang dan bus transjakarta. Empat trayek itu yakni di Jelambar, Warangkas, Duren Sawit, dan Lebak Bulus.

Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono menambahkan, transjakarta akan melaksanakan uji coba program One Karcis One Ticket (OK Otrip) selama tiga bulan yang akan diintegrasikan dengan 69 angkutan bus kecil.

 Rute Jakarta Selatan

Warga Bintaro boleh bersyukur karena OK Otrip juga memiliki rute Jakarta Selatan. Dinas Perbuhungan DKI Jakarta telah menyosialisasikan program OK Otrip kepada warga Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Seksi Bidang Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan DKI Jakarta Fajar Nugrahaini mengatakan, 16 angkutan umum akan beroperasi selama uji coba tiga bulan ke depan.

Rute keberangkatannya melewati Jalan Lebak Bulus Raya-Jalan Pertanian Raya-Karang Tengah Raya-Karang Tengah 1-Jalan H Ipin-Jalan RS Fatmawati-Jalan Pinang Raya-Jalan Margasatwa.

Sementara rute pulangnya Jalan H Ipin-Jalan Karang Tengah I-Jalan Karang tengah Raya-Jalan Lebak Bulus Raya-Jalan Ciputat Raya-Jalan TB Simatupang-Jalan Jakarta Bogor-Terminal Lebak Bulus.

“Titik pemberhentian meliputi halte Jalan Lebak Bulus Raya (depan Institut PTIQ Jakarta), halte Jalan Pertanian Raya (depan Azhari Islamic School), halte Jalan Karang Tengah I (depan Sekolah Purba Andika), halte Jalan H Ipin (depan SMP Darussalam), dan halte Jalan Margasatwa (depan SMP Negeri 85),” kata Fajar dalam keterangan tertulis, Kamis (11/1/2018).

Fajar mengatakan, tarif OK Otrip sekali perjalanan Rp 5.000 dan bisa berganti bus kecil, sedang, dan besar dalam waktu tiga jam. Uji coba OK Otrip ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 15 Januari-15 April 2018. Tertarik untuk menggunakan OK Otrip?

(BON)

 

Baca Juga